
Sepulang sekolah, Airy masih merasa tidak melakukan kesalahan. Ia berjalan dengan tegak dan bercanda ria dengan Raihan.
"Assallamualaikum" Salam Airy dan Raihan.
"Waalaikum sallam" Jawab Aisyah dingin.
"Gawat! Itu pasti surat dari sekolah. Hufft terima aja deh amarah dari Ami" Kata Airy dalam hati.
"Santai, ada Abang" Bisik Raihan.
Airy dan Raihan bersalaman dengan kedua orang tuannya. Terlihat Airy tidak berani memandang Aisyah, yang saat itu sudah memasang wajah datarnya.
"Setelah mandi, makan, sholat dzuhur. Lalu Raihan ngaji, dan Airy tetap di rumah. Ada yang mau Ami dan Bubu katakan" Kata Airy.
"Mi, Airy sama Raihan libur dulu ngajinya ya, hari ini kita mau ke rumah Kakung, nanti malam kan ada acara di sana. Kalian mau ikut kan?" Tanya Rifky.
"Iya Bu, Mi. Kita ke kamar kita masing-masing dulu ya. Assallamualaikum" Kata Raihan menggenggam tangan Airy.
Mereka pun masuk ke kamar dan berdiskusi, Rifky dan Aisyah mendengarkan obrolan mereka dari luar dengan mengendap-ngendap.
__ADS_1
"Kamu jangan takut ya, katakan yang jujur. Jika Ami dan Bubu tau apa yang sebenarnya terjadi, pasti tidak akan marah lagi. Airy hanya akan di nasehati, yang penting, lain kali jangan di ulangi ya" Kata Raihan dengan lembut.
Anggukan Airy membuat Raihan tersenyum, setelah mereka bersih-bersih, mereka berdua langsung makan siang dan siap-siap mengaji di pesantren. Walau pun Rifky sudah menyuruhnya libur.
"Loh, kalian mau kemana?" Tanya Aisyah.
"Kita mau ke pesantren Mi, ayo Bu! Nanti kita telat ngajinya" Kata Raihan.
"Kan sudah Bubu bilang, kalau hari ini libur dulu ngajinya. Sore ini kita siap-siap mau ke acara lamarannya Om Abang kan?" Kata Rifky.
"Rugi dong, Raihan udah hafalin banyak" Protes Raihan sambil mengerutkan dahinya.
"Ami mau tanya dulu sama Airy, dan untuk Raihan setornya bisa sama Bubu di ruang tengah, sana!" Kata Aisyah menunjuk ke ruang tengah.
Jika Raihan setor hafalan keoada Rifky di ruang tengah, Aisyah sedang mengintrogasi Airy tentang masalah yang telah terjadi di sekolahan.
"Airy, kenapa kok nunduk gitu sih? Sini duduk di samping Ami" Kata Aisyah.
Airy menurut.....
__ADS_1
"Kenapa Ami sampai dapat surat panggilan dari sekolah Airy? Dan ada laporan skors selama satu hari juga disini? Airy kenapa?" Tanya Aisyah.
"Airy berantem" Jawab Airy.
"Iya karena apa?" Tanya Aisyah masih lembut.
"Ada yang menghina Abang, Airy gak suka!" Jawab Airy.
"Lalu Airy apakan anak yang menghina Abang Raihan?" Tanya Aisyah.
"Awalnya Airy tendang kakinya, dia nantangin berkelahi di lapangan. Awalnya Airy gak mau, tapi dia terus saja menghina Abang, Airy sayang Abang, gak suka jika ada yang menghina Abang. Jadi Airy pukul deh" Kesal Airy.
Aisyah memeluk Airy dengan tenang, ia masih menahan emosi, walau sejujurnya hatinya sudah campur aduk dengan sikap Airy yang seperti itu.
"Airy, dengar nak. Ami tau jika Airy sayang banget sama Abang, Ami juga tau kalau seni bela diri Airy lebih bagus dari Abang. Tapi bukan seperti itu cara menggunakan ilmu nya" Kata Aisyah merapikan jilbab Airy.
"Terus Airy harus diam saja mendengar Abang Raihan di hina? Di kata-kata in? Dia itu nakal Mi, harus di kasih pelajaran" Kata Airy.
"Nak, jangan semuanya di selesaikan menggunakan kekerasan, cukup Airy ingatkan anak itu untuk tidak membuat kesalahan lagi. Jika dia terus saja mengulangi kesalahannya lagi, Airy cukup lapor saja kepada Ibu atau Bapak guru. Karena tugas Airy di sana itu belajar" Jelas Aisyah.
__ADS_1
"Nanti biar Bubu yang jelasin lagi ke Airy ya, Airy sahabat Bubu kan? Kita tunggu Abang selesai ngaji. Ok? Sekarang Airy ngaji sama Ami aja ya, sana wudhu dulu" Kata Aisyah.
Airy ini anak penurut jika dengan orang tuannya. Aisyah terlalu bingung jika menjelaskan suatu hal dengan Airy, karena Aisyah masih sulit untuk mengontrol emosinya, karena mereka memiliki watak dan sifat yang sama. Lain dengan Rifky, cara Rifky mendidik Airy dan Raihan hampir sama dengan Ruchan yang penuh kesabaran dan kelembutan. Sehingga anak-anaknya malah lebih bisa menerima dengan baik, apa yang mereka jelaskan.