Suara Hati

Suara Hati
Bab. 158.


__ADS_3

Tuuuttttt


......


"Ya Allah malunya aku," Kata Ceasy dalam hati.


"Kak Rifky ih, nggak sopan deh. Dosa tau kentut di depan orang tua." Kata Ceasy dengan senyuman palsunya.


Semua orang tertawa melihat tingkah Ceasy, Ceasy pun meminta izin untuk ke kamar mandi menghilangkan rasa malunya itu. Semua orang pun tertawa, untung saja tidak bau, disaat Ceasy hendak ke kamar mandi di antar oleh asisten rumah tangga, tidak sengaja ia melewati kamar Nisa.


"Tunggu Mbok, tunggu o sini. Itu siapa?" Tanya Ceasy mulai sok tahu.


"Oh itu Mbak Nisa, dia sedang siap-siap mau bertemu keluarga Mbak kentut ini" Jawab Si Mbok.


"Wehh pelanggaran! Ya udah ayo Mbok" Kata Ceasy masing clingak clinguk.

__ADS_1


Keluar dari kamar mandi, Ceasy masih clingak clinguk mengendap-endap ke kamar Nisa. Nisa juga masih duduk termenung di sana sendiri. Ceasy mencoba mendekati dan bertanya.


"Asallamualaikum" Salam Ceasy.


"Waalaikum sallam warrahmatullahi wabbarokatuh, siapa ya?" Tanya Nisa dengan nada yang lemah lembut.


"Aku Ceasy, eh perkenalkan aku Ceasy, adik dari Kak Kabir, adik angkat dan memiliki perasaan untuknya hehehehe bolehkan?" Kata Ceasy sok akrab.


Nisa membalikkan badannya, wajahnya tidak terlihat karena ia memakai niqab, baju pink dan niqab pink itu sangat cantik di mata Ceasy, Nisa pun menyuruh Ceasy duduk disampingnya dengan menepuk tangannya di kasur.


"Sial, kalau kek gini aku kalah udah, heh. Trima nasih jomblo" Kata Ceasy dalam hati.


"Iya aku aslinya orang Korea jowo hehe, Kak Nisa pakai niqab? Sejak kapan, hehe maaf yo sok akrab" Kata Ceasy dengan senyum lebarnya, seperti Bandara Halim.


"Alhamdulillah sudah tujuh tahun ini, setelah lulus kuliah. Kamu sendiri masih sekolah?" Tanya Nisa.

__ADS_1


"Iya lah, aku masih SMA, nggak heran kalau Kak Kabir nolak aku dan milih Kak Nisa, Kak Nisa penampilan kek gini kok, mana sarjana lagi." Kata Ceasy dengan mulut yang manyun.


Nisa hanya tersenyum dan menunduk.


"Kamu suka dengan Kabir karena apa? Karena apa? Aku sudah lama tidak bertemu dan tidak melihatnya" Kata Nisa.


"Jujur ya, aku nggak mau Kakak salah faham sama aku, aku suka sama Kak Kabir sudah tiga tahun. Tapi sadis, dia nolak aku karena aku adalah adiknya, sedangkan aku hanya adik angkatnya. Memang nggak boleh pacaran ya kalau adik kakak angkat?" Tanya Ceasy.


Nisa sangat menyukai Ceasy dalam sekali perkenalan, menurutnya, gadis seperti Ceasy ini adalah gadis yang cocok untuk di ajak sharing. Nisa pun memberi nasihat kepada Ceasy.


"Kalau kalian tidak seair susu, kalian tetap boleh menikah kok. Tapi, menurut Kabir mungkin kurang baik aja kalau dia harus menikah dengan adiknya sendiri walau pun adik sambung" Kata Nisa.


"Anak angkat aku tuh sayaaaang" Kata Ceasy.


"Nggak ada istilah anak angkat Dek, namanya anak tetaplah anak. Mau kamu tidak lahir dari rahim Mama mu yang sekarang, tapi beliau dan suaminya mau menafkahi dan bertanggung jawab kepadamu, bersedia menjadi walimu. Kamu harus hormati beliau ya, dan ingat! Tidak ada yang namanya anak angkat" Kata Nisa.

__ADS_1


"2-0, pret kampret. Nih kakak memang cocok deh buat Kak Kabir. Ora popo, aku ini kan masih muda dan manis, di Korea aku akan mencari jodoh seorang muslim yang ganteng seperti Jimmin hahahahha" Kata Ceasy dalam hati.


Ceasy pun kembali ke ruang tamu duduk didekat Aisyah dan Rifky, dan berbisik kepada Aisyah bahwa dirinya baru saja bertemu dengan gadis yang bernama Nisa.


__ADS_2