
Perawat membersihkan bayi itu, dan Niki terus saja disamping perawat dan mengabadikan gambar bayi Akbar menajdi sebuah video, dan mengirim kepada Oshi dan Yasha yang sedang ada di Indonesia.
"Niki, gimana bayiku? Menurutmu mirip siapa?" Tanya Akbar.
"Mirip Fatim, kamu jelek. Makanya anakmu nurun Ibunya" Jawab Niki.
"Nggak lucu!" Kata Akbar.
"Emang bukan pelawak!" Kata Niki.
Semua keluarga di Indonesia juga dikabari oleh Akbar, karena Aisyah dan yang lain tidak bisa hadir ke Jepang, maka hanya Ruchan dan Leah yang datang ke Jepang bersama dengan Ikhsan.
Kebahagiaan datang dengan setelah badai berlalu, kini Fatim dan Akbar sudah resmi menjadi seorang Orangtua. 3 hari Fatim berada di rumah sakit, dan kini diperbolehkan untuk pulang, Akbar juga menyewa pekerja rumah untuk membantu Fatim mengurus rumah. Karena setelah Orangtuannya pulang, Fatim berada dirumah sendiri.
Di pesantren,
Syakir siang itu berkunjung ke makam Ika, di temani oleh Jamil dan Ceasy. Sedangkan baby Aminah sedang di bawa oleh Balqis kerumah Aisyah. Balqis dan Aisyah memang sudah kenal sejak lama, namun baru akrab setelah Balqis datang kepesantren.
"Balqis, kamu mau nikah kapan?" Tanya Aisyah.
__ADS_1
"Hahaha belum kefikiran Kak, pacarku manaau menikahi aku dalam waktu dekat ini." Jawab Balqis.
"Kamu sudah punya pacar?" Tanya Aisyah.
"Tapi udah mau putus" Kata Balqis.
"Kenapa?" Tanya Aisyah.
"Males aja sama cowok tukang ngatur. Masa iya sih aku harus ikut keyakinanya. Sedangkan keyakinankan hanya diri sendiri yang menentukan. Lagian juga cowok bukan hanya dia" Kata Balqis.
"Kuliah kamu bagaimana? Setiap siang kamu menjaga Aminah, apa itu nggak mengganggu kuliah dan belajarmu di pesantren?" Tanya Aisyah.
Aisyah berharap jika Balqis mau menjadi ibu sambung Aminah, namun pernah sekali Aisyah bilang hal itu kepada Syakir, namun Syakir belum mau menikah lagi. Aisyah tahu jika Syakir itu butuh pendamping, dan Aminah juga butuh sosok ibu seperti Balqis, Ablqis terlihat sangat tulus walaupun akhlak dia jauh dari Ika.
Kenyataannya Balqis juga belum berfikiran untuk menikah, apakah mereka akan bersatu? Apakah Balqis hanya datang sebentar lalu pergi. Sore itu Balqis membawa pulang Aminah kerumah Syakir, disana Syakir sedang duduk termenung di depan rumahnya.
"Assallamualaikum Ustad" Salam Balqis.
"Waalaikum sallam, kamu ikutan panggil aku Ustad? Biasanya juga manggil aku dengan sebutan kakak" Kata Syakir.
__ADS_1
"Kan Ustad guru ngajiku, haih biar ada bedanya gitu lah Ustad. Oh iya, maaf buat besok kayaknya aku nggak bisa deh bawa Aminah, aku kuliah siang besok" Kata Aminah.
"Masya Allah Balqis, kamu mau merawat Aminah saja aku sudah sangat berterima kasih, maaf loh aku sering merepotkanmu" Kata Syakir.
"Sebenarnya sih, pulang kuliah mau ke bandara" Kata Balqis.
Jamil tiba-tiba muncul dari dalam membawakan Balqis minuman dingin. Sejak bertemu dengan Balqis, Jamil sudah jatuh hati kepada Balqis, bahkan ia jatuh cinta saat Balqis melawan bebrapa penculik itu.
"Mau kebandara? Ngapain, kan kamu baru tiga bulan disini, masa iya udah mau pulang" Kata Syakir menggendong Aminah yang tidur.
"Aku anter ya bidadari cantikku" Goda Jamil.
"Apa sih tutup kaleng. Aku nggak pulang Ustad, aku mau ketemu sama pacar aja, ada hal yang ingin aku katakan dan aku akhiri disana" Kata Balqis.
"Oh pacar ya" Kata Syakir.
"Lah wes due pacar? Hadehhh kenapa aku selalu di takdirkan menjadi jones Ya Allah" Kata Jamil.
Balqis pun pamit kepada Syakir dan Jamil untuk kembali ke pesantren, karena sebentar lagi akan memasuki waktu ashar, dan Balqis harus setor hafalan kepada Ustadzahnya sore itu juga.
__ADS_1