
"Kurang ajar tuh Ruchan. Masa iya gue lebih tua dari dia di suruh bersihin toilet kayak gini" Kesal Sandy.
"Udah lah Mas, nikmati saja prosesnya" Kata Farhan sambil menahan tawanya.
"Asyem! Pisan geguyu tak sumpel mulut mu pakai kosek wc ini" Kata Sandy mengarahkan sikat wc kepada Farhan.
"Sabar Mas, nyebut gitu. Saha? Eta saha?" Goda Farhan dengan gaya seperti ustad yang sedang menangani orang kesurupan.
"Yakin ini bikin kesel!" Kata Sandy sambil menyiramkan air bekas membersihkan dinding toilet ke tubuh Farhan.
"Astaghfirullah hal'adzim. Laahaulawala quwataillab bilaahh. Ya Allah Mas Sandy!!" Kesal Farhan.
"Sory Han, aku ndah sengaja loh! Reflek ini yakin dah ah" Kata Sandy.
Sandy pun kabur setelah menyiram air bekas membersihkan dinding toilet itu. Akhirnya Farhan dan Sandy malah kejar-kejaran seperti kucing yang saling rebutan ikan asin.
__ADS_1
"Mas Sandy!! Awas kamu Mas!" Teriak Farhan.
Semua santri yang melihatnya pun di buat tertawa oleh kelakuan Sandy dan Farhan. Padahal mereka sudah berumur dan harus memberikan contoh yang baik untuk para santri di pesantren.
"Bi, tuh si Papa sama Pak Lhek malah kayak gitu" Kata Akbar.
"Biarin aja lah, mereka ini memang kayak anak kecil yang rebutan balon. Hah mana tingkahnya bikin malu lagi. Sana kalian panggil Mala, biar Abi panggil Mama kalian. Biarkan para wanita yang menanganinya" Kata Ruchan santai.
"Siap Bos!!" Kata Kabir dan Akbar bersamaan.
Kabir dan Akbar siap meluncur kerumah Farhan untuk memanggil Mala, sedangkan Ruchan langsung saja berlari senang seperti habis menerima sisa uang belanja dari Leah.
"Wah Mas Sandy! Tanggung jawab! Pokokke cuci baju dan sarungku sampai bersih dan wangi" Kesal Farhan.
"Tak nak!" Jawaban membuat Farhan kesal.
__ADS_1
"Mobil Mas Sandy nanti aku coret-coret pakai pilok kok opo we" Kata Farhan.
"Motor bututmu akan ku kendarai ngebut kok. Opo we" Balas Sandy dengan nada songong.
"Wah gak bener ini. Waktu itu udah turun mesin gara-gara Akbar! Anak sama bapak marai mumet kabeh wah!" Teriak Farhan lebih kesal.
"Aduh-aduh" Jerit Sandy dan Farhan, mereka di tarik telingannya oleh Leah dan Mala.
"Kalian berdua ngapain disini!" Tanya Leah.
"Ini lo Le, Kakak kan di hukum sama Ruchan, eh si Farhan mau bantuin katanya. Aku udah bilang gak usah tapi dia maksa, alhasil ya gini. Air habis buat ngepel dinding jadi tumpah ke tubuh Farhan!" Kata Sandy membela diri.
"Bohong! Judi! Julid, jahat Mas Sandy. Siapa yang mau bantuin jal. Wong aku di suruh Ruchan mandorin Mas Sandy kok" Kata Farhan tidak terima dengan gaya anak kecil.
"Berarti semua salah Ruchan, mana Ruchan. Ruchan!" Teriak Sandy.
__ADS_1
Leah menambah tarikan telingannya Sandy semakin kencang hingga membuatnya kesakitan. Karena Leah tau cerita aslinya dari Kabir, Akbar dan Seto. Leah pun membawa Sandy pulang dengan paksa sambil mengomel-ngomel.
Begitupun dengan Mala. Semenjak Mala hamil, Mala semakin menjadi galak kepada Farhan. Dan malam ini, Farhan dan Sandy akan menikmati omelan para wanita-wanita hebat itu.