Suara Hati

Suara Hati
Bab.26


__ADS_3

Sarapan Pagi.


Malam hari Akbar sudah bisa tidur dengan tenang. Mengingat besok akan bertemu dengan masa depannya, ia akhirnya tidur lebih awal setelah sholat isyak di kamar.


Sejak subuh, suasana hati Akbar sedang berbunga-bunga. Banyak awan cerah bagaikan di langit biru yang ada dalam hatinya. Ia juga mengikuti tadarus di pesantren, sarapan dengan bersholawat dengan syahdu. Membuat semua keluarga menjadi ikut senang.


"Ada apa sih Bang? Kok kayaknya happy gitu?" Tanya Ruchan.


"Lagi bahagia Bi, hehehe ayo-ayo sarapan dulu" Kata Akbar.


"Memangnya bahagia karena kenapa? Cerita dong!" Kata Leah.


"Halah paling juga mau ketemu Fatim kan?" Kata Syakir.


"Lha itu tau, hari ini Abang mau jalan-jalan keliling Jogja hahahaha" Kata Akbar.


"Ceasy ikut jalan-jalan boleh?" Tanya Ceasy.


"Gak boleh! Ceasy kan sekolah, malam nanti aja kita ke mall gimana? Kak Syakir yang traktir" Kata Akbar menunjuk Syakir dengan senyuman jahat.

__ADS_1


"Wah, maunya" Kata Syakir cemberut.


"Mau dong jalan-jalan, Abi ikut ya kalau mau ke Mall. Syakir kan yang mau traktir?" Kata Ruchan.


"Mama boleh dong ikut sekalian, kebetulan Mama belum belanja bulanan, bisa dong Syakir traktir " Kata Leah.


"Hadehh, iya lah, dan setelah ini aku harus segera kembali ke Kairo" Kesal Syakir.


Semua tertawa, walaupun formasi kurang lengkap dengan kurangnya Aisyah dan Kabir. Namun Akbar dan Syakir cukup bisa membuat Ruchan dan Leah tertawa walau hanya sampai mereka kembali ke kesibukannya sendiri-sendiri.


Namun sekarang ada Ceasy yang selalu menemani Leah dan Ruchan saat di rumah. Setiap dua kali sehari juga Aisyah dan Rifky berkunjung ke rumahnya, mengajak tiga cucunya yang membuat rumahnya jadi semakin ramai.


"Benarkah?" Kata Ceasy menggunakan bahasa Korea.


"Gak usah pakai bahasa Korea, itu hanya Kak Ais dan Kak Rifky yang tau " Kata Akbar menepuk jidat Ceasy.


"Bukankah Abang juga di luar negri?" Tanya Ceasy.


"Abang di Jepang, bukan di Korea!" Kata Akbar.

__ADS_1


"Jepang kakek sugiono?" Tanya Ceasy.


"Astaghfirullah, Syakir!!"Kata Akbar dengan tatapan tajam setajam silet ke Syakir.


"Bukan aku yang ngajari, bener deh. Itu Jamil temennya Mas Ilham, kemaren seharian dia sama Jamil tuh," Kata Syakir membela diri.


"Ceasy tau kakek sugiono?" Tanya Akbar.


"Enggak sih, itu Kak Jamil yang bilang. Katanya, Korea itu tempat pria cantik, Malaysia tempat upin ipin, Singapura tempat pancuran, lalu Jepang tempatnya kakek sugiono! Memang siapa kakek sugiono?" Tanya Ceasy.


"Haih si Jamil ini, nanti aku akan urus dia. Ngajarin anak kecil gak bener gini" Kesal Akbar.


"Hayuk aku ikut, nanti aku bawa palu aja, Abang bawa karung, kita buang ke parang tritis" Kata Syakir.


Setelah selesai sarapan, Akbar dan Ceasy pun sial berangkat. Akbar sudah janji ingin mengantar Ceasy sebelum ke rumah Fatim. Akbar terus saja bersenandung di dalam mobil, bahagianya ketika mau bertemu dengan sang masa depan.


Di gerbang, Ceasy berpamitan dan mencium tangan


seperti biasanya dengan Leah dan Ruchan. Ceasy sekarang juga beragama Islam, tidak ada paksaan dari siapun. Karena kata Ruchan, Ceasy boleh memilih keyakinan sendiri.

__ADS_1


Namun karena sekarang hidup di kawasan pesantren, akhirnya lima bulan lalu Ceasy mengucap dua kalimat syahadat di saksikan Ruchan dan semua santri, dan di bimbing oleh Ikhsan. Alhamdulillah hirobbil'alamin.


__ADS_2