Suara Hati

Suara Hati
Bab. 109


__ADS_3

Sudah tiga hari berlalu, kini semua akan pulang ke kampung halaman dengan meninggalkan Fatim di sana. Mereka juga sudah bersenang-senang menikmati kota Tokyo yang indah itu.


"Kami pulang nya nanti dulu ya, beberapa hari lagi kami tinggal disini" Kata Kabir.


"Kenapa?" Tanya Ceasy.


"Ada deh, boleh kan Ma?" Tanya Kabir kepada Leah.


"Boleh dong, tapi ingat! Jaga sholat, jaga kesehatan. Makan makanan yang halal juga" Kata Leah.


"Kak Jamil mau cari Kakek itu ya?" Tanya Ceasy polos.


"Husss nggak kok, kakek siapa?" Kata Jamil membela diri.


Semua nya berangkat siang itu, Kabir dan Jamil pun melanjutkan perjalanannya menjelajahi kota. Akbar dan Fatim kembali kerumah dan ingin menghabiskan sisa waktu Akbar berdua saja.


Setelah sampai rumah, mereka hanya berdua dan duduk di ruang tamu. Kali ini Fatim akan mengungkap.semuannya, tentang malam itu saat ia mendengar pembicaraan Akbar dan Sandy.


"Abang" Kata Fatim.


"Iya sayang" Kata Akbar dengan lembut.


"Aku mendengar apa yang kamu katakan dengan Papa saat aku ngamuk malam itu" Kata Fatim dwngan wajah sedih.

__ADS_1


"Semuannya?" Tanya Akbar.


Fatim mengangguk, ia menggenggam tangan Akbar dengan erat, mencium tangan Akbar beberapa kali dan menempatkan di dadanya.


"Tinggalkan aku Bang, kembalikan aku ke Ayah" Kata Fatim menangis.


Seketika Akbar menarik tangannya, lalu berdiri dan sedikit menjauh dari Fatim.


"Kamu sadar apa yang kamu katakan Fatim?" Tanya Akbar.


Fatim mengangguk,


"Kamu meragukan cintaku lagi?" Tanya Akbar.


"Lalu kenapa kamu berkata seperti itu Fatim. Sampai kapanpun, kamu tetap akan menjadi istri aku, dan aku hanya mencintaimu, nggak ada yang lain Fatim. Tolong jangan seperti ini. Aku sayang samu kamu Fatim" Kata Akbar memeluk Fatim.


"Tapi aku nggak bisa ngasih keturunan kan buat Abang. Buat apa Bang, wanita sepertiku tidak layak untukmu" Kata Fatim.


"Lalu wanita seperti apa yang layak untukku? Wanita seperti apa Fatim? Aku hanya mencintaimu, kemarin, sekarang dan Insyaallah akan selamanya" Kata Akbar meyakinkan Fatim.


"Kamu masih tetap bisa hamil, setidaknya kita harus bahagia kamu nggak hamil dengan b*jingan itu sayang. Rahimmu hanya perlu waktu, dan setelah waktu itu tiba, kita harus mencobanya. Ingat janji Allah sayang" Sambung Akbar.


Fatim menangis, Akbar pun memeluknya, membelai kepala dan mengusap air matanya. Fikiran Fatim saat itu sangat kacau, hati nya sangat hancur ketika ia mengetahui kenyataan itu.

__ADS_1


Di sisi lain, Kabir dan Jamil sedang asyik berselfi ria di taman kota. Mereka benar-benar menikmati liburan saat ini. Karena tidak lama lagi, Kabir akan berangkat bertugas lagi.1 bulan lagi, Kabir akan kembali bertugas satu bulan lagi.


"Wuihh cewekke ayu-ayu yo Bir. Sexy lagi" Kata Jamil.


"Matamu Mil, Astaghfirullah hal'adzim" Kata Kabir mengusap mata Jamil menggunakan minyak kayu putih.


"Wahh asyem koe Bir. Minyak kayu putih kamu usapin di wajah ganteng nan menawanku ini. Air, air" Kata Jamil berjalan sambil meraba-raba.


Tidak sengaja dada salah satu gadis disana tersentug oleh tangan Jamil dan Jamil menerima hadiah yang sangat luar biasa.


Plaaakkkk....


Tamparan itu membuat mata Jamil bisa terbuka lagi, dari pedasnya minyak kayu putih.


"Hahahha Astaghfirullah hal'adzim. Enak tuh dapat tanda tangan Mil. Syahdu roqobatil" Kata Kabir tertawa.


"Syahdu roqobatil, sakit ini. Tiba-tiba main tampar aja pipi Lee Min Ho ku" Kata Jamil mengelus-elus pipinya.


"Tapi empuk, pulen loh Bir. Bunder neh" Kata Jamil.


"Mesum!" Kata Kabir meninggalkan Jamil.


"Tunggu aku woy, aku ki ndak bisa bahasa Inggris e" Kata Jamil.

__ADS_1


Mereka pun pulang ke rumah Akbar dan membawakan beberapa jajanan untuk Akbar dan Fatim di rumah. Namun ketika sampai di rumah, Akbar dan Fatim tidak ada, mungkin mereka sedang keluar, karena sepatu mereka juga tidak ada di rak sepatu.


__ADS_2