Suara Hati

Suara Hati
Bab. 72


__ADS_3

Setengah jam berlalu, Ika baru bisa memutuskan apa yang Syakir inginkan.


"Bismillah hirohmanirrohim, Ustad udah tidur?" Tanya Ika gugup.


Tidak ada jawaban dari Syakir, ternyata Syakir sudah tidur. Ika semakin tidak enak hati kepada Syakir telah menolaknya. Tetapi, dalam hati kecilnya pun ia masih takut akan melakukan kontak batin dengan Syakir. Walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri.


Di luar rumah, Akbar, Kabir, Leah dan Jamil masih ketawa ketiwi setelah mengerjai Syakir. Leah pun menyuruhnya untuk menggodanya sekali lagi.


"Lagi dong Bang, bikin yang agak nakal gitu biar greget" Kata Leah senyum-senyum.


"Iyo Bar, ayo tambah lagi hahaha" Kata Jamil.


"Mama, Jamil! Kalian ini kenapa sih? Mama juga kan udah berumur. Gak baik ah bahas kek gini. Tapi seru juga hehehe" Kata Akbar.


"Sama aja Abang ni, sama-sama gak jelas. Udahlah gak usah di goda lagi, paling juga dia tidur" Kata Kabir masuk ke tenda.


Akbar, Leah dan Jamilpun menerusakan aksi konyolnya itu. Karena saking asyiknya mengganggu Syakir, Akbar jadi salah kirim pesan kepada Aisyah dan menimbulkan masalah bagi mereka.


"Wadow. Astaghfirullah hal'adzim. Salah kirim Ma" Kata Akbar menepuk jidatnya.


"Salah kirim kesiapa Bang?" Tanya Leah.


"Kak Ais" Kata Akbar meringis.

__ADS_1


"Hahaha bagus, bagus banget. Sebentar lagi, atau besok pagi. Pasti akan ada singa yang mengamuk" Kata Kabir dari dalam tenda.


"Wah parah, parah iki. Mala petaka iki" Kata Jamil.


"Aku ora melu-melu, pokokke aku ndak ikutan.Ok!" Kata Jamil masuk ke tenda.


"Mama ngantuk Bang. Kamu hadapi Kakakmu sendiri ya, semoga aja Kak Ais memaklumi mu. Mama gak mau urusan sama Kakakmu yang galak itu" Kata Leah mengangkat tangannya.


"Assallamualaikum" Salam Leah.


"Waalaikum sallam, waduh semua kabur. Ah jangan kabur dong, gak setia kawan nih kalian. Aduh, gimana ini" Kata Akbar bingung.


"Allahu la ilaha illa huw, al-hayyul qayyum" Akbar membaca ayat kursi.


Triiiiinnnggggg.


"Benerkan? Singa ku telfon" Kata Akbar.


"Assallamualaikum! Abang! Apa maksud kamu itu! Kirim-kirim pesan gak jelas kek gitu ke aku! Kau bosan sehat? Mau tinjuku atau jarum suntikku?" Kesal Aisyah.


"Waalaikum sallam. Itu tadi Kabir kak, aku ini kan anak soleh dan kalem. Mana mungkin kata-kataku gitu. Astaghfirullah hal'adzim" Kata Akbar.


"Asyem, aku yang jadi kambing hitamnya? Huh, tau gini tadi tidur di pesantren aja" Kata Kabir mengomel-ngomel sendiri di dalam tenda.

__ADS_1


"Awas kamu Abang, besok aku pulang kerja, lihat saja bagaimana aku akan menghajarmu! Wassallamualaikum!" Telfonnya terputus.


Setelah telfonnya terputus, Akbar belum merasa lega. Karena pasti hari selanjutnya Aisyah akan memarahi Akbar karena menulis pesan itu.


Ketika Akbar meminta bantuan kepada Kabir, Kabir hanya bilang tidak mau tau. Karena Akbar telah menjadikannya kambing hitam antara Akbar dan Mamanya.


"Semua ini gara-gara lu Jamil,.. Mil,.. Jamil!" Kata Akbar menutup wajah Jamil menggunakan selimut.


"Bar, wah. Aku ra biso ambegan. Bar! Aku ndak bisa nafas ini lho" Teriak Jamil.


"Pokokknya aku ndak mau tau, kamu juga terlibat dalam maslah ini" Kata Akbar.


"Bar! Kamu aja takut sama Kakakmu. Apa lagi aku, aku pernah kena semprot sama dia. Ndak mau lagi ah, ndak mau, ndak mau" Kata Jamil.


"Hey, kata-kata tadi siapa punya ide? Kamu kan Bambank!" Kesal Akbar.


"Haih, brisiknya. Dah lah, aku mau tidur di pesantren aja" Kata Kabir keluar dari tenda dan berjalan ke pesantren.


Di belakang, Akbar dan Jamil masih saja berantem ala-ala Tom and Jerry, mereka saling membela diri masing-masing. Karena mereka berdua juga tidak mau berurusan dengan Singa galak si Aisyah.


Kalian mau tau pesan dari Akbar yang salah kirim ke Aisyah?


"Nanti pas dia tidur nyenyak tuh, arahin tanganmu ke bagian pribadinya. Langsung peluk erat dan bisikkan kata mesra, kata-kata nya juga yang bisa membuatnya bergairah. Di jamin meleleh! Setelah itu, bergulatlah kalian dengan aman, damai dan sentosa"

__ADS_1


Siapa yang tidak marah jika adiknya yang masih single mengirimkan hal seperti itu kepadanya. Kita lihat nanti bagaimana cara Aisyah menghukum adik rasa Abang yang sudah mulai nakal itu.


__ADS_2