
Karena kecantikan Sarah yang begitu mengagumkan, seorang raja jahat bernama Raja Fir'aun ingin mempersuntingnya sebagai selirnya. Namun, karena kuasa Tuhan dan doa-doanya yang begitu tulus, Sarah bisa lepas dari raja Fir'aun. Oleh raja itu bahkan ia diminta pulang dan diberi hadiah seorang budak bernama Hajar yang suatu saatnya nanti menjadi istri Nabi Ibrahim As dan melahirkan seorang Nabi mulia yakni Nabi Ismail.
"Tapi Ustad, aku ini manusia biasa. Jika suatu saat kau menikah lagi dengan wanita lain, aku tidak bisa menerima itu. Aku ini wanita yang egois Ustad, walaupun kita belum saling mencintai, tapi aku tidak bisa berbagi suami dengan wanita manapun" Kata Balqis.
"Bukam itu yang ku maksud, Sarah itu bisa memiliki keturunan karena kesabarannya, ia dikaruniai seorang anak yang kemudian diberi nama Ishaq. Nabi Ishaq sendiri adalah ayah dari Nabi Ya'Qub. Dan Ya'qub adalah ayah dari Nabi paling tampan sepanjang masa yakni Nabi Yusuf, di usianya yang tidak lagi muda, takni 99 tahun ketika di karunia Nabi Ishaq" Jelas Syakir.
"Tapi aku tidak memiliki rahim. Rahimku di angkat 5 tahun lalu, dan aku bukanlah wanita baik-baik. Aku pernah melakukan Zina dengan laki-laki yang bukan mahramku, aku juga pernah hamil dan itu asal mula rahimku diangkat" Kata Balqis.
Syakir tediam, ia menunuduk dan meghela nafas panjang. Begitu suramnya masa lalu Balqis, gadis seorang Balqis ini perlu di angkat derajatnya, agar ia bisa menjalani hidup dengan tenang.
"Diam kan? Nggak ada yang mau sama aku Ustad, fisik aku Ok, tapi semua di dalamku udah hancur, jadi Ustad nggak usah khawatir. Carilah istri sesuai denganmu, aku akan usahakan sering mengunjungi Aminah kesini. Aku janji!" Kata Balqis.
"Yang kumau hanya kamu menjadi istriku, dan Uminya Aminah, itu saja. Apapun kekuranganmu, aku anggap semua itu adalah kelemahanku. Tolong, menikahlah denganku, kita belajar untuk saling mencintai setelah pernikahan" Kata Syakir meyakinkan Balqis.
__ADS_1
"Tapi...." Kata Balqis.
"Demi Aminah" Kata Syakir meyakinkan.
"Aku akan tetap pulang ke Singapura Ustad, aku tunggu kabar baik darimu" Kata Balqis.
Setelah itu, Syakir memanggil Kabir dan Aminah untuk makan bersama. Hari sudah menjelang sore, mereka pun bergegas untuk pulang, karena Kabir ada janji menjemput Ceasy pulang sekolah.
Waktu sudah sangat mepet sekali, terpaksa Kabir harus menjemput Ceasy menggunakan motor, agar lebih cepat sampai kesekolah Ceasy. Di depan gerbang, Ceasy sudah menunggu Kabir disana.
"Waalaikum sallam, lama banget sih Kak" Kesal Ceasy.
"Maaf, jadi pupang bareng nggak? Kalau nggak aku mau pulang aja" Kata Kabir.
__ADS_1
"Eh jadi dong, kita ke taman kota ya. Ada sesuatu yang perlu aku urus disana" Alasan Ceasy.
Tiba-tiba Varo muncul dari belakang Ceasy dengan sangat santai.
"Jangan lupa telfon aku" Kata Varo sambil mengemudi motor sport nya.
Kabir menatap Ceasy dengan wajah datar, fikir Ceasy, Kabir pasti salah faham terhadapnya. Kabir pun mengemudi dengan kecepatan tinggi saat itu, membuat Ceasy mau tidak mau harus pegangan perut Kabir. Kabir kaget, ia berhenti dan meminta Ceasy untuk melepas pegangannya.
"Siapa suruh ngebut. Nggak nempel juga kan? Ribet amat sih Kak" Kesal Ceasy sambil merapikan jilbabnya.
"Jangan seperti ini lagi. Aku tidak suka" Kata Kabuir dingin.
"Iya, iya. Ayo buruan, keburu hujan nanti" Kata Ceasy.
__ADS_1
Kabir pun menyalakan motornya, dan melaju lebih hati-hati sebelumnya. Ia sengaja mengatakan itu, karena memang sudah tidak selayaknya Ceasy memeluk Kabir dari belakang seperti itu, itu bisa memancing hawa nafsunya.