Suara Hati

Suara Hati
Bab. 163


__ADS_3

Fatim masih berusaha menghubungi Akbar, namun tidak bisa terhubung juga. Fatim pun mengurungkan untuk memberi tahu kabar baik itu. Ia akan memberitahukannya saat Akbar menghubungi dirinya.


Selama Fatim hidup di Jogja, ia di bekali sejumlah uang yang cukup dari Akbar, semua kartu Atm nya di berikan kepada Fatim, ia hanya membawa Atm dari rumah sakit yang diberikan dari Sandy.


Malam itu, Falih demam tinggi. Ia terus saja memanggil Akbar, Fatim sangat panik dan langsung membawa Falih kerumah sakit, namun Akbar juga belum bisa dihubungi. Ia sangat menyesal saat itu tertidur pulas, hingga tidak bisa mengangkat telfon dari Akbar.


"Bagaimana Akbar? Udah bisa dihubungi" Tanya Pak Fikri.


"......"


"Kita harus berfikiran positif Fatim, kita berdoa dan memohon kepada Sang Khaliq, agar semuanya berjalan dengan lancar, Akbar di beri kelancaran bekerja dan segera pulang kerumah. Biar malam ini Falih Ayah yang jaga ya, kamu pulang saja, istirahat dirumah. Kamu kan sedang hamil" Kata Pak Fikri.

__ADS_1


"Ndak Yah, Fatim mau disini saja temani Falih, Ayah pulang saja tidak apa-apa, insyaallah besok Falih sudah pulang, karena ini hanya demam biasa" Kata Fatim.


Semalaman Fatim menjaga Falih, ia tertidur pulas sampai pagi hari menjelang, ia melihat Falih sudah bisa tersenyum kepadannya.


"Ya Allah Nak, Mama jadi kesiangan sholat subuhnya, kamu udah sehat ya, demamnya juga sudah turun" Kata Fatim memeriksa kening Falih.


"Assallamualaikum" Salam Aisyah.


"Stt, Falih tidak apa-apa, nanti siang sudah boleh dibawa pulang. Dia kan anak yang kuat, mungkin dia hanya kangen dengan Papanya, ini aku bawakan sarapan. Kata Pak Fikri kamu belum makan kan sejak sore? Kamu lagi hamil loh Tim" Kata Aisyah memeberikan kotak makan yang ia siapkan untuk Fatim dari rumah.


"Makasih ya Kak, aku mau mandi dulu saja, boleh titip Falih?" Pinta Fatim.

__ADS_1


"Mandilah, hari ini aku membawa Yusuf untuk menemani Falih bermain disini" Kata Aisyah dengan senyuman hangat.


Setelah Falih boleh dibawa pulang, Aisyah sering mengajak Yusuf bermain kerumah Fatim, agar Falih tudak merasakan kesepian lagi. Hari demi hari, bulan demi bulan Fatim jalani kehidupan tanpa ada kabar dari Akbar. Usia kehamilannya tepat sembilan bulan, dan sebentar lagi akan melahirkan, namun Akbar belum juga memberi kabar, bahkan dihubungi juga susah.


Fikiran Fatim tetap positif, ia selalu mendoakan akan keselamatan dan kesehatan suaminya itu di dalam doannya di setiap sujudnya. Bahkan, sampai Fatim melahirkan anak keduannya pun belum ada kabar tentang Akbar. Anak kedua Akbar dan Fatim berjenis kelamin perempuan, karena Akbar tidak ada disisi Fatim, maka ia meminta saran nama dari Ayah dan Abi mertuannya Ruchan. Yang di beri nama "Mawar Khumairotuz Zahro' "


Sampai Mawar berusia 7 bulan, belum juga ada kabar dari Akbar, namun Fatim tetap selalu memperkenalkan Mawar dengan Akbar melalui foto Akbar dan baju Akbar, agar suatu hari nanti saat Akbar pulang, Mawar tidak takut dengan Akbar.


Penantian, doa dan kesabaran Fatim terjawab, ia mendapat kabar jika Akbar baik-baik saja dan akan pulang secepat mungkin sari Jepang ke Jogja untuk bertemu dengan anak dan istrinya. Fatim menangis bahagia saat mendengar suara Akbar, ia sangat bersyukur kepada Sang Kuasa atas kabar bahagia yang ia terimannya.


Assallamualaikum kakak-kakak, maaf ya cerita kabir dan ceasy, nisa ada di judul lain. Maaf jika tidak berkenan, karena memang kurang tepat saja jika cerita mereka ada disini🙏🙏

__ADS_1


Wassallamualaikum, warrahmatullahi wabbarokatuh.


__ADS_2