Suara Hati

Suara Hati
Bab. 58


__ADS_3

Sudah menjadi kebiasaan pesantren, sebelum hari pernikahan. Setiap malamnya sang calon memepelai harus tadarus 30 juz terlebih dahulu dan di simak oleh beberapa santri dan juga Ustad.


Ada juga di aula sedang mengadakan sholawatan yang di pimpin oleh Ilham dan santri-santri lainnya.


🎶*Allah Allah aghisna ya rosulallah


Ya Adhimal jah 'alaika sholawatullah


Abdun bilbab yartaji' lasmal a'tab


Jud bil jawab marhaban qod qobalna


Antal ma'ruf bil juudi muqrid dhuyuf


Inni malhuf aghisni bihaqqillah


Antal ma'ruf bil juudi muqrid dhuyuf


Inni malhuf aghisni bihaqqillah


Antal habibul a'dhom sirrul mujib


Haasha yaakhib man laadza birosulillah

__ADS_1


Antal habibul a'dhom sirrul mujib


Haasha yaakhib ma laadza birosulillah🎶*


Suara Ilham sangatlah merdu, ia terbiasa mengucapkan ayat-ayat suci Al-Qur'an setiap harinya. Kemampuan Qori' nya sudah ia asah sejak masih usia dini. Ia juga khatam Al-Qur'an sejak usainya mengijak 6 tahun.


Malam berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari istimewa, putra bungsu pesantren akan melakukan akhad nikah dengan putri bungsu pesantren Kyai Syaiful.


Banyak hadirin dari kalangan ulama juga tentunya, acara itu di laksanakan di aula santri laki-laki dan perempuan, karena itu pernikahan pesantren, mereka juga harus terpisah. Agar tidak membaur antara yang bukan mahromnya.


Tetapi para kaum hawa juga masih bisa menyaksikan dengan melalui layar putih lebar yang sudah pihak keluarga Kyai Syaiful sediakan, karena acara ijab Qobul akan dilakukan di masjid pesantren milik Kyai Syaiful.


Semua orang tengah bersiap-siap untuk mengantar Syakir ke pesantren Kyai Syaful, di hari kebahagiaan Syakir ini, Kabir belum juga hadir di antara mereka. Mereka masih menunggu kedatangan Kabir kala itu.


"Kabir pasti pulang kok Ma, Abi kan sengaja bikin acara tepat di hari ini pas Kabir pulang" Kata Ruchan menenangkan Leah.


Bukan hanya Leah yang risau, Aisyah, Akbar dan Syakir pun juga begitu. Mereka masih menunggu kedatangan Kabir pulang.


"Kabir itu yang gembul waktu itu kan? Yang pas pentas dulu bawain kamu banyak makanan?" Tanya Fatim kepada Akbar.


"Iya, katanya dia pulang hari ini, tapi gak tau juga sih. Dia belum kelihatan juga" Jawab Akbar.


Waktu semakin berjalan, tidak lagi bisa menunggu. Karena jarak antara pesantren dengan pesantren Kyai Syaiful juga membutuhkan waktu yang sedikit lama. Ketika mereka hendak masuk kedalam mobil masing-masing, seseorang dari arah taman mengucapkan salam mepada mereka semua.

__ADS_1


"Assallamualaikum Warrohmatullahi Wabbarokatuh" Ucap laki-laki itu.


"Waalaikum sallam" Semua orang menoleh dan terkejut.


Kabir telah kembali, ia juga memakai pakaian ala Syakir dan Ruchan dan memakai sorban yang dililit di lehernya.


"Kabir!!" Kata Aisyah.


Dengan ala india, Kabir merentangkan tangannya, dan Aisyah, Akbar Syakir menghampiri Kabir dan mereka berempat langsung berpelukan. Indahnya pemandangan itu, ternayata Kabir sudah puoang dari tiga hari yang lalu, dan akan memberikan kejutan untuk keluarganya tepat di acara pernikahan Syakir.


"Perut gembul kamu ilang Bir?" Tanya Aisyah mengusap-usap perut Kabir.


"Pipi bakpaomu juga kemana Bir?" Tanya Akbar.


"Kamu juga lebih kekar dari sebelumnya Bir, tapi tambah item deh" Kata Syakir.


"Oh maaf, berarti kalian salah orang. Aku bukanlah saudara kalian. Aku adalah anak Abi Ruchan dan Mama Leah, permisi" Kata Kabir dengan nada datar.


"Heh, siapa ini yang ngaku-ngaku anak kami, maaf kita ndak kenal anda Bro" Goda Ruchan.


"Begitu? Baiklah, berarti saya salah keluarga, permisi saya pulang dulu" Kata Kabir.


Semua gelak tawa saat itu menambah susana kebahagiaan, karena Kabir sudah kembali, mereka pun berangkat ke pesantren Kyai Syaiful dengan hati yang gembira. Sepanjang di perjalanan, Kabir, Keny, Akbar dan Syakir tak henti-hentinya saling melontarkan candaan.

__ADS_1


Terbayar sudah kerinduan setelah 6 tahun berpisah dari keluarga, kini Kabir telah kembali, dan katanya tidak akan lagi mengikuti aktifitas sebagai perwira lagi.


__ADS_2