Suara Hati

Suara Hati
Bab. 51


__ADS_3

"Ustad, Ustad!! Lah Ustad ini kenapa sih senyum-senyum sendiri, menakutkan" Kata Santri yang sedang di ajar oleh Syakir.


"Panggil lagi" Kata Santri lain.


"Ustad! Assallamualaikum Ustad!!" Panggil Santri itu.


"Ustad!! Ada Mbak Ika" Teriak Santri lain yang bernama Akmal.


"Astaghfirullah, mana!! Mana Mal?" Tanya Syakir langsung sembunyi di balik pintu.


Semua santri di dalam kelas itu pun tertawa melihat tingkah Syakir. Pasalnya, saat itu Syakir cengar cengir sendiri karena mengingat dirinya yang telag berhasil mengerjai Kakak dan Kedua orang tuanya.


"Akmal ini ya, kenapa sih kamu itu suka usil?" Tanya Syakir dengan nada kesal.


"Habisnya Ustad sejak tadi di panggil-panggil gak nyambung aja. Kita kan lagi belajar mengajar, kenapa Ustad bengong aih? Mana sambil senyum-senyum gak jelas lagi?" Kata Akmal.


"Iya deh maaf. Ya udah, kalian mau tanya apa?" Tanya Syakir.

__ADS_1


"Ustad, Memangnya mahrom sama muhrim itu pengertiannya berbeda ya Ustad?" Tanya Agus.


"Muhrim dan mahram, adalah dua istilah yang sering terbalik-balik dalam percakapan masyarakat. Terutama mereka yang kurang perhatian dengan bahasa Arab. Padahal dua kata ini artinya jauh berbeda. Memang teks arabnya sama, tapi harakatnya beda" Jelas Syakir.


"Muhrim adalah kata subjek (pelaku) dari 'ihram' yaitu orang yang telah mengenakan pakaian ihram untuk haji atau umrah. Sedangkan Mahram adalah orang yang diharamkan untuk dinikahi baik karena nasab (keturunan) atau persusuan." Sambung Syakir.


"Emm masih bingung nih Ustad, beri contoh dong" Kata Roni.


"Contoh lain yang kerap kita dengar ketika Anda sedang melihat laki-laki dan perempuan yang belum menikah tetapi berjabat tangan bukan muhrim, tidak boleh atau bukan mahramnya, tidak boleh. Dan harus menjaga pandangan yang bukan mahramnya" Jelas Syakir.


"Mahram adalah orang yang haram untuk dinikahi dengan beberapa sebab. Ada dua kategori keharaman, yaitu hurmah mu’abbadah (haram selamanya) dan kedua hurmah mu’aqqatah (haram dalam waktu tertentu)." Kata Syakir.


"Kalian sudah kelas 7 loh, masa iya belum paham sih, kalian pasti tidur saat penjelasan tentang Mahram dan muhrim Madrasah Ibtidaiyah" Kata Syakir.


Semua santri hanya diam dan menunduk, entah karena malu atau apa, namun pelajaran itu memang sudah sejak sekolah dasar sudah di ajarkan.


Jadwal belajar mengajar Syakir sudah selesai, ia kembali ke rumah dan mendapati Kakaknya yang sedang nyenyak tidur.

__ADS_1


Munculah ide usil Syakir untuk mengerjai Kakaknya yang sedang kecapekan mengurusi acara lamarannya Syakir. Syakir mencoret-coret wajah Aisyah menggunakan spidol, karena Aisyah sangat kelelahan, ia pun tidak terbangun saat Syakir menjahilinya.


"Haha, ternyata kebo juga Kak Ais. Cantiknya kalau kek gini hahaha" Kata Syakir.


"Syakir.... Selamat... hehehe Kakak bahagia" Kata Aisyah mengigau.


Muncul rasa bersalahnya Syakir, Kakaknya kelelahan karena mengurus keperluannya, Syakirpun mulai menghapus coretan di wajah Aisyah menggunakan handuk basah dan membuat Aisyah terbangun.


"Syakir? Sudah pulang? Ngapain bawa handuk basah? Mau mandi?" Tanya Aisyah.


"Hehehe enggak kok kak mau ngelap sesuatu aja. Kakak kecapekan ya, istirahat gih" Kata Syakir.


"Memiliki adik adalah karunia yang sangat luar biasa. Kehadiran Abang, Kabir dan kamu membuat Kakak sangat bahagia. Kalian diciptakan Allah dalam kondisi lucu dan menggemaskan. Kasih zayang kalian ke Kakak, kenakalan kalian pun sengaja di buat oleh Allah Subhanahu wata'ala, dengan tujuan agar aku bisa tertawa menyaksikan kelucuan kalian. Dan sekarang, satu demi persatu dari ketiga adikku akan menikah, itu suatu yang sangat luar biasa di hati Kakak" Kata Aisyah memegangi foto mereka saat mereka masih kanak-kanak.


"Masya Allah Kak, jangan bikin haru dong" Kata Syakir memeluk Aisyah sebentar.


Berada di dalam satu rumah dengan Kakak dan Adik memiliki nuansa yang beraneka ragam. Hidup bersama mereka ibarat warna-warna pelangi. Begitu banyak rasa yang bisa dinikmati bersama mereka. Sedih, susah, marah, canda, tawa, dan seluruh perasaan yang diciptakan oleh tuhan benar-benar dinikmati bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2