Suara Hati

Suara Hati
Bab. 140


__ADS_3

Ceasy berlari ke kamarnya, lalu Aisyah mengikunya dan menitipkan Yusuf kepada Mamanya. Melihat adiknya yang sedang menangis sesenggukan seperti itu, Aisyah langsung mencoba untuk izin masuk kekamar Balqis terlebih dahaulu.


"Assallamualaikum" Salam Aisyah.


"Waalaikum sallam" Jawab Ceasy langsung mengusap air matanya.


"Kamu kenapa Ceas? Lagi ada masalah ya?" Tanya Aisyah.


Ceasy menggelengkan kepalanya, ia masih belum ingin bercerita. Lalu, Aisyah terus saja membuat agar Ceasy bisa bercerita kepadannya. Awalnya Ceasy ragu ingin bercerita dengan Aisyah tentang perasaanya kepada Kabir. Namun, ia berfikir sekali lagi, jika tidak cerita dengan Aisyah, bagaimana bisa Ceasy mendapatkan jalan keluarnya.


"Kak," Kata Ceasy.


"Iya Ceas, cerita aja. Siapa tau Kakak bisa kasih solusi untukmu" Kata Aisyah.

__ADS_1


"Aku jatuh cinta sama Kak Kabir. Mama tau itu, sudah hampir 3 tahun lebih ini aku mencintainya diam-diam. Salahkah aku mencintainya kak?" Kata Ceasy.


Aisyah berusaha untuk tenang, itu semua hal yang tidak terduga. Namun, Aisyah juga tidak menyalahkan perasaan Ceasy, bagaimana pun juga, Ceasy dan Kabir bertemu di saat Ceasy sudah beranjak dewasa. Tidak seperti Akbar dan Syakir yang sudah mengenal Ceasy sejak ia tinggal dirumah Ruchan.


"Selama tiga tahun? Ceasy, masa depan kamu masih panjang. Kamu baru sekolah kelas dua SMA bukan? Kamu kejar dulu cita-citamu. Baru kamu mikirin jodoh" Kata Aisyah.


"Aku bahagia banget memiliki keluarga seperti keluarga Kak Ais, kalian sangat baik padaku selama ini. Berharap cintaku bisa terbalas oleh Kak Kabir, tapi kedatangan Kak Bonna, membuatku sadar Kak. Aku nggak pantas mencintai Kak Kabir" Kata Ceasy.


"Kita belum tau hubungan Kabir dengan Bonna seperti apa. Sudah ya, kakak hargai perasaan kamu. Itu sebuah perasaan, dan Kakak nggak bisa mengubah atau pun mengatur perasaan kamu." Kata Aisyah.


"Mama Leah, Abi, Mama Clara, Papa. Kak Airy berkelahi di depan pesantren. Dia memukul Didit (anak tetangga)" Teriak Naira dari jauh.


"Minum dulu, Kakakmu kenapa?" Tanya Clara.

__ADS_1


"Kak Airy berkelahi Ma, dia terluka di sikunya" Kata Naira.


Semua panik mendengar pernyataan dari Naira. Ketika Aisyah ingin ke depan, Airy sudah pulang di temani oleh Raihan. Kaki Airy sampai pincang, lututnya berdarah, di belakangnya juga ada Ibu dari Didit, yang sedang keluar tanduknya.


"Airy," Kata Aisyah.


"Assallamualaikum, Ustad Ruchan, Mbak Leah. Maaf nih saya cuma mau menyampaikan, ini Airy anak Ustad memukuli anak saya sampai babak belur, saya mohon harus di ronsen sekarang juga kerumah sakit besar, saya takut jika ada yang patah tulang atau retak" Kata Ibu Didit.


"Astaghfirullah hal'adzim" Ucap semua orang.


"Luka anak ibu nggak banyak loh Bu, tapi begini saja. Kita cari tahu dulu tentang masalah yang memicu anak kita berkelahi" Kata Ruchan dengan santun.


"Kalau anak salah jangan di bela dong Ustad. Jangan mentang-mentang orang terpandang di daerah sini, terus mau seenaknya gitu lepas dari tanggung jawab" Kata Ibu itu ketus.

__ADS_1


Karena Ruchan tidak ingin masalah semakin panjang, akhirnya mengajak Rifky dan Ibu Didit masuk kedalam rumah dan menyelesaikan secara kekeluargaan. Sementara itu, Leah dan Aisyah mengobati luka Airy dan Didit yang masih saja menangis. Padahal Didit ini sudah SMP sedangkan Airy baru kelas 6 SD.


__ADS_2