
Adzan subuh telah berkumandang, memanggil seluruh umat muslim. Subuh itu hujan masih sangat deras mengguyur kota. Namun tidak bisa bermalas-malasan bangun bagi Syakir. Ia bersiap-siap untuk bergegas ke masjid untuk melakukan sholat subuh berjama'ah.
"Kamu mau ke pesantren atau sholat di rumah Dek?" Tanya Syakir.
"Biasanya, Bu, eh. Mama sholat subuh dimana?" Tanya Ika balik.
Tok, tok, tok.
"Assallamualaikum, Syakir, Ika. Sholat subuh berjama'ah yuk" Kata Leah dari luar pintu kamar Syakir.
Syakir tersenyum dan memutarkan bola matanya.menunjukkan bahwa Mamanya sudah mengajak mereka sholat subuh berjama'ah.
Ika pun balik tersenyum, sebelumnya Rifky merasakan Ayah mertua yang baik hati. Sekarang Ika juga akan merasakan Ibu mertua idaman bagi semua menantu.
Leah dan Ika mengobrol banyak hal ketika berjalan menuju pesantren. Ika tidak menyangka, Leah akan sangat baik padanya. Selama ini ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu, dan kini ia dapatkan dari sang Ibu mertua.
"Alhamdulillah hirrobbil'alamin. Ya Allah, aku sangat beruntung memiliki keluarga Ustad Syakir. Kedua mertuaku juga sangat baik hati, aku juga memiliki saudara yang banyak, yang penuh kasih sayang seperti ini. Alhamdulillah, aku tidak bisa berhenti mengucapkan rasa syukur ku kepada-Mu Ya Allah" Kata Ika dapam hati.
Mata Syakir masih kekanan kekiri mencari Akbar dan Kabir, karena saat Syakir keluar kamar tadi, ia sudah tidak melihat Akbar dan Jamil di ruang tamu.
Ternyata mereka sudah ada di masjid pesantren, duduk di samping Ruchan dan Ilham. Syakir pun menyapa mereka semua. Tidak lupa mencium tangan Ruchan, Ilham dan Akbar. Karena dalam keluarga Ruchan, seberapa besar dan tua umunya Syakir, ia harus mencium tangan Abi dan Kakak-kakaknya ketika mengucapkan salam dimana saja, dan kapan saja.
__ADS_1
"Assallamualaikum" Salam Syakir.
"Waalaikum sallam"
"Pengantin baru cie" Goda Jamil.
"Mil, masjid woy!" Kata Akbar.
"Gimana itunya, eem eem nya" Goda Jamil.
"Astaghfirullah hal'adzim, Jamil. Makanya nikah sana, biar bisa eem eem" Kata Kabir.
"Kalian udah disini aja? Tenda kenapa gak di beresin sih?" Tanya Syakir.
Ikhsan sudah datang dan siap menjadi imam. Sholat subuh berlangsung dengan khusuk, di lanjutkan dengan rutinitas tadarus yang sudah di lakukan sejak dahulu.
Kali ini Syakir juga tetap mengikuti tadarus. Ika dan Leah pulang ke rumah dan siap-siap untuk masak dan menyiapkan bekal untuk Ceasy sekolah.
"Kamu racik-racik dulu aja ya, Mama mau lihat Ceasy dulu, biasanya setelah subuhan dia tertidur lagi" Kata Leah.
Saat Leah masuk ke kamar Ceasy, Ika pun mulai racik-racik bahan untuk membuat sarapan. Kali ini ia sangat semangat memasak, ini kali pertama ia memasak untuk suami dan keluarga barunya.
__ADS_1
15 menit berlalu, semua sarapan sudah siap. Semua para lelaki juga sudah pulang dari masjid dan sedang mandi siap-siap melakukan aktivitasnya masing-masing.
Leah malah bingung melihat tingkah Akbar yang sejak tadi terlihat tidak tenang. Dia juga membiarkan ponselnya di letakkan di meja ruang tengah begitu saja.
"Kamu kenapa sih Bang? Sejak tadi terlihat gugup gitu, ada apa?" Tanya Ruchan.
"Eh Abi, enggak ada apa-apa kok Bi. Papa mana?" Tanya Akbar balik agar Ruchan tidak bisa menebaknya.
"Papamu jemput pujaan hatinya" Kata Ruchan berjalan ke dapur.
"Siapa yang jemput pujaan hatinya Bi?" Tanya Leah.
"Siapa lagi kalau bukan si biang masalah itu" Jawab Ruchan.
"Oh Kak Sandy pembuat masalah ya? Abi gak usah sarapan! Abang mau sarapan gak sih? Sini dong, kita cobain masakan istri adikmu dulu" Kata Leah.
"Emm, Abang keluar dulu aja ya Ma" Kata Akbar gelisah.
"Mau apa? Mau jajan? Hargai dong usaha Ika memasak!. Kamu mau kalau Fatim nanti masak, Syakir dan Kabir gak mau makan juga?" Tanya Leah yang mulai keluar tanduknya.
"Ah Mama, kenapa wanita selalu berfikir negativ dulu sih, Abang cuma mau meng..... ah enggak jadi lah. Abang sarapan apa aja yang di masak Ika aja" Kata Akbar langsung duduk dan tersenyum terpaksa.
__ADS_1
Sebenarnya Akbar sangat gelisah, gugup dan takut jika Aisyah tiba-tiba datang pagi itu. Pasti Akbar akan kena masalah jika Aisyah datang lalu marah-marah dan Ruchan mengetahuinya. Karena pasti sang Mama singa akan mendadak amnesia kalau harus berurusan dengan Aisyah.