
Tidak ada kata menyerah untuk Syakir mencari Rifky saat itu, sekeliling pesantren ia telusuri hingga ketemu dan mendapatkan solusi dari Rifky.
"Assallamualaikum, ada yang lihat Kak Rifky gak ya?" Tanya Syakir bertanya kepada beberapa Santri yang saat itu sedang bergerombol akan kerja bakti.
"Waalaikum sallam Ustad. Iya kami melihat baru saja. Mas Rifky sedang bersama Ustad Ruchan jalan ke arah empang Ustad" Jawab salah satu santri itu.
"Oh ke empang ya? Kalau gitu saya susul mereka, Assallamualaikum warrohmatullahi wabbarokatuh" Salam Syakir.
"Waalaikum sallah warrohmatullahi wabbarokatuh" Jawab salam santri itu.
Jodoh adalah salah satu perkara paling misterius seperti halnya kematian, tak ada yang tau dengan siapa, kapan dan bagaimana seseorang akan menemukan jodohnya.
Seringkali kita menyaksikan berbagai usaha dilakukan seseorang untuk menjemput jodohnya, namun akhirnya gagal juga. Ada yang usaha kesana kemari mencari jodoh tapi ternyata jodohnya ada di depan mata.
Ada juga yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun tapi ternyata jodohnya orang lain. Begitulah misteri jodoh dari Yang Maha Kuasa Allah Ta’ala, seringkali datang dengan cara yang tak terduga.
__ADS_1
"Assallamualaikum"
"Waalaikum sallam warraohmatullahi wabbarokatuh"
"Syakir, kok kamu lari-larian gitu sih kenapa?" Tanya Ruchan.
"Abi di cariin sama Kak Ais, katanya penting" Jawab Syakir.
"Ah, ada suaminya masa iya nyariin Abi sih" Kata Ruchan tidak percaya.
"Syakir ada perlu sama Kak Rifky, ayo Kak. Assallamualaikum" Salam Syakir sambil berlari menarik tangan Rifky.
Sampai di depan aula, Syakirpun menyuruh Rifky untuk duduk dan mulai bercengkrama tentang dirinya dan perjodohan itu.
"Lalu kenapa kalau dia masih berusia 19 tahun. Bukankah Kak Ais dan aku menikah juga dengan selisih usia yang jauh. Kak Ais 18 tahun, aku 26?" Tanya Rifky.
__ADS_1
"Ah yang bener saja kak? Kakak sama Kak Ais bedalah, kalian sebelumnya sudah kenal dan memulai hubungan diam-diam kan? Aku takut jika aku bukanlah yang sempurna untuknya, dan malah membuatnya malu karena menikah denganku yang sudah berumur!" Tanya Syakir.
"Lah maido. Ketika berbicara tentang pernikahan, Allah mengatakan bahwa pasanganmu ibarat pakaian untukmu. Sebuah pakaian bisa jadi pas atau kurang pas. Tapi bagaimanapun juga, pakaian akan menutupi, melindungi dan mempercantik ketidaksempurnaan. Yang penting akhalak dia juga baik Kir, kamu sendiri lebih tau lah, kan udah bertemu" Kata Rifky.
"Tapi usia ku 26 tahun dan dia masih muda banget, aku gak mau nyakiti hati perempuan dengan dia malu menikah denganku yang belum sempurna ini" Kata Syakir menunduk.
"Lagian umurmu kan baru 26, belum tua banget itu. Laki-laki usia segitu malah pas untuk menikah. Kamu ingat Pak Lhek Farhan kan? Dia menikah usia 40 lebih, dan Ibunya Diaz masih seusia Kakakmu. Nyatanya mereka cocok - cocok saja tuh" Kata Rifky.
"Seorang Pria mendambakan wanita yang sempurna dan begitu juga wanita mendambakan sosok pria sempurna, namun mereka tidak tahu bahwa Allah telah menciptakan mereka untuk saling menyempurnakan satu sama lain. Menikahi seseorang yang mencintai Allah akan menunjukkan lebih banyak tentang masa depan kamu daripada hal lain yang akan kamu dengar atau lihat. Percayalah Syakir, jika Zulaikha itu adalah wanita yang Allah berikan untukmu, Allah tak akan pernah menjauhkan hati dan fikiranmu dari dia" Jelas Rifky.
"Menurut Kak Rifky, apa aku harus menerima perjodohan itu?" Tanya Syakir.
"Bagaimana dengan hatimu? Kau menerimanya tidak? Terima dia dari hati dan imanmu. Jangan karena tidak enak karena dia adalah pilihan orang tuamu. Coba kamu pejamkan mata dan lihat, seberapa besar Allah menunjukkan bahwa dialah jodohmu" Kata Rifky.
"Aku baru bertemu semalam Kak, masa iya langsung terngiang di mataku?" Tanya Syakir.
__ADS_1
"Kamu yang lebih tau akan itu Syakir. Teruslah berdoa dan meminta petunjuk dari Allah, Dialah sang maha adil" Kata Rifky menunjuk ke atas.
Syakir mulai memahami apa yang telah dikatakan Rifky untuknya. Ia akan memberikan keputusan yang tepat kepada orang tua dan keluarga Ika di sana. Bagaimana hasilnya, hanya Allah lah yang akan menentukan. Karena manusia hanya bisa berusaha, dan Allah-lah yang menentukan semuanya.