Suara Hati

Suara Hati
Bab. 149


__ADS_3

Aisyah pamit, malam ini Syakir tidur di pesantren agar tidak ada fitnah diantara mereka. Disisi lain, Jamil sedang melakukan Video Call dengan Ceasy, Jamil sedang menghibur Ceasy yang sore tadi di kerjai oleh Kabir.


"Wes to yo cah ayu, tak nyanyiin lagi aja ya" Kata Jamil.


"Boleh deh, siapa tau aku jadi terhibur"


"Putik yang sedang berbunga, harum yang sedang mewangi, haruskah gugur kebumi hohohoho"


"Stop! Itu lagu patah hati Kak Jamil, ahh nyebelin deh" Kata Ceasy.


Karena kamar Ceasy dan Kamar Kabir berdampingan, Kabir pun bisa mendengar Ceasy yang sampai pukul dua dini hari belum tidur. Ia langsung menuju ke kamar Ceasy untuk menegurnya. Pintu kamar Ceasy masih terbuka, Kabir tanpa permisi langsung mengambil secara paksa ponsel Ceasy dan langsung lari ke kamarnya sendiri.


"Kak Kabir, balikin ponselku" Teriak Ceasy sambil mengedor-ngedor pintu.


Karena teriakan Ceasy, Ruchan dan Leah sampai terbangun. Mereka langsung menghampiri Ceasy yang saat itu berada di depan pintu kamar Kabir.

__ADS_1


"Ceasy ada apa? Kenapa belum tidur? Udah jam segini juga, besok kan kamu sekolah" Kata Leah.


"Ada apa sih ribut-ribut?" Tanya Ruchan.


Ceasy takut jika ia berterus terang tentang apa yang dilakukan Kabir, ia akan ikut dalam masalah. Ceasy pun berpura-pura tidak mengingat apapun, dan akan mengambil ponselnya esok hari saat Ruchan pergi ke masjid.


"Memangnya apa yang aku lakukan? Kok Mama dan Abi seperti panik gitu?" Tanya Ceasy.


"Hah?"


Krik.. krik... krikk..


"Abi nggak lucu" Kata Ceasy langsung masuk ke kamar.


Ceasy pura-pura tenang dan berjalan dengan santai, agar Ruchan dan Leah tidak mencurigainya. Ruchan dan Leah saling bertatap muka, masih ada tanda tanya besar dalam benak mereka tentang Ceasy.Malam itu, Kabir membongkar seluruh isi ponsel Ceasy, bahkan sampai ia tahu akan catatan di ponsel Ceasy yang bertuliskan isi hatinya untuk Kabir.

__ADS_1


Aku tau, Kak Kabir memilih Kak Bonna. Aku mencintainya selama hampir 4 tahun di tahun ini. Aku sering memastikan akan cintaku ini, sekedar rasa kagum, apa benar aku mencintainya. Ya, aku sangat mencintainya, bukan aku tak tau diri karena Abi Ruchan dan Mama Leah telah mengadopsiku. Tapi ini perasaannku, cintaku, kehidupanku. Akankah Kak Kabir akan membalas cintaku suatu hari nanti.


Isi dari catatan Ceasy yang baru di perbaharui sore tadi. Kabir tidak ingin perasanan Ceasy kepadanya semakin dalam, ia akan memikirkan cara agar Ceasy bisa mengejar mimpinya dulu tanpa memikirkan perasaannya. Malam itu, Kabir tidak bisa tidur karena catatan Ceasy itu, ia berniat ingin membalas catatan itu lewat chat pagi hari nanti setelah sarapan.


Subuh, demam Aminah sudah turun, Balqis berisap kepesantren untuk sholat jama'ah. Karena Leah sudah kembali lagi setelah pulang sebelum subuh tadi. Ketika Balqis membuka pintu rumah, didepan sudah ada Syakir yang ingin masuk kerumah. Suasana canggungpun terjadi di antara mereka.


"Assallamualaikum, k-k-kamu m-mau kemana?" Tanya Syakir gugup.


"Waalaikum sallam warrahmatullahi wabbarokatuh, Aku akan kembali ke pesantren." Jawab Balqis.


"Emm Balqis, aku..... ah nggak jadi, terima kasih sudah menjaga anakku ya, aku terlalu merepotkanmu. Maaf" Kata Syakir gugup.


"Anak kita Ustad" Kata Balqis dengan senyum maninsya.


"......"

__ADS_1


"Aku terima lamaran kamu kemarin. Kamu bicaralah dengan orang tuaku, dan aku akan menunggu kabar baik darimu Ustad. Assallamualaikum" Lata Balqis langsung pergi dengan senyuman.


Seketika jantung Syakir berdetak sangat cepat, Syakir memegangi terus dadanya itu. Rasanya sama ketika ia merasakan jatuh cinta kepada Zulaikha dulu, apakah Syakir telah menghianati Zulaikha?


__ADS_2