
Wajah sumringah Akbar membuat perawat dan semua orang di rumah sakit ikut tersenyum. Hanya Dara yang tidak menyukai senyuman Akbar itu.
"Pagi Dokter Akbar, aku oihat pagi ini kau bahagia sekali" Sapa Dara.
"Oh, pagi juga Dokter. Maaf aku terburu-buru ya, permisi" Kata Akbar berlalu begitu saja.
"Oh iya silahkan!" Kata Dara dengan senyuman palsu.
"Sial, berani-beraninya dia mengabaikanku. Lihat saja nanti Akbar, dalam 1 bulan ini, aku yakin bisa membuatku bertekuk lutut kepadaku, bahkan kau akan mencampakkan istrimu yang penyakitan itu. Awas saja!" Kata Dara.
Kata-kata Dara terdengar oleh Oshi yang saat itu melintas, akhir-akhir ini memang Oshi sering ke rumah sakit hanya untuk bertemu dengan Yasha, dan pagi itu hanya ingin menemani Yasha sarapan.
"Kamu jangan macam-macam Dokter Dara!" Kata Oshi.
"Kamu! Siapa kamu? Kenapa kamu mencampuri urusanku" Kata Dokter Dara.
"Wowowo ternyata begini sifat asli Dokter kandungan yang terkenal ramah ini. Dia tergila-gila dengan suami orang dan hendak merebutnya? Kamu lahir dari mana kalau bukan dari perempuan juga Dokter?" Kata Oshi kesal.
Dara langsung pergi begitu saja dengan wajah kesal. Oshi memberitahukan kepada Niki apa yang ia dengar saat Dara ingin menhancurkan rumah tangga Akbar dan Fatim.
__ADS_1
"Fatim jangan sampai tahu hal ini. Ia baru saja akan bangkit dari ketepurukannya, kita buat Dokter itu bungkam berdua" Kata Niki.
Saat jam makan siang, Dara berniat akan mengajak Akbar makan siang bersama, ia juga membawakan makanan buat Akbar.
Tok tokk.
"Siapa?" Tanya Akbar.
"Aku Dara" Jawab Dara.
"Oh, silahkan masuk" Kata Akbar.
"Ada apa Dokter Dara?" Tanya Akbar.
"Aih, jangan sungkan. Panggil saja Dara, aku kesini membawakanmu makanan untuk kita makan siang" Kata Dara menaruh makanannya di meja.
"Aku yakin kalau istri penyakitannya itu tidak mampu untuk memasakkannya, dan walaupun memasak, oasti Akbar enggan mau makan, iyuhh" Kata Dara dalam hati.
"Wahh sayang sekali, hari ini aku bawa bekal dari istriku. Sebaiknya......." Kata-kata Akbar terpotong karena Niki memanggilnya.
__ADS_1
"Bang!" Teriak Niki.
"Niki, masuk gih" Kata Akbar.
"Nih kamu lupa bawa minuman kamu. Eh ada dua tiga kotak makan nih, aku satu ya" Kata Niki mengambil satu kotak makan yang Dara bawa.
"Culametan!" Kata Dara menepuk tangan Niki.
"Permisi!" Kata Dara langsung pergi.
"Kasar banget tuh Dokter. Cul culametan apaan soh Bang?" Tanya Niki.
"Aku juga nggak tahu, aku makan dulu ya" Kata Akbar.
"Cie yang makan dari siang dari istri tercinta. Aku pergi dulu ya, hari ini aku akan mengajar kelas tambahan lagi. Bye!" Kata Niki keluar dari ruangan Akbar.
Dara sangat kesal karena Akbar menolak makanan yang ia bawa, namun mau menerima minuman dari Niki. Dara belum tahu siapa Niki itu, yang ia tahu bahwa Niki itu saingannya yang akan merebut Akbar darinya.
"Sialan, kenapa sih tu perempuan? Akbar malah menerima air minum darinya dari pada makananku. Dan kenapa juga dia bawa bekal dari istri penyakitannya itu. Dan kenapa juga perempuan itu memanggil Akbar dengan sebutan Bang? Ahhhhh kesel gue" Kata Dara kesal.
__ADS_1
Akhirnya Dara pun membuang semua makanannya, berharap ia nanti akan sakit dan Akbar akan perhatian dengannya. Karena terakhir ia melihat ada perawat yang sakit karena dehidrasi, Akbar siaga menolong dan merawatnya.