Suara Hati

Suara Hati
Bab. 159


__ADS_3

"Apa kamu bilang? Kamu udah ketemu sama Nisa?" Bisik Aisyah.


Ceasy mengangguk.


"Seperti apa wajahnya?" Tanya Aisyah.


"Nggak ada!" Jawab Ceasy.


"Mana ada nggak ada!" Kata Aisyah sedikit ngegas.


Semua orang yang sedang bercengkrama mendengar perkataan Aisyah dan menoleh, Aisyah pun tersenyum terpaksa melihat Mamanya mengeluarkan tanduk kecilnya. Lalu Aisyah dan Ceasy berbicara lewat pesan.


"Yang benar kamu lihat Nisa? Tambah cantik kah? Mana kami bilang nggak ada wajahbya lagi. Kan kakak jadi kaget.


"Haih, maksudku nggak ada itu, aku tidak melihat wajahnya dengan jelas, karena dia menggunakan Niqab." Jawab Ceasy.


Pertemuan itu berjalan dengan lancar, Nisa juga keluar menemui keluarga Kabir. Kabir sangat pangkling, karena Nisa berbeda dengan yang dulu, sebelumnya Nisa adalah gadis aktiv seperti Ceasy saat sekolah, setelah ia belajar di Kairo bersama dengan Syakir dan Seto, ia menjadi seorang muslimah yang taqwa. Memakai niqab dan selalu jaga jarak dengan laki-laki yang bukan mahromnya.


Nisa juga bersuara lembut, bahkan saat di ajak mengobrol berdua dengan Kabir, ia menolaknya. Apapun yang ingin Kabir katakan harus didepan semua keluarga. Lagi-lagi Ceasy terkentut di tengah-tengah keluarga itu, dan kali ini yang di salahkan adalah Aisyah.

__ADS_1


Tuuuuut.


Suara kentut Ceasy.


"Ih Kak Aisyah kentut ih. Nggak sopan tau Kak, ayo minta maaf" Kata Ceasy.


"Kok Kakak sih?" Tanya Aisyah.


"Ehem Nak Ceasy, this ok! Nggak papa, biasanya kentut itu karena grogi atau cemburu gitu heheheh. Hayoooo jangan-jangan Nak Ceasy ini suka ya sama Mas Kabirnya" Kata Ayah Nisa.


"Memang iya Gus, tapi mau bagaimana lagi, cintaku hanya sepihak. Tunggu aku sukses aja, dan bawa pulang jodoh dari Korea nanti hehehhe" Kata Ceasy dengan senyuman manisnya.


Semua orang pun tertawa, terkecuali Kabir. Ia seperti tidak suka jika Ceasy mengungkap isi hatinya kepada semua orang. Ia merasa sudah jahat jika menolak cinta Ceasy, namun bagaimanapun juga di mata Kabir, Ceasy adalah adik kecilnya yang selamanya akan menjadi adiknya.


1 bulan berlalu, semua berjalan dengan alur kehidupan yang ada, Kabir masih tetap tinggal bersama Syakir dan Aminah. Sedangkan Ceasy juga sekarang giat belajar, karena seminggu lagi akan ada Ujian Nasional di sekolahnya.


Sementara itu, Rifky sedang berada di Korea, mendaftarkan Ceasy di universitas disana terlebih dahulu. Dan siap merapikan rumah yang akan di tinggali oleh Ceasy. Begitupun dengan Syakir yang masih bingung dengan keputusan masa deoan Aminah.


Malam itu, setelah selesai sholat Isyak, Syakir terburu-buru ingin pulang kerumah, namun di tengah perjalanan pulang, ia di hadang oleh Febri. Gadis yang hendak di jodohka dengannya dari Ilham.

__ADS_1


"Asaallamualaikum, Ustad!" Ucap Febri sambil berlari terbirit-birit menyusul langkah Syakir.


"Waalaikum sallam," Jawab Syakir.


"Ustad, saya mau tanya. Bagaimana dengan perjodohan kita?" Tanya Febri dengan percaya diri.


"Maaf Febri, saya nggak bisa menerima perjodohan itu. Maaf sekali, semoga kamu mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari saya. Assallamualaikum" Kata Syakir langsung pergi.


"Ustad! Tapi saya hanya mau Ustad, saya hanya mau menikah dengan Ustad. Saya kurang apa sih Ustad, saya juga rela jadi santri disini sejak kecil. Dan saya yakin, Ustad itu menaruh hati dengan saya, buktinya Ustad selalu baik dengan saya" Kata Febri mulai ngotot.


"Maaf Febri, tapi saya benar-benar tidak bisa" Kata Syakir mencoba membuat Febri mengerti.


"Ini semua karena Balqis kan? Ustad suka kan dengan gadis pembawa sial itu?" Kata Febri lantang.


Plaakkk...


Tamparan keras untuk Febri dari Ustadzah Nia. Ustadzah Nia mempersilahkan Syakir untuk kembali, lalu menarik tangan Febri untuk memberinya hukuman.


Asallamualaikum...

__ADS_1


Kakak kakak, silahkan kunjungi "Perfect Paradise" kisah Airy dan Raihan yaaa....


Dan iya, setelah ini saya mau bikin cerita lompat bulan, apakah para kakak-kakak setuju jika Suara Hati ini saya lanjut dengan kisah Ceasy dan Kabir?. Mengenai susahnya buat novel baru sekarang, dari pada harus saya tamatkan? Mohon kakak-kakak kasih saran ya.. Wassallamualikum...


__ADS_2