
"Pak nanti semua di kirim ke alamat ini ya, nanti ada orang rumah yang akan nerima"Kata Akbar kepada kurir.
Akbar dan Syakir pun berangkat ke rumah Dita dan Raza. Ternyata selain Clara di sana juga sudah ada Keny yang menemaninya. Akbar selalu berdoa, hubungan mereka segera membaik. Agar Naira tetap.bisa bersama dengan kedua orang tuannya.
"Assallamualaikum, kalian udah disini lama?" Salam Akbar.
"Waalaikum sallam" Jawab Keny dan Clara.
"Belum lama juga sih, baru dua jam. Nunggu kamu lama banget sih Bar! Timbang milih mahar aja lama banget" Kesal Clara.
"Ck apasih Kak Clara nih, ini sudah bisa di bawa kan Dita sama Raza nya?" Tanya Akbar.
"Udah kok Mas" Jawab tetangga yang dipanggil Bu Dhe oleh Dita.
Akbar memberikan waktu kepada Keny dan Kakaknya agar bisa berduaan, dengan membawa Dita dan Raza pulang ke pesantren terlebih dahulu dengan Kabir.
"Kita bawa mereka pulang dulu ya, kalian selesaikan masalah yang tertunda itu. Ok! Assallamualaikum!" Kata Kabir.
"Fikirkan baik-baik. Bicarakan dengan matang, jangan pakai emosi, ingat masa depan Naira! Jangan sampai nasibnya sama kek aku, di rawat oleh adik Papaku!" Pesan Akbar.
__ADS_1
Rupanya hal itu masih membekas dalam hati dan ingatan Akbar, ia tidak matah dengan nasibnya. Namun hanya tidak ingin Naira sama sepertinya, apalagi karena keegoisan orang tuannya.
"Ayo" Ajak Keny.
Keny dan Clara berpamitan kepada seluruh warga desa di sana. Mereka tidak langsung pulang menemui Naira, mereka akan memanfaatkan waktu yang di berikan Akbar dan Kabir sebaik-baiknya.
Saat di mobil, mereka berdua hanya diam. Dalam hati mereka, ingin sekali menyapa dan mengajukan banyak pertanyaan. Sudah hampir 2 tahun mereka tidak bertemu.
"Aku kangen kamu Ra" Kata Keny memecah keheningan waktu itu, dan memarkirkan mobilnya di tepi jalan.
Clara menangis, sebenarnya mereka masih saling mencintai, hanya karena ego dan besarnya gengsi yang membuat hubungan mereka merenggang.
"Kamu masih mau menerimaku? Masih mau aku hidup denganmu? Aku sudah egois meninggalkan kamu dan Naira Ken. Aku malu pulang seperti ini" Kata Clara.
"Stt, jangan ngomong kayak gitu lagi ya. Kita sama-sama salah Ra. Kita perbaiki semua bersama, kita perbaiki semuanya" Kata Keny memeluk Clara.
"Kamu nangis Bambank?" Tanya Clara.
"Dasar cewek gila" Jawab Keny menyentil hidung Clara.
__ADS_1
Hubungan yang sebelumnya renggang itu mulai membaik. Mungkin ada pepatah, hubungan yang sudah retak itu tidak bisa di perbaiki lagi. Namun Keny dan Clara akan berusaha memperbaiki hubungan itu, membuatkan istana yang indah buat tuan putri mereka. Naira Rezky Pratama.
Di lain tempat, kita kembali di rumah Rifky, karena Aiyah mendapat surat dari sekolah yang mengatakan Airy harus di skors satu hari di rumah. Aisyah sangat marah.
"Mi, jangan marah gitu dong. Anak seusia Airy itu jangan di marahi, di tegur baik-baik saja, dengan gitu Airy bisa menerima teguran kita dengan baik juga" Kata Rifky.
"Berkelahi yank, anak cewek kita berkelahi? Ami nya aja kalem loh dulu, mewaraisi siapa sifat dia itu. Jangan-jangan Bubu juga sering berantem dulu ya?" Tanya Aisyah.
"Loh! Tapi kalau di fikir-fikir. Uti dan Ami nya juga preman loh dulu di sekolahnya" Kata Rifky melirik.
"Apa!" Kata Aisyah mulai keluar tanduk.
"Eeh sayangku, kesayanganku, istriku. Jangan marah ya, sabar dong, sik baqoh ya. Kita tunggu saja Airy dan Raihan pulang. Kita dengar apa yang sebenarnya terjadi, ok sayang?" Kata Rifky menenangkan Aisyah.
Buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya. Sifat dan karakter Airy ini seperti Leah dan Aisyah saat kecil dulu, pemberani dan suka berkelahi.
Berbeda dengan Raihan, bukan Raihan tidak setangguh Airy. Melainkan Raihan lebih suka menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Raihan juga anak yang kalem dan lembut seperti Ruchan.
Ya! bagaimana lagi, sejak usia tiga bulan hingga tiga tahun, Ruchan dan Leah lah yang merawat mereka. Karena di tinggal Aisyah dan Rifky menuntut ilmu di Korea.
__ADS_1