Suara Hati

Suara Hati
Bab. 150.


__ADS_3

Melihat Aminah semalam, membuat hati Balqis teriris. Mungkin saat ini belum ada cinta dihati Balqis untuk Syakir, itu tugas Syakir membuat Balqis jatuh cinta padanya.


"Semoga saja Ustad Syakir juga menerima kekuranganku" Batin Balqis.


Pagi hari ketika sarapan, Kabir dan Ceasy hanya berdiam diri saja. Mereka sarapan dengan cepat, hingga membuat kedua orang tuannya heran.


"Kalian kenapa sarapannya gitu banget sih?" Tanya Ruchan.


"Kesiangan!" Jawab Ceasy.


"Terus Kabir?" Tanya Ruchan.


"Males deketan sama Ceasy, bahaya! Aku selesai, pamit ya Bi, Ma. Mau nengok Aminah dulu" Kata Kabir sambil mencium tangan orangtuannya.


"Lah, Ceasy siapa yang ngantar dong?" Tanya Leah.


"Nggak tau lah, yang penting bukan aku. Assallamualaikum" Salam Kabir dan ia pun pergi.


Leah dan Ruchan hanya geleng-geleng kepala saja. Ceasy menemukan ponselnya di samping piring Kabir yang belum di cuci, dengan hati-hati ia pun mengambil ponsel miliknya.

__ADS_1


"Abi, Ceasy pergi sama teman saja ya, Abi kan belum selesai sarapannya" Kata Ceasy.


"Nggak usah, biar Abi yang antar kamu ya. Ini udah hampir selesai kok, tunggu saja di luar" Kata Ruchan.


Ceasy sangat tidak bisa menolak kata Ruchan, ia pun menunggu Ruchan di luar. Membuka ponsel miliknya, dan mengirim pesan kepada Jamil. Ketika membuka pesan, Ceasy melihat ada pesan dari Kabir yang belum ia buka.


"Belajar yang rajin, jangan mikirin cinta. Aku suka gadis pintar, bukan bodoh yang hanya mencari cinta saja. Sebaiknya kita memang saling menjauh, aku tidak ingin ada kesalah fahaman diantara kita. Karena selamanya kau tetap akan menjadi adikku."


Air mata Ceasy tiba-tiba menetes, hanya seorang Adik baginya dan tidak lebih. Ingin rasanya Ceasy berteriak pagi itu. Ia pun membalas pesan dari Kabir, dan mengirimkan pesan dari Kabir kepada Jamil, agar Jamil bisa memberinya solusi.


"Nanti bisa jemput aku sekolah nggak? Ada yang ingin aku katakan. Penting!"


Namun pesan itu tidak juga di balas oleh Kabir.


"Apanya nya yang Ambyar nak?" Tanya Ruchan yang baru saja keluar.


"Emm temen aku Bi, dia curhat katanya mau bikin tema mengarang gitu, dengan judul Ambyar" Kata Ceasy gugup.


Ruchan hanya mengangguk-angguk saja, dan meminta Ceasy untuk segera naik ke motornya. Karena Ceasy sudah hampir telat.

__ADS_1


Hari ini, Akbar dan Fatim akan pulang ke Jepang, karena Akbar ada pekerjaan yang harus dilakukan dan tidak bisa di tunda lagi, Rifky dan Si Kembar pun mengantar Akbar ke Bandara.


"Hati-hati ya Om Abang, Tante Fatim dan Bang Falih" Kata Raihan.


"Kalian juga pulangnya hati-hati ya" Kata Akbar melambaikan tangannya.


Rifky juga memberi sedikit oleh-oleh untuk Sandy yang sudah pulang terlebih dahulu dengan Irene ke Jepang. Airy pun juga memberi hadiah kepada Abang kecilnya itu. Di rumah Syakir, si kembar dua ini sedang meradang hatinya. Yang Syakir masih ragu dengan niatnya mempersunting Balqis, yang Kabir sedang pusing dengan Ceasy.


"Bir, kamu kenapa?" Tanya Syakir.


"Kamu kenapa?" Tanya balik Kabir.


"Hadeh, bingung aku tuh" Kata Syakir menutupi wajahnya dengan Alkitab.


"Aminah kemana?" Tanya Kabir.


"Dijemur sama Balqis" Jawab Syakir.


"Haih, aku pusing Kir" Kata Kabir.

__ADS_1


"Pusing kenapa? Kesini mau mencurahkan isi hati kah? Terus aku curhat ro sopo?" Tanya Syakir.


Mereka pun saling mencurahkan isi hatinya masing-masing. Kabir menyarankan agar Syakir berziarah kemakam Ika mengajak Balqis,dan mengajak Balqis untuk membicarakan hal itu lagi. Dan Kabir yang akan menemani Aminah bermain. Sedangkan Syakir memberi saran kepada Kabir, untuk mencoba memahami hati Ceasy lagi, yang Kabir ragukan karena Ceasy adalah adik angkatnya, usia mereka juga terpaut cukup jauh. Sedangkan ia belum bisa mecintai, bahkan menyayangi Ceasy layaknya seorang wanita.


__ADS_2