
Balqis berusaha menyesuaikan diri dengan berkumpul dengan Aisyah, Sera, Ika dan Fatim disana. Walaupun ada beberapa bahasa yang berbeda yang mereka pakai, namun Balqis adalah sosok gadis yang pandai bergaul. Dengan cepat ia sudah bisa akrab dengan Aisyah.
"Kak Ais anaknya udah tiga kan? Nggak repot gitu ngurusnya?" Tanya Balqis.
"Haha ya enggak dong, kan masih ada Mama dan Abiku yang bantuin ngurusin mereka. Kamu kapan nikah?" Kata Aisyah.
"Aih si Kakak, aku mana kefikiran menikah. Pacar aja nggak punya, mau nikah sama siapa coba" Kata Balqis.
"Masih usia 20tahun juga gini. Mau memperdalam ilmu agama kata si Papa" Sambung Balqis.
"Eh aku juga umur 20 tahun loh tahun ini" Kata Ika.
"Waw, kalian memang luar biasa, aku bangga memiliki saudara seperti kalian. Pengen peluk" Kata Balqis memeluk Aisyah.
Acara telah usai, rencana Dara sudah akan dimulai. Ia menyiapkan mobilnya untuk membawa Fatim pergi dan melukainya, agar Akbar tidak bisa di miliki dengan siapapun.
__ADS_1
Namun, Dara melihat Fatim dan Akbar baru melintas di depannya. Ia pun langsung menelfon orang suruhannya dan meminta foto wanita tersebut. Karena orang suruhan Dara salah target, Dara menjadi marah besar. Harusnya yang mereka bawa adalah Fatim, namun mereka menangkap Ika yang saat itu memang memakai baju dengan warna yang sama.
"Kalian bodoh! Kalian salah orang, dia istri adiknya Akbar. Lepaskan dia di pinggir jalan, jangan sampai dia tahu wajah kalian" Kata Dara marah.
"Tapi Bos..."
"Aku adalah Dara Kusuma, turuti saja perintahku. Turunkan dia dan segera culik Fatim, foto wanita itu sudah aku kirim ke ponsel kalian masing-masing" Kata Dara.
Tidak sengaja Ceasy dan Jamil mendengar semua yang dikatakan Dara, mereka pun segera kembalu kerumah dan memberi tahukan kepada semua orang rumah.
"Assallamualaikum, gawat kak gawat semuanya" Kata Ceasy dengan nada terengah-engah.
"Mbak Ika di culik!" Kata Ceasy.
Semua langsung diam, mereka baru sadar kalau Ika belum kembali dari luar. Katanya ingin mengangkat jemuran bayinya.
__ADS_1
"Kamu yang benar Ces" Kata Syakir mulai panik.
"Siapa yang nyulik?" Tanya Akbar.
"Namanya Dara Kusuma, dia pakai mobil warna merah cepat ayo kejar, pakai motor aja. Kalian ikut aku!" Kata Jamil langsung lari.
Akbar, Jamil, Rifky, Syakir dan Balqis mengendarai sepeda motor, sedangkan Ruchan, Arifin dan Farhan mengikutinya dengan mengendarai mobil. Sementara itu, Leah menghubungi polisi untuk melaporkan atas penculikan Ika. Baru saja ada kebahagiaan sekarang ada kekacauan gara-gara Dara.
Dengan segenap usaha, akhirnya mobil yang membawa Ika terkejar oleh Jamil, Syakir dan Balqis. Sedangkan Akbar dan Rifky memburu Dara yang sudah ada di jalan menuju bandara, Dara sudah menyadari bahwa Akbar akan tahu setelah melihat Ceasy saat Ceasy lari.
"Berhenti woy! Berhenti. Kak halangi di depan, kita salip mobil ini!" Teriak Balqis yang berboncengan bersama Jamil.
"Rebes pokokke lah" Kata Jamil menambah kecepatan motornya.
Jamil berhenti tepat di depan mobil penculik itu, karena pengemudi menge-rem dengan mendadak, Ika yang masih dalam pengaruh bius terbentur hingga keningnya berdarah.
__ADS_1
Syakir langsung turun dari motor dan membuka pintu mobil belakang, Balqis memukul salah satu penculik itu. Balqis bisa bela diri, pukulan demi pukulan ia lontarkan, bagian perut dan wajah penculik itu habis oleh pukulan Balqis.
Karena Syakir sedang sibuk membuat Ika sadar, dari belakang ada salah satu dari komplotan penculik itu yang hendak memukulnya, namun berhasil di halangi oleh Balqis, dan hasilnya Balqislah yang terkena pukulan balok kayu itu.