Suara Hati

Suara Hati
Bab. 92


__ADS_3

"Kenapa Dokter Akbar selalu cuek terhadap saya? Apakah karena ini bukan pekerjaannya? Bukan kah dia juga Dokter bedah?" Tanya Dara kepada perawat.


"Maaf saya tidak tahu Dokter, kemungkinan karena masih lelah setelah perjalanan jauh. Saya dengar Dokter Akbar baru pulang dari Indonesia" Jawab Perawat.


"Saya permisi dulu Dokter" Sambung Perawat itu meninggalkan Dokter Dara.


"Hemm ku kira dari India, ternyata dari Indonesia juga. Tidak heran jika namanya Akbar. Menarik!" Kata Dara.


Setelah mengganti pakaiannya lagi, Akbar langsung masuk ke ruanganya dan meneruskan tidurnya. Sebelumnya Akbar ingin mencari Yasha dan menegurnya, tapi karena badan sudah lelah, akhirnya ia tertidur di ruangannya.


Alarm waktu sholat subuh pun berbunyi. Tidak menunda-nunda waktu lagi, Akbar langsung mandi, wudhu dan sholat subuh, karena masih ada waktu sebentar, Akbar menyempatkan untuk tadarus sebentar. Tidak sengaja Dara mendengar Akbar melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan membuatnya jatuh hati padanya.


"Dia muslim yang taat? Benar-benar calon suami idaman, udah ganteng, baik, pekerja keras dan soleh lagi. Siapa juga yang nggak tertarik" Gumam Dara.


Setelah selesai mengaji, Akbar menerima telfon dari Fatim. Secepat kilat ia langsung mengangkatnya dan tersenyum sangat lebar, hingga melebihi lebarnya badan author😂

__ADS_1


"Assallamualaikum calon istriku, haih pagi-pagi udah di beri vitamin nih" Salam Akbar.


"Waalaikum sallam, maaf ya semalam aku nggak balas pesan Abang. Ada sesuatu terjadi semalam" Kata Fatim


"Ada apa? Kenapa? Tapi kamu nggak papa kan?" Tanya Akbar panik.


"Afan, cowok yang kemaren itu Bang. Dia bikin rusuh ke rumahku. Tadinya aku nggak mau cerita kek gini ke Abang. Tapi kata Ayah, Abang berhak tau, jadi aku ngasih taunya pagi ini. Maaf ya"


"Cowok brengsek itu lagi? Mau apa dia, Abang pulang sekarang ya?" Kata Akbar mulai emosi.


"Yakin nih udah beres, kalau belum Abang tak pulang lah" Kata Akbar.


"Udah Abang, aku kirim videonya ya, sepupuku ternyata merekam semua nya. Abang sehat-sehat disana, jangan lupa sholat lima waktu, jangan lupa makannya teratur, istirahat yang cukup. Udah dulu ya, aku mau ke tempat bimbel dulu, Assallamualaikum"


"Waalaikum sallam, hati-hati ya. Kamu juga sehat-sehat saja di sana." Kata Akbar.

__ADS_1


Setelah telfon itu di tutup, Akbar langsung bergegas ke kantin untuk sarapan. Dan menemui Papanya yang juga ada di kantin pagi ini. Tidak sengaja Akbar menabrak Dara yang saat itu melintas di depannya.


"Maaf ya, aku tidak melihat jalannya" Kata Akbar.


"Santai saja Dokter" Kata Dara penuh dengan senyuman.


"Oh Dokter Dara, maaf ya sekali lagi. Tapi nggak ada yang sakit kan? Kalau tidak aku harus cepat, lagi terburu-buru nih" Kata Akbar.


"Dokter" Kata Dara memegang lengan Akbar.


"Iya" Jawab Akbar dengan perlahan melepas gengaman Dara.


"Mau kemana? Bisa nggak kapan-kapan ngobrol? Sore ini? Ada hal yang ingin aku bicarakan penting" Kata Dara.


"Emm kita lihat nanti ya, kalau jadwalku tidak padat, ya kita bisa ngobrol. Tapi di kantin rumah sakit" Kata Akbar langsung pergi.

__ADS_1


Dara semakin tertarik dengan Akbar, sangat jarang laki-laki seperti Akbar yang hidup lama di Jepang dapat mempertahankan pandangannya terhadap wanita lain. Tanpa Dara tahu bahwa Akbar sudah menjadi calon suami wanita lain.


__ADS_2