
Pagi hari Akbar sudah beriap-siap akan berangkat lagi ke Jepang, Leah sangat ingin Akbar tinggal, tapi Sandy masih sediri disana, ia juga belum bisa menemukan jodoh yang pas untuk dirinya. Namun akhir-akhir ini, Sandy sering menghabiskan waktu dengan Irene, hmm apakah cinta lama akan bersemi kembali?.
"Udah siap semuanya, sip! Tinggal jemput Fatim. Eh ada pesan dari Fatim nih" Kata Akbar sambil mengeluarkan kopernya.
"Assallamualaiku. Gak usah jemput, aku akan tunggu di Bandara saja. Aku berangkat dulu ya,"
"Siap nyonya, tunggu aku disana" Balas Akbar.
"Wihh yang mau ninggalin Mamanya lagi, kayak nya seneng banget deh" Kata Leah.
"Mama, ndak dong Ma. Abang pergi kan karena bekerja, senyum dong. Kalau Mama kangen, Mama berkunjung dong kesana" Kata Akbar.
"Dikira jaraknya hanya sampai alun-alun apa? Jauh Bang, ongkos juga harus siap banyak!" Kata Leah mencolek hidung Akbar.
"Ya udah Abang berangkat dulu ya Ma. Abi!! Ababg berangkat ya, minta uang saku dong" Kata Akbar berteriak.
"Ih udah dewasa juga, masih minta saku. Assaallamualaikum Om Abang" Kata Raihan.
__ADS_1
Airy dan Raihan datang bersama Leah dan Rifky, mereka juga tidak ingin ketinggalan saat Akbar hendak berangkat lagi ke Jepang.
"Waalaikum sallam, anak kecil ikut-ikut an aja." Kata Akbar.
"Nih uang sakunya. Cukup kan?" Tanya Ruchan memberikan uang kepada Akbar.
"Lah, dua ribu cuma bisa parkir doang dong Bi. Masa iya anak yang ganteng gini berangkat ke Jepang di kasih uang dua ribu sih?" Kata Akbar.
"Eh Om Abang harus bersyukur loh. Uang dua ribu bisa buat ngenyangin perut juga kali" Kata Airy.
"Masa sih?" Tanya Akbar.
"Novel ini di sponsori oleh minuman Oky Jely drink hahha" Kata Rifky sambil tertawa.
Setelah bercanda ria dengan keluarga. Akbar berpamitan akan segera berangkat ke Bandara. Karena, di sana juga sudah ada Fatim yang telah menunggunya.
Jantung Akbar berdetak sangat kencang, berdebar sangat kuat. Ia mulai merasakan ada perasaan kepada Fatim, senyumannya terpancar di wajahnya. Hingga mengabaikan Syakir yang sedang menyetir di sampingnya. Bahkan senyuman itu masih bertahan sampai di Bandara.
__ADS_1
"Emm pantes kumat. Udah ada yang menunggu rupanya? Pantesan juga tadi keluarga mau nganter banyak alasan" Kata Syakir yang sudah melihat.
"Opo seh?" Kata Akbar membuka bagasi mobilnya.
Pertemuan Akbar dan Fatim membuat Syakir ingin sekali mengatakan tentang perjodohannya dengan Ika, karena perjodohan Akbar, dimata Syakir terlihat berhasil.
"Fatim mau pulang sendiri atau bareng aku?" Tanya Syakir.
"Aku bawa motor kok Mas, nanti aku pulang sendiri aja" Kata Fatim.
"Ya udah Bang, aku pamit dulu ya. Maaf gak bisa nganterin Abang sampai ke dalam. Janji ya tiga bulan lagi pulang." Kata Syakir mencium tangan Syair (Kek bocah aja, iya lah Syakir kan adiknya Akbar yang mana jika ingin pergi harus cium tangan dulu).
"Assallamualaikum"
"Waalaikum sallam"
"Abang akan pulang tiga bulan lagi? Memang segampang itukah dapat cuti di luar negri? Setahuku cuti itu dua tahun sekali, atau boleh cuti saat ada hal yang penting mendesak gitu" Kata Fatim.
__ADS_1
"Tiga bulan kedepan memang ada hal penting Fatim, tunggu aku pulang ya" Kata Akbar.
Mereka berbincang sambil berjalan, banyak hal yang mereka bincangkan. Sengaja berangkat satu jam lebih awal hanya untuk menghabiskan waktu berdua. Sampai tiba waktunya Akbar harus pergi.