Suara Hati

Suara Hati
Bab. 130


__ADS_3

"Bi, kasihan ya Kak Ais dan Kak Syakir. Semoga aja Allah memberikan hal yang terbaik untuk mereka" Kata Balqis.


"Kita doakan saja, tapi itu penculik harus di hukum seberat-beratnya itu" Kata Arifin.


"Iyo Pin, aku nanti tak menghubungi Clara. Agar bisa mengurus semua itu" Kata Farhan.


"Kenapa bukan Pak Lhek aja, iseng-iseng berhadiah" Kata Jamil.


"Gudulmu empuk, tak kepret mau? Anakke sopo to iki" Kesal Farhan.


"Tapi nak, lukamu ini jika Umimu tau, pasti akan marah besar kepada Abi" Kata Arifin menyentuh luka di wajah Balqis.


Mereka pulang ke pesantren, disana sudah ada beberapa tenda yang didirikannya. Mobil Jenazah juga sudah tiba. Balqis pun berkumpul dengan keluarga Leah disana.


"Assallamualaikum" Salam Balqis.


"Waalaikum sallam"

__ADS_1


"Kak Ais belum pulang?" Tanya Balqis.


"Belum kayaknya Qis, wajah kamu kenapa itu? Kok memar-memar gitu sih?" Tanya Fatim.


"Aku menyesal tidak bisa menyelamatkan Kak Ika lebih cepat. Aku sangat menyesal" Kata Balqis dengan mata berkaca-kaca.


Memandikan dan menyolatkan jenazah Ika sudah selesai, kini jenazah Ika akan segera di semayamkan di pemakaman keluarga milik kaluarga besar pesantren. Ika akan di makamkan di samping makam almarhumah Ibu kandung dari Ruchan dan Ikhsan, Nenek Syakir.


Baby Aminah terus saja menangis, bahkan Syakir pun sulit untuk menenagkannya. Beberapa santriwati juga berusaha menenangkan Baby Aminah, namun tetap saja ia masih menangis. Balqis tak tega mendegar tangisan Baby Aminah pun langsung meminta Baby Aminah yang saat itu di gendong oleh santriwati.


"Aku titip Aminah ya, Balqis. Aku akan mengantar,....." Kata Syakir mulai meneteskan air matanya.


"Silahkan Kak, biar Aminah disini bersamaku. Maksudnya ada Kak Fatim dan Kak Sera juga tentunya" Jawab Balqis.


Balqis pun membawa Aminah masuk kerumah Leah dan berkumpul dengan Fatim dan Sera disana. Nampak kesedihan juga di wajah mereka berdua. Balqis sangat terharu melihat kekompakan keluarga Aisyah itu.


"Balqis, terima kasih ya kamu sudah hadir. Aminah pasti sangat menyukaimu, lihatlah. Ibunya pergi meninggalkannya untuk selamanya. Tapi dia tidur dengan tenang di gendonganmu." Kata Sera.

__ADS_1


"Aku juga nggak tau Kak. Seumur hidupku baru kali ini gendong bayi. Tapi aku suka jika Aminah nyaman denganku, Yusuf!" Kata Balqis.


"Kenapa ini semua juga terjadi kepada Ais, dia adalah orang baik. Lagi-lagi dia juga kena imbasnya, apa salah dia" Kata Sera.


"Maafkan aku!" Kata Fatim.


Sera dan Balqis saling menatap muka.


"Harusnya aku yang ada di posisi Ika sekarang. Dara si penculik itu mau menculikku kan? Tapi salah target, menjadi Ika. Semua ini salahku, maafkan aku" Kata Fatim.


"Fatim, tidak ada yang salah dan ada yang perlu di salahkan. Semua sudah takdir Allah, Alhamdulillah kamu masih selamat, kita harus tetap syukuri itu Fatim" Kata Sera menguatkan hati Fatim.


Bebrapa menit kemudian Mala datang bersama anak-anaknya. Ia juga sangat sedih akan hal uang menimpa sahabatnya itu Aisyah.


Dirumah sakit, Aisyah masih setia menunggu di samping Rifky, menggenggam tangannya dengan erat, dan terus berdoa untuk kesembuhannya.


Keny dan Akbar ada di sampingnya saat itu. Sedangkan Leah dan Clara akan segera memproses kasus Dara. Ruchan kembali kerumah dan membantu pemakaman Ika di sana. Semua membagi tugas, untuk bisa menguatkan hati satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2