
"Wasyem kok, malah mesra-mesraan. Kadal" Kesal Farhan.
"Harusnya kita yang marah, ngapain kamu main-main masuk aja tanpa salam?" Kata Leah lebih kesal.
"Iyo ki, minimal ketuk pintu dulu, main nyolong masuk aja. Untung kita bukan sedang eem eem" Kata Ruchan memainkan ponselnya.
"Lah iyo dingapuro, Assallamualiakum" Salam Farhan.
"Waalaikum sallam, masuk sini." Kata Ruchan.
Farhan masuk dengan wajah tidak bersalah, dan bersenandung ria.
"Ada apa? Tumben kesini? Bukankah sudah jadi pengusaha yang super sibuk sekarang? Bahkan telfon dari ku aja di abaikan" Kata Ruchan dengan nada kesal.
"Wah nesu. Ndak gitu Han, aku ini kemaren memang lagu gak bisa angakat telfon, lagian juga telfon cuma sekali tok we" Jelas Farhan.
"Iyo iyo, ada apa kamu kesini?" Tanya Ruchan.
"Piknik bareng yuk, ke Jepang gitu" Ajak Farhan.
"Kamu yang bayarin" Kata Ruchan.
"Aku bayarin kamu sama Leah tok, tiket pesawat aja. Kalau yang lain mau ikut, suruh bayar sendiri" Kata Farhan.
"Bulus, kadal, kapan rencananya?" Tanya Ruchan.
__ADS_1
"Dua minggu lagi gimana?" Jawab Farhan.
"Kamu fikir anak aku ini anak sultan apa, ngumpulin uang buat ke Jepang dua minggu. Satu bulan lagi aja lah, lusa aku mau ada acara ke pesantren Kyai Syaifull" Kata Ruchan.
"Ngapain ke sana? Yang deket sama Kyai Syaiful kan Mas Ikhsan" Kata Farhan.
"Kepo!!" Kata Ruchan.
"Ck, paijo payah. Yo wis aku mau ke pesantren dulu, hari ini aku mulai ngajar lagi, setelah sekian lama" Kata Farhan.
"Sekian lama opo! Lha kamu itu ndak ngajar baru 3 hari kok" Kata Ruchan menepuk pundak Farhan.
"Woiyo, mendadak amnesia aku hahaha" Kata Farhan.
"Assallamualaikum"
_______
Setelah sampai di Jepang, Akbar tidak langsung menghubungi Fatim karena kecapekan, ia langsung pulang ke rumah dan langsung istirahat. Karena hari itu juga Akbar harus ke rumah sakit untuk bertugas.
"Dah pulang Bang? Sejak kapan?" Tanya Sandy.
"3 jam yang lalu, dan ini mau siap-siap ke rumah sakit" Kata Akbar.
"Gak capek tuh setelah perjalanan jauh langsung kerja?" Tanya Sandy.
__ADS_1
"Enggak lah Pa, kan demi masa depan juga. Kata Yasha hari ini ada jadwal bedah di tim kami" Jawab Akbar.
"Oh ya, kalau Papa masih pacaran sembunyi-sembunyi sama Tante Irene, lain kali pulanglah ke Jakarta jangan kesini" Kata Akbar kesal.
"Assallamualaikum"
"Waalaikum sallam, galak banget sih kayak udah ngalarang anak perempuannya pacaran deh" Kata Sandy.
Bukan Akbar tidak merestui hubungan Sandy dan Irene, namun Akbar tidak ingin mereka terus berbuat dosa hanya bepergian berdua saja. Jika ingin bersama ya cepat menikah, kalau memang tidak di takdirkan bersama, saling menjauhlah.
Di kereta,
"Loh Abang, tumben naik kereta? Dan kapan pulang dari Indonesia?" Tanya Niki yang saat itu bersama dengan Oshi.
"Hai, aku pulang sejak tiga jam yang lalu, kalian dari mana atau mau kemana?" Tanya Akbar.
"Kamu lupa? Hari ini ulang tahunnya Yasha, ini aku udah bawa kado dan kue" Kata Niki sekejab dan kembali memalingkan pandangannya.
"Dan hari ini, dia mau traktir kita semua, jangan-jangan Yasha belum cerita ke kamu ya?" Kata Oshi.
"Tadi sih, dia bilang tim kami ada jadwal bedah. Dan aku harus ikut serta, tapi dia gak jelas gitu ngomongnya sih. Katanya aku harus ke rumah sakit aja sekarang juga" Kata Akbar.
"Paling juga akal-akalan dia aja, lagian kan terhitung hari ini kamu masih cuti, kita nanti mampir beli kado buat Yasha. Aku belum beli juga soalnya" Kata Oshi.
Hati Niki mungkin masih menyimpan rasa sakit karena cintanya bertepuk sebelah tangan dengan Akbar, ia juga tidak banyak bicara saat di kereta. Bahkan saat Akbar menanyakan kabar, Niki hanya menjawab dengan jelas, singkat dan padat. Berbeda dengan sebelumnya yang sangat suka mengobrol dengan Akbar.
__ADS_1