Suara Hati

Suara Hati
Bab. 49


__ADS_3

"Wah kalian berdua kemana saja sih? Kita kan udah nunggu lama!" Kata Yasha.


"Berani-beraninya kau menipuku!" Kata Akbar memukul Yasha.


"Sory bro, saat aku dengar kamu kempali ke Jepang, aku tidak bisa menahan diri untuk bertemu denganmu, mana oleh-olehnya" Kata Yasha mendadahkan tangannya.


Ketika asyik bercanda, seorang laki-laki menghampiri mereka dan menanyakan Niki, laki-laki itu juga membawakan sebuket bunga besar untuk Niki.


"Kamu Nikita bukan?" Tanya laki-laki itu.


"Iya ini aku, anda siapa ya?" Tanya Niki kembali.


"Aku Jiang Zushu, kau melewatkan kencan buta denganku" Kata Laki-laki itu.


"Wuuuuu, kencan buta" Kata Oshi, Jesicca dan Yasha bersamaan.


Acara berkumpul dengan para sahabat pun selesai, mereka pupang sangat larut, bahkan hingga mau pagi, karena Yasha dan Jesicca mabuk berat, mereka di antar pulang ke rumah masing-masing oleh Oshi, sedangkan Niki sejak pertemuan pertama dengan Zushu sudah pulang terlebih dahulu.


Di jalan, Akbar baru ingat kalau dia belum mengabari Fatim tentang dirinya.


"Jam segini, di Indo Fatim dah tidur belum ya? Semoga aja balas pesanku. Mana ada bus jam segini, sebaiknya aku pesan taksi saja." Kata Akbar.


"Assallamualaikum, kamu sedang apa Fatim? Maaf ya baru ngabari, teman-temanku mendadak langsung ngajak aku ketemu, karena ternyata hari ini hari ulang tahun Yasha dan hari jadiannya, maaf ya" Pesan Akbar.

__ADS_1


Pesan itu ternyata langsung di balas oleh Fatim, entah berapa lama Fatim menunggu, pastinya sangat lama.


"Waalaikum sallam, iya gak papa kok Bang. Abang sedang apa? Udah sholat belum?" Balas Fatim.


"Alhamdulillah udah dong. Aku lagi naik taxi, mau pulang. Kamu udah makan?" Tanya Akbar.


"Sendiri? Iya aku udah makan kok" Jawab Fatim.


"Iyalah sendiri, mereka mabuk. Tapi aku enggak loh ya" Kata Akbar.


"Tapi Abang pernah mabuk gak?" Tanya Fatim.


"Alhamdulillah, sedikit coba-coba arak aja belum pernah, hehhee masih ingat akan haramnya minuman itu lah" Jawab Akbar.


"Buat aku, gak ada istilahnya buat jamu minum arak, itu minuman setan, kalau Aku ikut minum, lalu setan minum apa?" Kata Akbar.


"Ya minum bareng dong sama Abang, dan berarti Abang temannya setan haha" Kata Fatim.


"Enak aja, eh aku udah sampai rumah, tak bersih-bersih dulu, nanti sambung lagi ya" Kata Akbar.


"Iya deh, Assallamualaikum, aku tunggu ya" Balas Fatim.


Sementara Fatim menunggu Akbar bersih-bersih, ia kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda saat ia tinggal chattingan bersama Akbar.

__ADS_1


Selesai bersih-bersih, Akbar menemui Sandy yang saat itu duduk termenung sendiri di sofa ruang tamu, sambil melihat ke arah luar jendela.


"Ada apa Pa?" Tanya Akbar.


"Dah mandi? Kenapa baru pulang jam segini? Kamu gak tugas besok?" Tanya Sandy.


"Udah biasa kali Pa, seorang Dokter kurang tidur, Papa sendiri kenapa disini?" Tanya Akbar.


"Papa boleh nikah lagi gak?" Kata Sandy tiba-tiba.


Akbar duduk di samping Sandy dan menepuk pundak Papanya itu.


"Dari dulu, Akbar gak pernah nglarang Papa untuk nikah lagi, hampir 26 tahun Papa hidup sendiri. Maksudnya gak ada temen hidup, menurut Akbar itu hal yang bikin hati hampa Pa" Kata Akbar.


"Sekarang usia Papa sudah segini, sudah saat nya Papa hidup bebas, menua bersama orang yang di cintai, dan jangan kerja lagi" Sambung Akbar.


"Kalau Papa gak kerja bagaimana dengan masa tua Papa" Kata Sandy.


"Ayolah Pa, Papa masih ada aku, ada Kak Clara. Papa juga terlahir dari orang berada, tabungan numpuk, noh ATM juga semua isi" Kesal Akbar.


"Akbar mau ke kamar dulu, jika itu Tante Irene? Akbar akan terima dengan ikhlas hati. Jika wanita lain? Wanita itu harus lulus seleksi dari Akbar dulu, Assallamualaikum, good night Papa" Kata Akbar menuju ke kamar meninggalkan Sandy sendiri.


Sekian lama Sandy hidup menduda, dan hanya memiliki satu nama orang yang di cintainya, yaitu almahrumah Mamanya Akbar, Sindi. Wanita yang bisa membuat Sandy jatuh cinta dan setia sampai 26 tahun lamanya. Kini ia akan menggantikan posisi Sindi dengan wanita yang juga Ibu dari anaknya yang lain.

__ADS_1


Seorang mantan, ya!! Satu-satunya mantan pacar Sandy yang sampai sekarang masih ada di kehidupannya. Mamanya Clara, yakni Irene, cinta masa sekolahnya, dan cinta pertamanya Papa Singa.


__ADS_2