Suara Hati

Suara Hati
Bab. 111


__ADS_3

"Sejauh ini, rahim anda sudah sangat baik. Anda bisa mencoba program hamil saat ini"


Kata-kata Dokter masih terngiang di telinga Fatim. Karena bujukan dari Niki dan Oshi, akhirnya Fatim mau melakukan chek up itu, dan hasilnya sangat luar biasa. Dengan waktu 1 bulan, rahim Fatim sudah membaik dan siap untuk di buahi, walaupun kedepannya harus sering melakukan chek up lagi.


"Fatim, kenapa makananmu hanya kau mainkan saja.Ayo makanlah, Dokter tadi membawakan berita bagus bukan?" Tanya Niki.


"Iya, itu semua karena obat herbal dan air, air apa? air itu putih yang dibawakan oleh Kakak Mika (Kakak dari Niki yang tinggal di Dubai)" Tanya Oshi.


"Sam-sam?" Kata Niki.


"Bukan sam-sam, tapi Zam-zam. Itu air suci yang banyak sekali manfaatnya" Jawab Fatim.


"Nah iya, sambil ik-ik, ik apa kalau orang muslim?" Tanya Oshi.


"Ikhtiar" Jawab Fatim.

__ADS_1


"Nah itu, akhirnya membuahkan hasil. Semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin jika kita pecaya dengan keadilan Tuhan. Besok malam kamu harus layani Akbar dengan baik" Goda Oshi.


"Dan juga, setelah sembilan bulan, kau memberikan kami keponakan yang sangat lucu hahaha" Kata Niki.


"Kalian membuat aku malu, apa aku bisa ya melakukan semua itu. Bagaimana jika aku ingat hal itu? Terakhir kali Abang meleps jilbabku, aku teriak histeris malam-malam" Kata Fatim menutupi wajahnya.


"Hey Honey, kita akan membantunu belajar, setelah kami antar pulang, kami akan mencari cara bagimana membuat malam itu tidak terulang lagi" Kata Niki bertepuk tangan dengan Oshi.


Percakapan dan lelucon mereka lontarkan sore itu, setelah selesai makan dan berbelanja, Niki dan Oshi mengantar Fatim pulang kerumah. Tidak hanya di pusat perbelanjaan, bahkan di mobil mereka pun saling bercanda.


"Udah sampai tuan putri. Kami bantu angkat barang ya" Kata Niki.


"Ah kalian ini repot sekali. Hanya ada tiga tas di tanganku, kalian mau mampir dulu kan?" Tanya Fatim.


"Aku lelah sekali, aku mau langsung pulang.Sorry!" Kata Niki.

__ADS_1


"Bukan dia saja, aku harus bekerja besok pagi, bye bye Fatim" Kata Oshi melambaikan tangannya.


Dirumah Fatim masih sepi, Akbar akan pulang satu jam lagi, sedangkan Sandy akhir-akhir ini sering pulang ke Indonesia menemui Irene dan cucunya Naira.


"Masih ada satu jam, sebaiknya aku memasak untuk Abang makan malam nanti" Kata Fatim dan masuk kerumah.


Di mobil Niki.


"Aku salut sama kamu deh Nik, kamu bisa move on dan malah bisa bersahabat dengan istri orang yang kamu cintai dulu" Kata Oshi.


"Mau bagaimana lagi Shi? Masalah itu harus dihadapi, bukan di jauhi. Aku tidak menyangka jika Fatim adalah wanita yang baik, dia tepat buat Akbar dibandingkan denganku. Aku hanya kasihan melihat nasib buruk yang menimpanya, Fatim benar-benar membutuhkan dukungan" Kata Niki.


"Yahh aku juga memikirkan itu, jahat sekali laki-laki itu. Aku harap dia mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang ia lakukan. Bukan hanya melecehkan saja, bahkan sampai membuat rahim Fatim terluka." Kata Oshi ikut kesal.


"Memang dia lahir dari mana kalau bukan dari wanita juga? Hey, kudengar kau akan muslim dan pendekatan dengan Yasha, benarkah itu?" Goda Niki.

__ADS_1


Saat Fatim memasak didapur, tiba-tiba Akbar sudah pulang dan langsung memeluknya dari belakang. Ia juga sempat membisikkan kata-kata manis untuk Fatim. "Assallamualaikum cinta, aku mencintaimu"


__ADS_2