Suara Hati

Suara Hati
Bab.21


__ADS_3

Luka Hati.


Hari ini, Sandy mengatur cuti untuk Akbar, agar bisa membawa Fatim jalan-jalan. Karena sudah hampir satu minggu ini, Fatim hanya bermain dengan Airy dan Raihan saja di rumah. Kali ini, Rifky yang akan menjaga mereka berdua.


Dalam seminggu ini, Fatim dan Akbar sudah banyak mengalami beberapa drama. Mulai sarapannya Akbar yang menyiapkan adalah Fatim, membangunkan Akbar juga Fatim, bahkan yang menyiapkan sepatu pun juga Fatim.


Akbar terbiasa main sebentar dengan Fatim dan kedua keponakkannya. Malah saat Rifky dan Aisyah piknik bersama kedua anaknya, saat itu Akbar dan Fatim berada di rumah berdua. Ada beberapa adegan romantis juga saat itu, walau pun mereka tak saling besentuhan.


Seperti biasa, hari rabu ini Aisyah masih menjalani pekerjaannya. Dan hari ini juga, Yasha mengetahui jika beberapa hari yang lalu, Niki, Jesicca dan Oshi telah salah faham kepada Aisyah yang mereka anggap itu adalah Fatim.


"Benar begitu? Mereka mengancam kamu untuk menjauhi Akbar hahahha" Tanya Yasha tertawa.


"Stt ini rumah sakit! Ruangan balita juga, ketawanya jangan keras-keras dong" Kata Aisyah.


"Sumpah, gue ngakak dengar mereka salah paham gitu hahaha" Kata Yasha.

__ADS_1


Disisi lain, Akbar dan Fatim menghabisakn waktu berdua di sebuah taman wisata. Dari mulau menonton, berbelanja dan menikmati suasana Jepang di siang hari. Hingga sore hari, mereka menyaksikan sunrise di atas kincir ria di wisata taman di Jepang.


"Aku kok merasa nyaman ya jalan sama Fatim. Ternyata dia gak kolot ya! Walaupun hidup di desa, tapi ku bawa jalan-jalan seperti ini, dia tidak menampakan desanya, ahh ada apa denganku ini?" Batin Akbar.


"Abang pernah kesini?"Tanya Fatim memecah lamunan Akbar.


"Ah iya, pernah sih. Tapi belum pernah naik kincir ria. Berhenti di atas seperti ini ya baru kali ini, menikmati indahnya panaroma sore hari, kamu senang?" Kata Akbar.


"Alhamdulillah senang sekali. Lalu bagaimana dengan Niki? Bukankah Abang menyukainya? Maaf, Aku hanya ingin kepastian dari Abang!" Kata Fatim.


Sejuta pertanyaan dari Fatim yang masih rapi ia simpan. Karena pada awalnya cinta itu tidak pernah ada. Dan sekarang cinta itu muncul pada diri Fatim, dan hanya kepastian yang Fatim inginkan. Agar Fatim bisa menempatkan Akbar di hatinya. Bukan berangan-angan lagi.


"Sebentar aku beliin kamu minum ya, soalnya aku haus juga hehehe"Kata Akbar.


"Ah gak usah lah Bang, biar aku aja. Abang duduk aja disini" Kata Fatim.

__ADS_1


"Benar nih gak ngrepoti?" Tanya Akbar.


"Enggaklah, bentar ya?" Kata Fatim pergi membeli minuman.


Ketika Akbar sendirian, tiba-tiba Niki datang dari sampingnya. Ia menangis dan tiba-tiba memeluk Akbar denga erat, seperti tidak ingin lepas lagi. Fatim yang terburu-buru menghampiri Akbar pun menyaksikan pemandangan yang membuatnya sesak didada.


"Bang aku mohon jangan perlakukan aku seprti ini, aku sangat membutuhkan mu Bang, aku mencintaimu. Aku mohon jangan pilih dia!" Kata Niki


"Kamu mabuk ya?" Tanya Akbar mencium bau alkohol sangat kuat.


"Bang!" Kata Fatim memberikan minumannya.


"Abang menyukai wanita ini kan? Jika kehadiranku menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian. Aku rela jika harus mengalah, aku tidak ingin dia tersakiti seperti ini, Assallamualaikum" Kata Fatim kembali dengan menangis.


Fatim berlari sangat kencang, menerobos orang-orang yang sedang berjalan hatinya sangat sakit, sakit sekali. Cinta yang ia damba tak akan pernah menjadi miliknya. Fatim terus berlari, hingga sampai rumah dan langsung beberes lalu memesan tiket untuk pulang malam itu juga. Beruntung saat itu hanya ada Aisyah di rumah, jadi Sandy dan Rifky tidak mengetahui apa yang terjadi pada Fatim.

__ADS_1


__ADS_2