Suara Hati

Suara Hati
Bab. 165


__ADS_3

"Bagaimana bisa Nisa meninggal, dan Ceasy menikah dengan Kabir dan mereka tinggal di Korea?" Tanya Akbar heran.


"Meninggalnya Nisa itu karena dia memiliki riwayat penyakit tang ia derita sejak kecil. Sedangkan Ceasy dan Kabir menikah, aku juga nggak tau Bang, rahasia amanah itu, hanya Ceasy dan Nisa yang tau, cuma Nisa bilang kesemua orang saat itu, kalau Ceasy harus menggantikan posisinya" Jelas Fatim.


"Maafkan aku ya, jika waktu itu aku nggak celaka. Pasti aku udah pulang lebih awal. Kemungkinan juga aku bisa menemanimu lahiran, ikut menyelesaikan urusan keluarga, maafin aku ya" Kata Akbar memeluk Fatim.


Tidak ada kata maaf lagi yang bisa Akbar katakan, itu semua adalah permainan takdir. Kabir dan Syakir memang memiliki takdir yang hampir serupa. Mereka semua orang baik, pasti akan mendapatkan jodoh yang baik juga.


Pagi hari, Akbar dan Pak Fikri berolahraga bersama, banyak kaum ibu-ibu yang mengaggumi Pak Fikri yang makin tua makin mempesona saja. Duda sejak muda itu sangatlah berwibawa.


"Pak Fikri, wah lari pagi sama menantu ya? Menantu dan mertua sama-sama ganteng deh" Goda salah satu janda di kampung itu.


"Ah Bu Sri bisa aja, hehehe" Kata Pak Fikri terkesima.


"Ehem, kenapa harus pipinya memerah sih Yah?" Goda Akbar.


"Ih, Mas Akbar juga genit ternyata ya.. Unyu-unyu banget sih" Goda Ibu Sri.

__ADS_1


Karena melihat Pak Fikti sedang sibuk mengobrol dengan Bu Sri, Akbar pun melanjutkan lari paginya sendirian. Ia juga pulang sendirian, di ruang tamu, Akbar sudah di sambut oleh Mawar yang saat merangkak ke arahnya. Karena dari luar rumah, sebelum menggendong Mawar, Akbar ke kamar mandi dulu untuk bersih-bersih.


Pagi itu berlangsung sangat bahagia, Akbar dan Fatim kembali berkumpul setelah sekian lama tidak berjumpa. Kebahagiaan Akbar juga tambah lengkap karena hadirnya Mawar. Setelah liburan lama juga di Jogja, Akbar memboyong istri dan kedua anaknya ke Jepang lagi, karena tugas sebagai Dokter tidak bisa ditinggalkan begitu saja, cutinya hanya sebentar dan harus kembali lagi.


Kabir dan Ceasy juga kini tinggal di Korea, karena Ceasy harus kuliah disana. Sedangkan Syakir dan Balqis juga sedang membangun istana cinta mereka, mereka akan mulai saling mencintai demi Aminah. Airy dan Rifky juga telah masuk pesantren yang lumayan jauh dari rumahnya, jika Raihan ada di luar kota, Airy hanya di kota yang sama sekarang, namun tidak di pesantren Darussallam.


Sebelum ke Jepang, Akbar menyempatkan dulu berkunjung kerumah orangtuannya, Leah dan Ruchan. Banyak hal yang ingin Akbar tanyakan sesaat dirinya tugas diluar kota. Karena dari cerita Fatim, Leah terus saja menangis mendengar Akbar tidak ada kabar selama itu. Tubuhnya juga semakin kurus saja memikirkan anaknya yang tidak kunjung ada kabar.


"Bang, kita nggak bilang dulu loh ke Mama kalau kita mau kesini" Kata Fatim.


"Stt, aku sembunyi dulu, kamu nanti bilang ya kalau kamu punya hadiah yang gede gitu" Kata Akbar.


Akbar pun mencium pipi Fatim, lalu bersembunyi di samping rumah, setelah Fatim mengucapkan salam, Leah langsung membalas salamnya dan membukakan pintu.


"Ehh, ada cucu-cucu Uti yang ngganteng dan cantik, masuk yuk" Kata Leah langsung menggendong Mawar, tidak lupa mencium Falih juga.


Sejak tadi Falih tak bisa menahan tawanya, Falih sulit di saja bekerja sama sampai ia terkentut karena menahan tawanya. Takut kejutannya gagal, Fatimpun memberi kode kepada Leah agar Akbar masuk.

__ADS_1


"Oh ya Ma, Fatim ada oleh-oleh besar buat Mama" Kata Fatim dengan suara keras.


"Emang apa oleh-olehnya, kok ngomongnya nge gas gitu sih. Nggak usah repot-repot lah" Kata Leah.


"Assallamualaikum...." Salam Akbar dengan lembut.


Mendengar suara yang tidak asing di telinga Leah, Leah langsung menengoknya keluar. Nampak Akbar yang sudah tersenyum manis di depan pintu, Leah sampai nganga karena ia belum percaya jika itu adalah Akbar. Seketika Leah berteriak kepada Ruchan dan mengatakan jika Akbar telah kembali.


Ruchan yang baru saja selesai makan pun langsung lari keluar, ia melihat Akbar dan langsung memeluknya, Ruchan juga bahagia melihat anak kesayangannya telah kembali.


........**S **E L E S A I****...........


Assallamualaikum Warahmatullahi Wabbarokatuh,


Kakak-kakak, cerita Akbar sampai disini saja ya, keluarga Akbar tetap akan beberapa kali muncul nanti di cerita Kabir. Mohon maaf jika tidak sesuai dengan apa yang kalian inginkan, namun ini sudah sesuai dengan kemampuan aku. Misteri-misteri Ceasy dan Balqis yang belum terpecahkan akan ada di cerita Kabir ya kakak-kakak. "Menggapai Cintamu" jangan lupa mampir di cerita "Perfect Paradise" cerita Airy dan Raihan remaja. Ini khusu Akbar, dan memang sudah prosedur novel lanjutan harus ganti judul.


Bukan lompat-lompat ya kak, karena di cerita Airy murni cerita mereka di pesantren lain. Dan tidak ada sambungan dari cerita sebelumnya, terima kasih jika berkenan mampir.

__ADS_1


Wassallamualaikum warrahmatullahi Wabbarokatuh


__ADS_2