
Jam 10 yang ditunggu, Aisyah datang hanya dengan Yusuf saja, karena Airy dan Raihan sedang mengikuti acara di pesantren, sedangkan Rifky baru saja berangkat restoran miliknya. Di rumah Ruchan, sudah ada Kabir, Syakir dan Ceasy juga, mereka sedang duduk di depan Ruchan dan Leah.
"Assallamualaikum" Salam Aisyah dan Yusuf.
"Waalaikum sallam, Yusuf, sini sama Uti" Kata Leah langsung menggendong Yusuf yang sudah mulai aktiv itu.
Leah mengajak Yusuf bermain dengan Aminah dan Sita di rumah Sera. Sedangkan Aisyah dan Ruchan akan menyelesaikan masalah Ceasy yang akan kuliah ke Korea.
"Ceasy udah mantep mau kuliah disana?" Tanya Ruchan.
"Iya Bi, Ceasy udah mantap sekali. Seperti Kak Ais yang mengejar cita-cita menjadi Dokter anak, Ceasy akan mengejar cita-cita menjadi seorang desainer berbakat Bi. Itu jika Abi merestui perjalananku" Kata Ceasy.
"Kak" Kata Ruchan kepada Aisyah.
Aisyah pun memeberi tahu kepada Ceasy, Aisyah dan kedua orangtuannya setuju jika Ceasy melanjutkan kuliahnya di Korea, ia nanti akan tinggal di asrama kampus, dan akan di awasi oleh Yoona. Semalam, Aisyah sudah menghubungi Yoona terlebih dahulu. Dan Yoona sudah mencarikan kampus yang cocok juga untuk Ceasy belajar..
"Boleh Kak, lagian kan aku juga sudah kenal dengan Kak Yoona, hah semoga aja ada cowok ganteng dan peka disana" Kata Ceasy melirik kearah Kabir.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana denganku? Lusa pertemuanku dengan Nisa kan? Dan aku akan langsung serius, dua tahun lagi aku mau ajuin pensiun dini" Kata Kabir.
"Kenapa nggak sekarang aja pensiunnya? Kak Kabir sengaja kan? Karena Kak Kabir tahu, jadi istri persit itu tes nya susah dan aku nggak bakal lolos?" Tanya Ceasy nge gas.
"Itu tau!" Kata Kabir santai.
"Jadi kalau aku lolos?" Kata Ceasy.
"Lolos darimana? Yang mau jadi istriku kan Nisa bukan kamu!" Kata Kabir ketus.
"Jahat! Bebek Jahat. Pokoknya setelah kelulusan, aku mau langsung otewehh ke Korea, tunggu aku mendapatkan cinta yang lebih gagah darimu Kak Kabiro Kabiro!" Kesal Ceasy.
"Ya Allahu Ya Rabbi, salah apa hambamu ini Ya Allah. Anak udah seusia gini masih kerasa bocahnya. Kak, tangani sendiri lah, Abi udah pusing. Mau main saja sama Yusuf dan Aminah. Assallamualaikum" Kata Ruchan langsung pergi.
"Waalikum sallam".
"Abi ikut. Assallamualaikum" Salam Syakir menyusul Ruchan.
__ADS_1
"Waalaikum sallam".
Syakir memang tidak tahan jika jarus mendengar ocehan Ceasy dan Kabir pun memilih untuk pergi bermain dengan sang Putri dan keponakannya. Tinggal Kabir dan Ceasy yang masih ada di depan Aisyah.
Lirikan mata Aisyah membuat Kabir dan Ceasy salah tingkah, Aisyah sejak kecil memang di segani oleh adik-adiknya itu. Bahkan, Aisyah sering menanggung beban untuk mendidik adik-adiknya.
"Katakan apa yang ingin kalian katakan satu sama lain. Kita selesaikan hari ini juga. Kabir, tolong dewasalah, dan Ceasy, tolong pahamilah" Kata Aisyah serius.
"Kak Kabir memang benar-benar tidak ada rasa sama sekali kah padaku?" Tanya Ceasy dengan wajah yang imut.
"Nggak!" Jawab Kabir santai.
"Ih, Kak Kabir mah gitu" Kesal Ceasy.
Kabir dan Ceasy malah saling beradu mulut, Aisyah kesal dibuatnya. Ia menggebrakkan meja dan berteriak kalau Ceasy 3 bulan lagi harus berangkat ke Korea, sedangkan Kabir, lusa akan adakan pertuan dengan keluarga Nisa. Karena tidak ada titik terang di antara mereka, Aisyah pun pergi begitu saja.
Sebenarnya, Kabir itu suka nggak sih sama Ceasy?
__ADS_1
Assallamualaikum Kakak kakka, maaf ya, akhir-akhir ini up nya satu dua bab aja. Ada hal yang sedang di alami author. Mohon doanya agar semuannya baik-baik saja. Amin. Wassallamualaikum.