Suara Hati

Suara Hati
Bab. 108


__ADS_3

Niat Akbar ingin membuka jilbab Fatim, agar nyaman tidurnya. Malah Fatim terbangun dan berteriak ketakutan. Sepertinya Fatim masih mengalami trauma saat kejadian itu.


"Jangan! Aku nggak mau, tolong! Tolong!" Teriak Fatim.


"Fatim, ini aku Akbar! Fatim lihat aku!" Kata Akbar sambil menahn tangan Fatim yang hendak memukulnya.


Kabir dan Jamil yang masih belum tidur langsung bergegas ke kamar Akbar. Mereka panik ketika mendengar Fatim berteriak.


Brak.... Pintu di buka oleh Kabir.


"Maaf, ada apa Bang" Tanya Kabir.


"Aku mohon jangan! Akbar! Akbar tolongin aku, aku nggak mau" Teriak Fatim.


"Fatim ini aku Akbar" Kata Akbar mulai bingung.

__ADS_1


"Fatim, Fatim istighfar Tim" Kata Kabir me dekati Fatim.


Kabir menjadi bingung karena ia tidak bisa menyentuhnya. Lalu Akbar meminta Jamil untuk mengambilkan tas medis Akbar yang ada di meja, dan meminta Kabir untuk memanggil Aisyah dan Sandy.


Tidak lama setelah itu, Sandy, Aisyah dan Rifky masuk ke kamar Akbar. Aisyah memeluk Fatim dan Sandy langsung menyuntikkan obat penenang kepada Fatim.


"Aduh" Jerit Aisyah saat siku Fatim tidak sengaja mengenai perut Aisyah.


"Mi" Kata Rifky panik, dan menarik Aisyah karena Fatim sudah mulai tenang.


"Aku nggak papa kok Mas, aman" Kata Aisyah.


"Ini kenapa sih Bar? Fatim kok gini, kamu jangan maksain dia dong. Dia masih trauma kejadian buruk yang menimpannya. Detak jantungnya sampai ck, sabar dong Bir" Kata Sandy.


"Pa, Fatim itu tertidur di sofa. Dan aku angkat dia ke ranjang. Nah aku gerah tuh lihat dia tidur pakai jilbab,aku coba lepasin jilbab itu. Dan Fatim tiba-tiba teriak" Kata Akbar.

__ADS_1


Aisyah, Rifky, Kabir dan Jamil keluar dari kamar Akbar. Mereka masuk ke kamar maaing-masing. Melihat apa yang terjadi kepada Fatim membuat seisi rumah menjadi sedih. Karena ternyata, saat melakukan sidang putusan, Clara juga menerima hasil visum Fatim, bahwa ia juga mengalami kekerasan yang di lakukan oleh Arfan.


Akbar baru tau hal itu dari Sandy, malam itu Clara juga memberi banyak hal yang belum Akbar ketahui tentang kasus Fatim. Kemungkinan Fatim akan sulit hamil karena saat kekerasan, terjadi pukulan yang dahsyat di perut Fatim.


"Jadi Fatim nggak bisa hamil Pa" Tanya Akbar lemas.


"Bukan nggak bisa, tapi dia akan mengalami beberapa gangguan gitu kalau bisa hamil. Kita berdoa yang terbaik saja buat Fatim ya. Kasihan dia, hidupnya benar-benar hancur. Papa nggak bisa bayangin kalau Fatim itu adalah anak kandung Papa sendiri. Kamu jaga dia dengan baik ya, cintai dia dengan tulus, jangan sakiti dia ok. Jadilah cahaya untuknya, Papa tidur dulu." Kata Sandy kepada Akbar.


Malam itu, Akbar menjadi susah tidur, ia terus mengusap-usap kepala Fatim dengan lembut, dan Fatim memeluk tubuh Akbar.


"Aku nggak nyangka hal buruk bisa menimpamu seperti ini Fatim. Aku sangat menyayangimu, aku akan berusaha menemukan cara agar kamu bisa kembali seperti dulu lagi. Aku janji" Kata Akbar.


Tanpa Akbar ketahui, Fatim telah mendengar apa yang Sandy dan Akbar bicarakan sebelumnya. Ia mendengar saat Sandy mengatakan bahwa dirinya sulit untuk hamil, karena pukulan dan tendangan yang Arfan lakukan padanya.


Ingin sekali Fatim menangis, ingin menjerit sekerasnya. Namun mulutnya terkunci, ia tidak ingin lagi membebani Akbar dengan tangisannya.

__ADS_1


__ADS_2