
"Assallamualaikum cintaku, maaf ya baru kasih kabar. Ini aku udah ada di Tokyo, nanti malam aku sampai di Jogjanya, tunggu kedatanganku yaaaa, Wassallamualaikum"
Suara hati Akbar pun juga sejak lama sangat merindukan mereka, Falih dan Fatim. Karena sampai saat ini ia belum tahu bahwa Fatim sudah melahirkan anak keduannya, dinyatakan hamil setelah sehari keberangkatan Akbar ke luar kota di Jepang.
"Ini akan menjadi kejutan buat Abang, aku akan menjemputnya di Bandara, aku juga akan membawa Falih dan Mawar juga, pasti Abang kaget banget" Kata Fatim.
Waktu sangatlah cepat, hari ini Akbar pulang. Ia mengabari kalau dirinya sudah sampai ke Bandara, dan Fatim ngotot akan menjemputnya, karena Fatim juga sudah bisa menyetir mobil, ia menjadi mandiri setelah ditinggal Akbar tugas selama setahun lebih.
"Kenapa sih Sayang, aku bisa loh pesan taksi, nggak sabaran amat deh mau ketemu pangeran ini" Goda Akbar.
"Pokoknya jangan pulang dulu, tunggu disana ya Papa Akbar, ini udah mau berangkat, dekat juga kan? Pokoknya tunggu!" Kata Fatim.
"Iya deh cintaku, aku tunggu di tempat biasa kita istirahat dulu yaa, hati-hati loh ya. Assallamulaiakum" Salam Akbar mengalah.
"Waalaikum sallam" Jawab Fatim.
__ADS_1
Akbar sudah menunggu lama sekali, ia khawatir jika sudah terjadi sesuatu dengan Fatim dan Falih. Ia duduk kembali dan menyandarkan kepalanya di dinding, sesskali melihat jam yang terus saja berjalan, namun Fatim tidak kunjung datang.
"Papa" Suara anak kecil, iya. Itu adalah suara Falih.
Akbar menengok dan tersenyum lebar, Fatim dan Falih sudah sampai. Kebanyakan anak akan lupa dengan Ayahnya jika sudah sekian lama tidak bertemu. Tetapi cara Fatim berbeda, ia selalu memberitahu tentang Akbar kepada anak-anaknya.
"Assallamualaikum" Salam Fatim langsung mencium tangan Akbar.
"Waalaikum sallam, sini Falih peluk Papa dulu dong. Ini anak siapa? Kok mirip Mama Leah waktu kecil sih, masih ada loh fotonya, mirip banget. Anak Kak Ais?" Tanya Akbar dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Kak Clara? Mawar ini anaknya Kak Clara? Kok aku berasa tertarik gitu ya sama bayi pipi bapao ini" Kata Akbar mencubit pipi Mawar.
"Ck, Papa, dia itu adik Falih, anak Papa sama Mama" Sambung Falih yang mulai kesal karena Akbar tidak peka terhadap omongan Fatim.
Mulut Akbar hanya menganga tidak percaya, Fatim berusaha menjelaskan siapa Mawar baginya. Ia juga memeberitahu foto dimana Fatim hamil dan saat melahirkan, itu semua sengaja lakukan agar bisa mejadi kejutan untuk Akbar.
__ADS_1
Betapa bahagiannya Akbar, ia pulang di beri hadiah yang istimewa dari Allah melalui Fatim, kelahiran Mawar benar-benar membuat Akbar merasa bersalah karena dia tidak bisa menemani Fatim saat itu.
Sampai rumahpun Akbar langsung bermain dengan Falih dan Mawar tanpa ia rasakan lagi kelelahannya. Fatim sangat bahagia, suaminya pulang dengan keadaan sehat-sehat saja. Akbar juga memberi kejutan kepada Fatim berupa sebuah apartemen untuknya, karena rumah lama akan di tinggali oleh Sandy dan Irene saja. Sedangkan apartemen itu juga dekat dengan rumah sakit tempat Akbar bekerja.
"Sayang, aku seneng banget bisa berkumpul lagi seperti ini, kangen tau. tiba-tiba memiliki bidadari mungil lagi" Kata Akbar mengusel-usel tubuh Fatim.
"Sttt jangan keras-keras, mereka nanti bangun loh" Kata Fatim.
"Apa yang terjadi selama setahun aku pergi?" Tanya Akbar.
"Banyak, keluargamu Bang. Empat bulan lalu, Nisa yang mau di jodohkan dengan Kabir meninggal usai melakukan ijab qobul dengan Kabir, dan Nisa juga mempunyai amanah untuk Ceasy agar mau menggantikan posisinya" Kata Fatim menunjukkan beberapa foto pernikahan Nisa, Akbar dan Ceasy.
"Lalu Syakir, di juga sudah menikah dengan Balqis, sebulan sebelum Kabir menikah" Jelas Fatim.
"Syakir dan Balqis?" Tanya Akbar masih heran.
__ADS_1
Fatim juga mengatakan segalannya, masalah dan hal yang terjadi di keluarga Akbar, ia juga menceritakan bahwa Kabir dan Ceasy tinggal di Korea, dan Kabir melakukan pensiun dini demi Ceasy kuliah ke Korea.