
Ketika mereka sedang asyik main PS di ruang keluarga, mereka mendengar suara Farhan mengetuk pintu dengan keras hingga membangunkan Ruchan.
"Woy, jangan curang lah Kir, ah kalau gak bisa main jangan curang ah. Katanya Ustad kok main cudang sih?" Kesal Akbar yang sejak bermain merasa di curangi oleh Syakir.
"Ustad juga manusia Bang, berdakwah ada tempatnya. Tapi kalau main game ini kita harus benar-benar menggunakan jurus andalan, curang hahahhaha. Mati kau mati kau" Kata Syakir.
"Telo kok, ngakali maneh ki. Kir wah, kalau ndak bisa main yo ngomong lah, curang mulu sih!" Kesal Akbar.
Ruchan pun terbangun dan membuka pintu kamarnya.
"Kalian kalau main game jangan brisik dong, tuh ada orang ketuk pintu sampai gak dengar kan?" Kata Ruchan kesal karena sedari tadi ia tidak bisa tidur, terganggu oleh ocehan Syakir dan Akbar.
"Kamu sih!" Kata Akbar.
"Lah kok aku sih? Abang kan yang dari tadi bawel, main nyalahin aja" Kesal Syakir.
Ternyata tamu tengah malam itu adalah Farhan yang sedang membutuhkan bantuan Akbar dan Syakir untuk menemaninya keliling pesantren. Ketika Ruchan membuka pintu, tiba-tiba Farhan main nerobos masuk saja.
"Han?" Kata Ruchan kaget.
__ADS_1
"Assallamualaikum Han, maaf aku buru-buru ya. Dimana Syakir dan Akbar?" Tanya Farhan seperti orang di kejar hantu.
"Waalaikum sallam. Tuh di ruang tengah sedang main ps" Kata Ruchan menutup kembali pintunya.
Farhan pun segera menemui Syakir dan Akbar yang sedang asyik bermain ps.
"Assallamualaikum"
"Waalaikum sallam, ada sih Pak Lhek, datang-datang main ngrebut stik ps aja" Kesal Syakir.
"Temani Pak Lhekmu ini keliling yuk" Ajak Farhan.
"Bar ayolah, temani Pak Lhek yuk" Kata Farhan.
Namun tak di gubris oleh Akbar, Farhan yang kesal pun mematikan TV secara langsung, langsung pencet power. Akbar dan Syakir melirik ke arah Farhan dengan tatapan menakutkan.
"Ayolah, besok ku traktir sepuasnya" Kata Farhan dengan senyuman yang menjengkelkan.
"Kenapa main matiin sih Pak Lhek, kita ini lagi ngusir kejenuhan malah Pak Lhek ganggu aja, mau nya apa sih?" Kesal Akbar.
__ADS_1
"Yo salahe, awet mau di ajak ngomong ndak ada yang ngrespon aku kok. Yo teko tak matiin tv nya" Kata Pak Lhek tanpa merasa bersalah.
"Kan yo ndak bisa main matiin aja to Pak Lhek, ajak ribut ya. Bang!! penggangin!" Kata Syakir memberi kode kepada Akbar untuk memegangi tubuh Farhan.
"Siap!!" Kata Akbar dengan sigap.
Farhan pun di gelitik oleh Syakir dan di tahan tangannya oleh Akbar, Farhan yang tidak kuat geli pun berteriak-teriak membuat Ruchan kesal dan menendang mereka bertiga keluar rumah.
Karena Ruchan sedang susuah tidur di karena sedang sakit giginya. Siang tadi di jamu oleh pemilik acara dengan daging kambing dan membuat gigi Ruchan sakit.
"Keluar sana, kalau mau ribut di lapangan. Mau tidur aja susah malah pada ribut" Kesal Ruchan dengan menarik tangan Farhan dan dua anak-anaknya keluar.
"Wah keusir tenan to, timbang loro untu we ribut Ruchan ki" Kesal Farhan.
"Sakit gigi memang sepele Pak Lhek, tapi kalau saat sakit ya sakit banget lah, yo wis kita temani Pak Lhek keliling malam ini" Kata Syakir.
"Tapi malam ini aja" Kata Akbar.
"Iyo iyo, Pak Lhek ki tadi lihat hantu, jadinya ngajak kalian karena Pak Lhek takut" Kata Farhan.
__ADS_1
Akbar dan Syakir tertawa terbahak-bahak, mendengar Pak Lheknya yang seorang Ustad pada jamannya dan guru mengaji takut dengan hantu, pasti hantu jadi-jadian yang mengganggu Farhan ini. Akbar dan Syakirpun penasaran oleh hantu yang di lihat Pak Lheknya itu.