Suara Hati

Suara Hati
Bab. 100


__ADS_3

Pagi itu, Akbar dan Fatih masih seperti biasa, belum bisa langsung bersikap romantis karena keadaan memang belum tepat. Mereka berdua sudah siap berangkat ke KUA untuk mendaftarkan pernikahannya.


Semuanya berjalan dengan lancar, setelah itu, Akbar mengantar janji temu Fatim dengan Dokter sahabat Aisyah juga di rumah sakit. Hasil visum akan keluar dalam 24 jam lagi, visum itu yang akan membuat Arfan dijatuhi hukuman yang sepadan. Sedangkan tes HIV, Fatim dinyatakan negativ HIV maupun AIDS. Wajah bahagia ada pada Akbar dan Fatim.


"Satu jam lagi aku kan berangkat, mau aku antar pulang atau nanti sama Kabir dan Jamil?" Tanya Akbar.


"Mereka mau kemana? Kok nganter aku segala?" Tanya Fatim.


"Hey, kok kamu jadi blong gitu sih sayang. Kabir dan Jamil akan mengantarku ke bandara, dan akan mengurus semua identitas kamu, kan sebulan lagi kamu bakal ke Jepang ikut aku" Kata Akbar.


Fatim hanya tersenyum kecil, Akbar tahu apa yang Fatim renungkan. Ayahnya, iya Ayahnya akan sendiri jika Fatim ikut ke Jepang. Tapi ssmua ini sudah di bicarakan dengan Pak Fikri sebelumnya.


Keceriaan di wajah Fatim sekarang sirna, di renggut oleh sosok laki-laki brengsek seperti Arfan itu. Yang dulunya Fatim suka bercanda, kini candaan itu tidak ada lagi dalam dirinya. Jangankan bercanda, bahkan mengobrol saja, Fatim sering tidak nyambung.


"Fatim, aku janji, aku akan membuatmu bahagia. Kita akan bahagia bersama Ok! Tersenyumlah, semua itu sudah berlalu, tolong tersenyum untukku" Kata Akbar menggenggam tangan Fatim dengan erat.

__ADS_1


"Insyaallah Bang, aku yakin aku bisa lalui inj bersama Abang. Aku minta, saat Abang di Jepang nanti, jangan berubah perasaannya ke aku ya! Aku tau aku tidak sempurna, tapi saat Abang berjanji dan bersumpah di hadapan Allah, penghulu dan saksi, aku nggak mau semua itu hanya akan menjadi kenangan saja." Kata Fatim.


"Kamu ngomong apa sih. Nggak ada manusia yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah, jika aku hanya main-main, aku nggak mungkin meninggalkan pekerjaanku begitu saja Fatim. Jarak antara Jepang dan Indonesia aja nggak deket, tiket juga nggak murah. Demi kamu aku pulang, aku marah, aku benci saat aku nggak bisa jagain kamu, nggak bisa melindungimu dari tangan kotor laki-laki itu. Aku sangat marah Fatim, tersenyumlah Ok, berdoa sama Allah Subhanahu Wata'ala, minta kekuatan hati kepada-Nya" Kata Akbar.


Fatim mencium tangan Akbar, cintanya kepada Akbar semakin besar. Fatim pun tidak ingin menambah beban fikiran Akbar lagi dengan terus larut dalam kesedihan. Hasil visum akan keluar dalam 24 jam lagi. Keadilan pasti akan berpihak kepada Fatim.


Karena saat ini, Clara sudah berhasil membuat Arfan menjadi tahanan sementara, sampai sidang putusan tiba nanti.


"Assallamualaikum!" Salam Jamil dan Kabir.


"Waalaikum sallam, duduk! Kalian sudah makan belum?" Tanya Akbar.


"Jangan! Jangan traktir barongan ini!" Kata Kabir dengan nada keras.


"Kenapa, sekali-kali dong. Pesan gih" Kata Akbar.

__ADS_1


"Siap broooo" Kata Jamil semangat.


5 menit kemudian.


"Aku bilang apa! Nggak usah traktir ini bocah, dia sudah ngabisin makanan tadi di rumah Syakir" Kesal Kabir.


"Kalian dari rumah Syakir?" Tanya Akbar.


Kabir mengangguk...


"Lu makan banyak banget sih Mil? Dosa tau makan berlebihan gitu, Allah membenci orang yang berlebihan kek gitu lah, di samping itu tidak baik bagi kesehatan. Mana nggak baca doa lagi" Kata Akbar.


"Biarin, nahh pas makan kan aku nggak baca doa. Lha setannya ikut makan kan? Pas minum nanti aku akan baca doa, biar setannya nggak bisa minum, terus keselek hahahah mampus! Rasain" Kata Jamil.


"Astaghfirullah hal'adzim"

__ADS_1


Kabir membawa kabar bahagia kepada Fatim dan Akbar. Kabar bahagiannya ada dua hal. Yakni, Pesantren akan memiliki putra atau putri lagi, karena Sera sedang angkatan hamil, dan yang kedua, bakal ada adik dari si kembar Airy dan Raihan. Ya Aisyah hamil lagi.


Kakak-kakak, aku akan kasih visual mereka, setelah Kabir dapat jodoh ok


__ADS_2