
"Tapi cintaku kepadamu tulus Akbar" Kata Dara.
"Aku akan membawa cintamu itu kepada pihak yang berwajib, ayo ikut aku!!" Kata Akbar menyeret tangan Dara.
"Kamu nggak usah susah-susah bawa dia ke kantor polisi, Abi sudah membawa polisi bersama Abi" Kata Ruchan yang datang dengan membawa dua polisi yang siap membawa Dara.
Dara meronta-ronta. Tidak disangka ia masih membawa senjata tajam yang sudah dilumuri racun, dan karena yang di dekatnya adalah Rifky, iapun menusuk Rifky, tepat dimana saat Rifky tertusuk dulu.
"Kaka Rifky!" Teriak Akbar.
Polisi langsung menangkap Dara dan akan meenghukumnya sangat berat, karena telah banyak kejahatan yang sudah Dara lakukan semasa menjadi buronan, bahkan sebelum menjadi buronan juga.
Rifky jatuh pingsan, sejak penusukan yang terjadi hampir 9 tahun lalu, membuat tubuh Rifky menjadi sering terserang penyakit. Kini ia pingsan karena karena banyak darah yang keluar dari luka itu, lukanya tepat di bagian luka lamanya saat ia dibawa ke Batam oleh pasangan suami istri.
__ADS_1
"Rifky!" Teriak Ruchan langsung menangkap tubuh Rifky.
Polisi langsung membawa Dara masuk ke dalam mobil dan membawanya ke kantor polisi. Akbar dan Ruchan segera membawa Rifky juga kerumah sakit sekarang.
Dirumah, Yusuf menangis terus tidak bisa di tenangkan. Berbagai macam cara Aisyah menenangkan Yusuf, namun Yusuf tidak mau diam juga. Hati Aisyah menjadi tidak tenang, ia terus saja kefikiran tentang Rifky.
Dirumah sakit, Balqis, Arifin, Jamil, Syakir dan Farhan sedang menunggu di ruang IGD, Ika belum sadar juga, bahkan Dokter yang menanganinya juga belum keluar ruangan. Mereka melihat Ruchan dan Akbar membawa masuk Rifky ke IGD juga, Akbar sangat panik saat itu, hingga tidak menyapa keberadaan keluarganya disana.
"Penjahat yang sama telah menusuk perut Kak Rifky menggunakan pisau" Jawab Akbar dengan kesedihan.
"Innalillahi, Ya Allah, tapi menurut kamu Kak Rifky akan baik-baik saja kan Bang?" Tanya Syakir.
"Denyut nadi nya tadi sangat lemah, harusnya sih jika segera di tangani ya pasti selamat. Ini semua gara-gara aku, maafkan aku semuannya, penculik itu ingin menyelakai Fatim, tapi malah salah orang. Maafkan aku Syakir" Kata Akbar menangis.
__ADS_1
Syakir memeluk Akbar, dan saling menguatkan.
"Ini bukan salahmu Bang, semua ini sudah takdir. Tapi bagaimana nanti dengan Kak Ais, kita harus fikirkan bagaimana cara bicara dengan Kak Ais" Kata Syakir.
Tidak lama sstelah itu, Dokter yang menangani Rifky keluar, ia mengatakan harus segera dilakukan operasi. Jika tidak nyawa Rifky akan terancam. Dokter bedah disana sedang melakukan pembedahaan jadi kemungkinan harus menunggu, tapi jika menunggu lebih lama lagi. Rifky tidak akan selamat.
"Biar saya saja yang melakukan pembedahan, Dokter dan para suster siapkan saja segala keperluannya. Tenang saja, saya Dokter bedah di rumah sakit terbesar di Tokyo, percaya dengan saya" Kata Akbar.
Karena waktu semakin berputar, Dokter itupun menyetujui kehendak Akbar. Operasi Rifky akan segera dilakukan, Akbar meminta doa restu kepada Ruchan, Arifin dan Farhan sebelum pergi.
Tidak lama setelah itu, Dokter yang menangani Ika keluar, ia mengatakan kabar duka tentang Ika. Nyawa nya tidak terselamatkan, karena ternyata perut yang baru saja melakukan secar seminggu yang lalu di terbentur benda keras yang kemungkinan ada di dalam mobil. Ika pendarahan hebat hari itu.
Tubuh Syakir langsung lemas mendengar semua itu, baru saja mendapat kebahagiaan, namun ia harus berduka atas meninggalnya Ika. Benar dia menjada Sembilan bulan saat Ika hamil, tapi tidak menyangka jika seminggu setelahnya ia akan pergi jauh untuk selamanya.
__ADS_1