
Bonna adalah gadis blasteran Korea dan Vietnam, sejak kecil tinggal bersama Kakak dan Saudaranya saja. Orang tuannya tidak menginginkan anak perempuan, akhirnya sejak masuk sekolah menengah pertama, Bonna tinggal di asrama.
Kabir mengajak Bonna pulang karena Bonna ingin mengenal keluarga Kabir. Bukan ada maksut yang lain. Bonna terkejut saat tau bahwa Kabir adalah adiknya Aisyah, sahabatnya saat berada di Universitas.
"Biggy (panggilan khusus untuk Kabir dari Bonna), aku malu tidak mengenakan jilbab" Kata Bonna.
"Yang penting kan pakaian kamu sopan Bon, itu keluargaku" Kata Kabir.
"Assallamualaikum" Salam Kabir.
"Waalaikum sallam"
Semua orang terkejut dengan kehadiran Kabir dan Bonna, Kabir pulang juga tidak memberi kabar dulu kepada Leah dan Ruchan. Ia juga membawa banyak kado buat para keponakan dan saudara-saudaranya.
"Ica, keny, Clara, Akbar. Kalian disini?" Tanya Bonna dengan mulut masih menganga.
"Kamu kenal sama mereka?" Tanya Kabir.
Bonna juga sudah mahir berbahasa Indonesia, ia belajar khusus untuk menemui keluarga Kabir di rumahnya. Semua orang masih terdiam, Aisyah tidak menyangka jika yang pulang dengan Kabir itu adalah Bonna, sahabatnya.
__ADS_1
"Ceasy juga disini?" Tanya Bonna.
"Abang dia siapa? Kok kenal sama Abang sih?" Tanya Fatim bisik-bisik.
"Dia itu sahabatnya Kak Ais" Jawab Akbar.
Aisyah menghampiri Bonna, ia memastikan lagi apakah dia benar Bonna tau bukan. 7 tahun tidak saling bertemu membuat Aisyah sangat paling terhadap Bonna, karena Bonna sekarang tambah cantik.
"Bonna, ini kamu?" Tanya Aisyah.
"Ica, ini aku Bonna, sahabat kamu yang ping bawel, ayolah" Kata Bonna dengan manja.
"Jangan bilang, sahabat yang sering kamu ceritakan itu adalah Kak Ais?" Tanya Kabir.
Aisyah pun mejelaskan semuannya secara detail kepada Kabir, bagaimana mereka saling kenal, bertemu, bersahabat bahkan bagaikan saudara sendiri. Begitupun juga dengan Bonna dan Kabir, ia juga menceritakan bagaiamana cara mereka kenal dan akrab.
Disisi lain, Balqis malah sedang asik bermain dengan Aminah, Syakir pun datang menghampirinya. Ia juga meminta maaf jika selama ini telah merepotkannya dengan mengasuh Aminah
"Assallamualaikum" Salam Syakir.
"Waalaikum sallam, mau ambil Aminah?" Tanya Balqis.
__ADS_1
"Boleh aku duduk?" Tanya Syakir.
Balqis memeprsilahkam Syakir untuk duduk di depannya, mereka juga tidak berduaan. Masih ada keluarga lain di samping mereka juga. Kegugupan Syakir membuat susana menjadi canggung. Begitupun dengan Balqis.
"Terima kasih ya" Kata Syakir.
"Untuk?" Tanya Balqis.
"Kamu mau merawat Aminah sampai usia tiga tahun ini" Kata Syakir.
Balqis tersenyum dan memberi kode menggunakan tangannya, yang artinya adalah Ok. Balqis malah sibuk bermain dengan Aminah dan mengabaikan Syakir, ia masih teringat bahwa Syakir akan di jodohkan oleh Ilham dengan Febri. Anak dari seorang Ustad, murid kakek buyutnya dulu.
"Balqis" Panggil Syakir.
"Emm" Jawab Balqis.
"Kok diam?" Tanya Syakir.
"Lagi sariawan" Jawab Balqis.
"Maaf Ustad, aku hanya ingin menjaga hati seorang perempuan yang sedang mendambakanmu saja. Aku tidak mau merebutmu dari siapapun. Karena tujuanku kemari hanyalah menimba ilmu agama, bukan mencari jodoh. Kalau pun aku bertemu dengan jodohku, itu adalah bonus tersendiri untukku." Kata Balqis dalam hati.
__ADS_1
Di lain, itu masih ada hati yang teluka. Yakni Ceasy, ia sangat kesal melihat Kabar yang terlihat akrab dan dekat dengan Bonna itu. Aisyah yang menyadarinya bahwa adiknya terus saja gelisah, iapun mendekati Ceasy.
Bonna juga sudah mulai akrab dengan kerabat Kabir yang lain, dengan Leah dan Ruchan pun Bonna juga sudah akrab. Itu membuat hatinya semakin panas saja, sebelum Aisyah sempat mendekatinya, Ceasy sudah terburu-buru untuk pergi.