Suara Hati

Suara Hati
Bab.41


__ADS_3

Dua jomblo yang mulai akrab itu terus saja membuntuti Syakir dan Ika. Mereka sengaja ingin mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Syakir dan Ika.


"Hehe kenapa gak yakin gitu kalau manggil Kakak, kalau Mas aku berasa tua ih" Kata Syakir.


"Iya Kak, Ika cuma jarang saja ngobrol sama laki-laki, selain sama Abi dan Mas Sol" Kata Ika.


"Mas Sol siapa? Sol? Solihin yang tadi?" Tanya Syakir.


"Iya Ustad, eh Kak. Maaf!" Kata Ika.


"Kalau belum siap panggil Kakak, ya panggil Ustad gak papa lah. Aslinya aku kurang suka di panggil Ustad gitu" Kata Syakir.


"Kenapa?" Tanya Ika.


"Baru jadi guru TK hehehe" Kata Syakir.


Di belakang mereka, Akbar dan Solihin malah sedang berdebat tentang jomblo lagi, sepertinya mereka sudah sangat cocok hingga saling toel menoel.


"Abang!" Kata Syakir.

__ADS_1


"Hehe Assallamualaikum, maaf ganggu ya. Aku pergi ya" Kata Akbar.


"Ets, jangan lah, kita ngobrol aja disini. Boleh kan Dek Ika?" Tanya Syakir.


Zulaikha hanya mengangguk saja, dan menundukkan kepalanya lagi. Mereka pun mulai mengobrol tentang semua hal, dari masa kecil, masa remaja hingga terpisah mengejar cita-cita masing-masing.


"Sek kosek, tunggu sek! Di cerita kalian berdua ini. Aisyah udah nikah sama pengusaha kuliner? Nikah? Kapan?" Tanya Solihin heboh.


"Udah lama sih, anaknya aja udah berusia 7 tahun, kembar lagi" Jawab Aisyah.


Wajah Solihin menjadi sangat lucu, bibirnya manyun, matanya ia sipit-sipitkan hendak mau menangis, dan ternyata Solihin ini pernah cinta monyet dengan Aisyah, namun setiap kali mengungkapkan perasaannya, ia mendapatkan tinju geratis dari Aisyah.


"Jiwa jomblo ya gini, denger cinta monyetnya nikah langsung lemes, hadeh. Kayak ndak ada cewek lain saja!" Kata Akbar.


"Tapi Mas Solihin sudah mendambanya sejak ia duduk di kelas 2 sekolah dasar loh Dokter" Kata Ika.


Syakir dan Akbar hanya bisa menahan tawa ketika melihat Solihin terkapar di tanah, lucu-lucu memalukan, padahal usia sudah hampir kepala tiga, ternyata selama ini, ia tidak menerima gadis pilihan Bapaknya karena ia memiliki rasa dengan Aisyah.


Syakir mengatakan jika ia masih memiliki sepupu perempuan bernama Delia yang masih jomblo, namun Solihin tidak mau, karena maupun sedarah pasti tetap berbeda. Solihin meminta Syakir untuk memperkenalkan beberapa santri di pesantren Darussallam untuknya, karena harapan dan anganan yang telah ia pendam selama ini pupus sudah.

__ADS_1


"Hatcuuuu" Aisyah bersin.


"Kamu sakit Yang?" Tanya Rifky.


"Gak deh kayaknya, ini pasti dua kurcaci itu ngomongin aku deh, aku telfon mereka ajah" Kata Aisyah.


"Jangan dong sayang, mereka kan sedang ada pertemuan khusus. Lupa?" Tanya Rifky.


"Oh iya, haha malam ini Syakir ketemu jodohnya ya" Kata Aisyah.


Rifky mencium bibir Aisyah dengan lembut.


"Ih suka gitu deh, jangan tiba-tiba ah. Anak-anak baru tidur juga, kalau mereka lihat gimana?" Tanya Aisyah malu-malu.


"Sekarang galak banget sih, pengen cium aja susah" Kata Rifky sok ngambek.


Aisyah mencium pipi Rifky dengan cepat, dan Rifky pun membalasnya lagi dengan ciuman di kening Aisyah. Mereka saling berpelukan di bawah hangatnya selimut malam.


Di pesantren Kyai Syaiful, Ruchan memohon pamit karena malam sudah sagat larut, juga besok Akbar harus berangkat ke Jepang pagi. Tidak salah lagi pilihan Ruchan membuat Syakir senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Pada awalnya Ika bukanlah pilihan Ruchan, tetapi pilihan Ikhsan. Karena Kyai Syaiful adalah teman lama almahrum Kyai Mahfud yang kini menjalin hubungan baik dengan Ikhsan.


__ADS_2