
Setelah hujan semalaman hingga menjelang subuh, membuat udara di pagi hari sangat sejuk. Hari ini Aisyah dan Rifky sangat sibuk, karena pekerjaan mereka harus di lakukan cepat sampai sore hari, karena malam harinya, akan ada lamaran Akbar untuk Fatim.
Leah juga sedang sibuk membantu pindahannya Syakir dan Ika kerumah baru mereka, sedangkan Ruchan pagi-pagi sekali sudah berangkat ke rumah Pak Fikri untuk membahas sesuatu pekerjaan yang penting.
Di sekolah saat waktu istirahat, Airy membuat masalah yang akan membuatnya dalam masalah di rumah dengan Aminya.
"Raihan! Cepat kesini!" Teriak Danu, teman Raihan.
"Kenapa sih? Kok kamu ngos-ngosan gitu?" Tanya Raihan.
"Airy, dia berkelahi di lapangan sekolah. Airy berkelahi dengan si Giant" Kata Danu.
"Rudi maksud kamu? Jangan ngejek nama gitu dong, itu gak baik tau" Kata Raihan.
"Yo wis ayo lah buruan, Airy berantem loh!" Kata Danu.
"Astaghfirullah hal'adzim, ayo lah" Kata Raihan.
__ADS_1
Raihan dan Danu berlari menuju lapangan sekolah, apa yang di katakan Danu benar. Airy sedang berantem dengan Rudi, Rudi ini anak paling bandel di sekolah, entah apa yang membuat mereka beranten tidak tau.
"Airy" Teria Raihan yang langsung berlari dan memeluk Airy.
"Ah Abang ngapain disini. Airy sedang memberi pelajaran kepada Kak Rudi" Kata Airy ngotot.
"Iya kenapa? Kenapa berantem? Emang gak bisa di bicarakan baik-baik. Berantem itu salah Airy, gak boleh. Lagian Airy anak perempuan, gak boleh berantem" Kata Raihan menenangkan emosi Airy.
"Abang gak tau kan apa yang sudah Kak Rudi perbuat hingga Airy marah?" Kata Airy.
"Kak Rudi bilang, bahwa kembar laki-laki sama perempuan itu buruk, lalu dia bilang Abang ini lembek, gak bisa berantem, kampungan. Airy gak suka ada yang ngomongin Abang buruk-buruk. Airy gak suka!!" Kata Airy menangis.
Raihan memeluk Airy, menyeka air matanya dan memberikan pengertian.
"Airy, apapun alasannya. Jangan berantem ya, Kakak gak mau Airy sakit, di pukul itu sakit loh. Nanti jika Airy sakit, gak ada yang nemenin Kakak main lagi, Ami jadi sedih. Coba mana yang dipukul sama Kak Rudi tadi" Tanya Raihan.
"Kak Rudi memutar tanganku, tapi aku sudah memukul wajahnya" Kata Airy.
__ADS_1
Guru pun akhirnya datang, waktu mereka berantem memang sedang istirahat. Dan guru sedang melakukan rapat sebentar. Bagaimana pun juga, Airy dan Rudi mendapatkan hukuman dari guru. Yaitu di skors 1 hari dan menyapu kelasnya masing-masing.
"Kak, capek!" Kata Airy.
"Minum dulu, Airy harus selesaikan dong hukumannya. Itu juga kesalahan Airy, harus tanggung jawab ya. Abang akan nungguin Airy di sini. Semangat" Kata Raihan.
Sepulang sekolah, mereka pulang dengan mengendarai sepedanya. Sejak masuk sekolah dasar, Airy dan Raihan sudah mandiri berangkat dan pulang sendiri. Bukan karena orang tuannya sibuk, karena itu murni keinginan Airy dan Raihan.
Di sisi lain, Akbar sedang sibuk mempersiapkan apa yang akan di bawa untuk lamaran nanti malam. Semua di pilih sesuai dengan selera Fatim, yang sebelumnya sudah di bahas oleh Akbar dan Fatim.
"Udah kak? Mau jemput Dita dan Raza sekalian gak? Urusan dengan aparat desa dan keluarga jauhnya sudah kelar kata Kak Clara" Kata Kabir.
"Kak Clara bisa pulang nih?" Tanya Akbar.
"Nih, katanya udah sampai rumah Dita, dia kangen sama anaknya. Dan adiknya juga mau lamaran masa dia gak datang sih?" Kata Kabir menunjukkan foto Clara yang sudah berada di rumah Dita.
Akhirnya dari sekian lama Clara pulang juga. Kini ia juga telah selsai kontrak menjadi pengacara di Swiss, dan ingin tinggal bersama keluarganya di tanah kelahirannya, terutama dengan putrinya Naira dan memperbaiki hubungannya dengan Keny yang sempat renggang.
__ADS_1