
Aisyah memasang wajah muramnya, ia tidak menyangka jika Airy semakin lama semakin bandel saja. Padahal Airy ini pintar dalam ilmu agama, Aisyah sering kwalahan jika mengawasi anak perempuannya itu, karena Raihan dan Yusuf tidak seaktiv Airy. Airy masih cemberut saat di olesi obat luka oleh Bonna. Sedangkan Didit yang masih menangis sedang di priksa oleh Keny.
"Airy kenapa kamu sama Kak Didit bisa berkelahi sih. Kamu itu anak perempuan loh, yang anggun sedikit" Kata Aisyah.
"Aku emosi Ami" Kesal Airy.
"Iya emosi kenapa coba, anak kecil emosian" Tanya Aisyah.
"Kakak ah, malah kamu yang ikut emosi. Nggak gitu cara ngomongnya" Kata Leah.
"Airy kenapa kamu sampai berkelahi, sakit kan kalau luka-luka seperti ini?" Tanya Leah dengan lembut.
"Itu Nek, nih Kak Didit nih, dia ini mukul mbah bongkok (bungkuk) menggunkan racket, di kepala lagi" Kata Airy menendang-nendang dengan kaki Didit.
"Airy kakinya" Kata Aisyah.
"Tapi Airy memukul wajah dan memutar lenganku Tante huhuhu" Kata Didit menangis.
__ADS_1
"Cengeng, nagis lagi aku pukul. Sini, kamu membuat mbah bongkok itu terluka dahinya sampai berdarah, dia orang tua Kak Didit Dodot Dedet" Emosi Airy memuncak.
Aisyah dan Leah kwalahan menahan tubuh Airy, ketika emosi, tenaga Airy sangat kuat. Akbar, Fatim, Syakir, dan yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah putri singa itu.
"Persis kek emak dan Neneknya, nggak heran kalau Airy kayak gitu" Kata Akbar.
"Abang" Kata semuanya.
"Lah, negara api sudah menyerang. Aku diem deh" Kata Akbar.
Tidak lama setelah itu, Ruchan, Sandy, Rifky dan ibunya Didit keluar dari rumah. Mungkin diskusinya sudah selesai, Ibu Didit lalu berpamitan dan langsung membawa Didit pulang. Clara pun menanyakan hasil dari musyawarah meraka.
"Tapi aku priksa Didit nggak papa loh, malah lukanya lebih banyak Airy, Airy banyak lebam juga di kaki" Kata Keny.
"Berapa uang yang Kak Rifky kasih?" Tanya Kabir.
"1juta 700ribu" Jawab Rifky.
__ADS_1
"Apa! Papa itu kebanyakan! Aku harus ambil balik uangnya," Kata Airy dengan wajah ketus.
Rifky menahan Airy, melihat kedipan dari Aisyah, Rifky tau jika anaknya tidak bersalah, namun caranya yang salah. Raihan pun mendekati Airy dan menenagkannya.
"Airy, jangan seperti lagi. Kamu memang bisa bela diri, tapi bela diri itu harus di tempatkan yang tepat. Jangan sembarang orang kamu tarik lengannya seperti itu" Kata Raihan.
"Tapi Abang, aku itu........" Kata Airy belum selesai.
"Stttttt Airy jangan seperti ini lagi ya, Abang akan sedih jika lihat Airy terluka gini, berkelahi terus dan suka marah-marah. Abang nggak suka" Kata Raihan.
Airy mengangguk, Airy sangat sayang kelada Raihan. Bukan Ami, Papa, Uty atau Kakungnya yang bisa membuat Airy mengerti. Melainkan Raihan, cara halus Raihan yang bisa mencairkan hati Airy.
"Anak-anak Ica lucu ya" Kata Bonna kepada Kabir.
"Iya, mereka ini warna dalam keluarga ini" Ucap Kabir.
Melihat Bonna dan Kabir dekat seperti itu, Ceasy merasa sangat sedih, ia berfikir bahwa cintanya tidak akan terbalas. Melihat Bonna sekarang tambah cantik, baik dan perhatian.
__ADS_1
Semua orang kembali ke tempatnya semula. Membahasa tingkah lucu Airy dan sifat kelamnya Raihan. Akbar menggunakan kesempatan itu untuk mengerjai keponakan nakalnya itu.