Suara Hati

Suara Hati
Bab, 8


__ADS_3

Membuat Niki Kesal.


Besok adalah ulang tahun Niki, Akbar dan Yasha menyiapkan kado spesial untuk Niki, dan menyiapkan tempat yang indah untuk Niki. Namun mereka berdua berencana untuk mengerjai Niki terlebih dahulu.


"Sebenarnya sih, dalam hidupku merayakan ulang tahun itu gak ada gunanya, karena umur kita berati berkurang satu tahun. Dan mendekati kepada kematian" Kata Akbar.


"Benar juga sih, kalau di logika pun gitu. Tapi ini sudah jadi rahasia umum bukan. Kita tinggal di kawasan yang mayoritasnya penyembah matahari, Budha dan Yesus. Kita harus menghormati Tuhan mereka dong. Sesama muslim seperti aku pun merasa ulang tahun tak perlu di rayakan" Kata Yasha.


"Sudahlah, kita ikuti saja apa kata sahabat-sahabat nya Niki, kita memang harus saling menghormati kan? Rasis namanya jika kita mau egois tentang agama, gak etis" Kata Akbar.


Dua gadis yang disebut dengan para sahabat Niki pun datang dengan membawa banyak balon dan trompet yang kecil tapi bersuara nyaring.


"Aku dan Oshi akan ke bukit untuk merangkai ini semua, karena kita tidak bekerja hari ini. Kalian berdua yang mengerjai Nikinya? " Kata Jesicca.


"Ah baiklah, sudah sana pergi. Jam segini biasanya Niki sudah didepan gerbang kampus" Kata Yasha.


"Baiklah sampai ketemu nanti ya?" Kata Jesicca dan Oshi.


Jesicca dan Oshi sangat semangat dalam mengerjakan tugas itu, mereka adalah sahabat sejak kecil Niki. Dan Oshi naksir dengan Yasha.


Agama mereka pun juga berbeda-beda, namun mereka tak menjadikan perbedaan itu menjadi halangan bagi mereka berteman, malah mereka saling berbagi ilmu tentang agama mereka masing-masing.


Akting dimulai,


Siang hari ketika makan siang, seperti biasa Niki menghampiri Akbar ke kelasnya. Namum hari itu, Niki tak melihat Akbar sama sekali. Niki bekerja paruh waktu menjadi guru les privat Matematika di kampus itu, sedangkan Akbar menjadi guru Bahasa Indonesia di kampus yang sama.


"Maaf, mau tanya. Akbar dari kelas ini sudah keluar belum ya?"Tanya Niki.


"Oh, senior gak ngajar hari ini kak. Katanya ada jadwal bedah. Permisi ya!" Kata Mahasiswa itu.


"Aihh, kemana Abang ya? Aku telfon gak diangkat. Dia baik-baik saja gak ya? Sepertinya aku harus susul dia kerumah sakit deh" Gumam Niki khawatir.


Ternyata memang Akbar dan Yasha sedang di ruamah sakit, mereka ada panggilan darurat. Niki merasa lega telah melihat Akbar baik-baik saja.


"Ah leganya, tapi kenapa dia gak ngabari aku ya? Biasanya apapun yang akan dia lakukan mesti kabari aku dulu!" Batin Niki.


"Ah mungkin dia terlalu sibuk saja!" Kata Niki.


Niki berencana ingin mengajak makan siang Akbar dan Yasha bersama saat itu, namun seperti rencana yang sudah di rencanakan. Akbar dan Yasha begitu cuek kepada Niki. Niki belum menyadarinya, ia fikir pasti mereka berdua sedang capek


"Yasha, Abang! Kalian udah makan siang kah?" Tanya Niki.


"Ini mau makan siang, tapi aku udah ada janji dengn seseorang untuk menemaninya makan siang. Jadi kali ini kamu makan siangnya dengan Yasha aja ya. Assallamualaikum" Kata Akbar pergi.

__ADS_1


"Waalaikum sallam, bagaimana Nik? Jadi makan siang bareng aku gak?" Tanya Yasha.


"Apa boleh buat, aku juga sudah sampai disini juga!" Kata Niki terlihat murung.


Saat mereka makan berdua, Niki sangat tidak bersamangat, tak biasanya juga Akbar bersikap cuek seperti tadi. Niki mulai merasa kalau sahabatnya sudah melupakan hari ulang tahunnya.


➖➖➖➖➖➖➖➖


"Yasha, Abang kenapa sih? Memangnya dia makan siang sama siapa? Kok gak di ajak sekalian bareng sama kita sih?" Tanya Niki.


