Suara Hati

Suara Hati
Bab. 116


__ADS_3

Sekitar hampir 3 jam Akbar selesai, ia segera membersihkan diri dan segera ke ruangannya untuk menemui istrinya. Namun, ia dihadang oleh Dara dengan seribu alasan agar Akbar tidak segera menemui Fatim.


"Dokter tolong lihat dulu laporan pasien ini" Kata Dara menyodorkan laporannya.


"Ini juga kamu nggak bisa menangani?" Tanya Akbar.


"Maaf, tapi sekalian saja Dokter yang memeriksanya" Kata Dara.


"Suster, tolong bawa ini keruangan Dokter Yasha ya, ini pekerjaannya. Saya harus segera ke ruangan saya untuk mengechek laporan saya sendiri" Kata Akbar memberikan laporan itu kepada Perawat.


"Permisi!" Akbar segera pergi meninggalkan Dara di depan ruang operasi.


Sesegera mungkin Akbar berjalan menuju ruangannya dan menemui Fatin. Sebelum itu, Ia menelfon Niki atau Oshi terlebih dahulu untuk membawakan atau membelikan baju untuk Fatim ganti.


"Sory Bang, aku ada kelas pagi. Coba aku hubungi Oshi ya. Siapa tahu dia bisa. Siang nanti aku jemput Fatim."


"Ok, terima kasih ya" Kata Akbar.

__ADS_1


"Jam berapa ini? Aihhh baru jam segini juga. Aku telfon Oshi nanti saja lah" Kata Niki meneruskan tidurnya.


Setelah Akbar masuk ke ruangannya, ia tidak melihat Fatin ada di sana. Ia terus memanggilnya, namun tidak ada jawaban sama sekali. Saat ia hendak mencari keluar, Akbar melihat sendal Fatim ada di samping ruangan rahasia nya.


"Oalah, disana ternyata. Pasti masih ngantuk dia, aku gangguin ahhh" Kata Akbar.


Melihat istrinya yang tertidur pulas, Akbar langsung memeluknya dari belakang dan segera memejamkan matanya.


"Abang?" Kata Fatim berusaha melepaskan pelukan Akbar.


"Sttt, seperti ini aja dulu. Nikmatnya punya istri" Kata Akbar dengan tangannya yang mulai nakal.


"Sstt, kita bobok lagi aja ya" Kata Akbar mengecup pipi Fatim.


Tidak terasa hari sudah pagi, mereka berdua tertidur sampai tidak sholat subuh. (Kek Abi Ruchan dong). Fatim membangunkan Akbar dan memintanya segera bangun.


"Bang, Abang bangun. Kita nggak kebagian sholat subuh ini" Kata Fatim.

__ADS_1


"Astaghfirullah hal'adzim. Akhirnya aholatku tertunda gara-gara pertempuran semalam. Biasanya aku nggak kayak gini loh" Kata Akbar.


"Tadi ada yang masuk, tapi kayak nya keluar lagi deh. Coba Abang check" Kata Fatim.


Akbar pun keluar dan segera melihat siapa yang baru saja datang. Ternyata ada sebuah bingkisan yang di dalamnya ada baju perempuan dan sebuah jilbab. Akbar berfikir kalau ini dari Niki atau Oshi. Di samping bingkisan itu juga ada sebuah tulisan di secarik kertas. Bertuliskan 'Aihh, kalian membuat kaum jomblo tersiksa. Oshi'


Ternyata pakaian itu dari Oshi, lalu Akbar menyuruh Fatim untuk mandi, karena Akbar salah satu Dokter terbaik di rumah sakit itu, ia memiliki ruangan yang ada kamar mandi pribadi di sana.


"Sayang, ini baju ganti buat kamu. Kalau mau mandi, kamar mandinya ada di sana. Kamu tunggu disini ya, aku mau membelikan sarapan dulu untuk kita" Kata Akbar mengecup kening Fatim.


"Jangan lama-lama, nanti aku kangen" Kata Fatim menahan tangan Akbar.


"Ihh lucunya kamu, pengen cium" Kata Akbar langsung mencium bibir Fatim.


Dara melihat mereka sedang berciuman di depan ruangan Akbar. Ia sangat kesal, niatnya keruangan Akbar ingin membawakan sarapan untuknya, namun ia malah mendapat sarapan yang lebih mengejutkan itu.


"Bahkan kalian bemersaan di ruangan kerja, dan di depanku juga? Aku harus bertindak" Kata Dara pergi.

__ADS_1


Ia membuang semua makanannya di tempat sampah, kesal dan sangat kesal. Ia pun masuk ke ruangannya dan semua barang di sana ia obrak-abrik semuanya.


__ADS_2