"Kurang tau kalau siapanya, yang pasti cewek Nik. Cantik banget deh pokokknya" Kata Yasah memanasi Niki.


"Ohhh gitu ya!" Kata Niki terlihat sedih.


"Oh ya Nik, malam natal kamu mau kemana?" Tanya Yasha.


"Gak ada yang mengajakku pergi. Bahkan Jesicca dan Oshi pun tak ada kabar sampai sekarang. Biasanya malam natal aku habiskan bersama mereka" Kata Niki masih muram.


"Bagaimana kalau kamu mengajak Akbar saja?" Usul Yasha.


"Kamu gila ya? Dia tak merayakan natal tau, bukankah kamu juga begitu? Aneh deh ah!" Tiba-tiba Niki kesal.


"Lah santai aja kali Nik. Kan cuma jalan-jalan, gak ngrayain juga!" Kata Yasha.


"Assallamualaikum, ada apa Sha?"


"Malam Natal ada acara gak? Kita jalan yuk, dengan Niki, Jesicca dan Oshi juga bagaimana?" Tanya Yasha, dalam batinya ia tertawa terbahak-bahak.


"Ah aku gak bisa! Aku udah ada janji sama seseorang!"


"Siapa Bar? Kamu udah jadian sama cewek itu?" Tanya Yasha melirik ke arah Niki yang sudah sangat kesal.


"Ah masih tahap pendekatan, dan Malam Natal mungkin akan jadi hal yang bersejarah antara aku dan dia"


"Wah hebat Bro!! Orang mana sih dia?" Tanya Yasha.


"Orang Indo lah, ini aku sedang bersama dengannya. Lain kali aku akan kenalkan pada kalian"


Niki pergi meninggalkan Yasha begitu saja, ia sangat kesal kepada Akbar yang mementingkan urusan pribadinya ketimbang sahabat-sahabatnya.


Akbar pun menghampiri Yasha setelah tau Niki pergi.


"Marah dia?" Tanya Akbar.

__ADS_1


"Sepertinya sih gitu!" Jawab Yasha.


"Gak tega lihatnya ah, udahan ya. Demi Allah deh gak tega" Kata Akbar.


"Halah santai aja, sebentar lagi juga!" Kata Yasha.


"Sebentar lagi gundulmu! Ini baru setengah hari. Masih ada sore, malam, lalu baru tengah malam" Kata Akbar memukul lengan Yasha menggunakan majalah.


Baru saja ingin bercanda ria, Akbar dan Yasha menerima panggilan operasi bedah saat itu juga. Mereka berduapun bergegas menuju ruang operasi untuk memenuhi panggilan itu.


Disisi lain, Niki sedang menangis. Perasaan yang ia pendam sejak masuk universitas hingga sekarang harus pelan-pelan mengalah. Karena Niki menganggap bahwa Akbar sudah memiliki wanita yang ia sukai.


"Aku gak boleh nangis, yang kuat dong Nikita. Kamu itu kuat. Sebelum Abang jadian sama cewek itu, kamu masih memiliki kesempatan!! Semangat Nikita!! Semangat!! " Kata Niki diri sendiri.


"Tapi aku pengen nangis, hiks hiks hiks, hatiku sakit. Sangat sakit!!! Abang, andai kau tahu perasaanku Bang" Tangisan Niki semkin kencang.


Jagankan untuk mengucapakan slemat ulang tahun, bahkan tidak ada yang mengingat akan ulang tahunnya, sungguh tragis. Dalam fikirnya.


Sampai malam pun Niki di buat hancur hatinya, sampai pada akhirnya, Niki mendapat kabar bahwa Akbar di culik dan dibawa di sebuah gunung nan rimbun.


Niki langsung bergegas ke alamat yang dituju, selama kurang dari 2 jam, akhirnya Niki dan Yasha pun sampai tujuan. Yasha pura pura tidak mengerti apapun.


"Abang!!!!" Teriak Niki.


"Woy, ini hutanlah. Kenapa kau berteriak? Jika makhluk halus yang datang menyerupai Akbar bagaimana?" Kata Yasha.


"Yasha ah!!" Teriak Niki.


Niki.....


Niki


.


Niki...


"Sha, kayak yang manggil aku deg? Dengerin deh" Kata Leha.


"Mana ada, kuping kamh mungkin yang kurang berfungsi" Ejek Yasha.


Niki semakin ketakutan hingga menangis karena takut akan hal ghaib. Ia pun menangis semakin keras dan ketakutan sekali. Nama yang sering ia sebut adalah Akbar. Namun Akbar yang sudah ada di balik pohon tak juga mendekatunya.


"Kejutan!! SeLamat Ulang Tahun!!!!"

__ADS_1


__ADS_2