Suara Hati

Suara Hati
Bab. 70


__ADS_3

Malam sangat panjang bagi pasangan pengantin baru, Syakir dan Ika. Mereka masih belum bisa tidur karena canggung tidur di satu ranjang.


"Belum tidur?" Tanya Syakir.


"Emm, belum ngantuk Ustad" Jawab Ika dengan suara lirih.


"Apa?" Tanya Syakir yang spontan mendekat ke wajah Ika.


Syakir sendiri merasa gugup melihat wajah Ika dari dekat, namun ia tetap bertahan supaya tidak salah tingkah lagi. Membuat Ika semakin grogi dan salah tingkah, bahkan sampai cegukan saat wajah Syakir dekat denganya.


"Hik, hik" Cegukan Ika.


"Kamu haus? Aku ambilin air ya, tunggu sebentar" Kata Syakir langsung loncat dari ranjang dan keluar mengambilkan air untuk Ika.


Ika langsung menutupi dirinya menggunakan selimut, jantungnya berdegup sangat kencang. Keringatnya mulai keluar dan tubuhnya menjadi panas.


"Huhh Astaghfirullah hal'adzim. Ya Allah, aku gugup banget, wajah Ustad tadi deket banget. Gimana ya, gimana cara menghadapinya. Aku takut buat Ustad kecewa" Kata Ika menepuk-nepuk bantal.


Di dapur, Syakir juga salah tingkah. Seharusnya, ia mengambil gelas untuk minum, tetapi malah mengambil mangkuk, hingga Leah menegurnya.


"Syakir minum pakai mangkok?" Tanya Leah.


Klontang. Pyar.....


"Astaghfirullah hal'adzim, pecah deh. Syakir, kamu kenapa sih?" Tanya Leah heran.

__ADS_1


"E, itu Ma. Emm Syakir, itu. Aduh... emm itu" Kata Syakir gugup.


"Itu, itu apa sih. Udah biar Mama aja yang beresin. Kamu kenapa sih gugup gitu?" Tanya Leah mengambil plastik untuk menaruh mangkuk pecahnya sebelum di buang.


"Biar Syakir aja Ma, udah Mama gak usah repot gitu. Aduh...." Jari Syakirpun terluka karena kena pecahan mangkuk.


"Tuh kan? Ika! Sini nak bantu suamimu ini" Kata Leah memanggil Ika.


Ika pun keluar dari kamar, ia juga menundukkan kepalanya karena masih gugup akan hal tadi. Membuat Leah semakin bingung dengan sikap kedua anaknya itu.


"Kalian emang cocok ya, sama-sama aneh. Ika tolong balut luka Syakir ya, Mama mau buang ini dulu di luar" Kata Leah.


(Hadeh, Mama Leah bilang aneh, karena Mama Leah gak pemalu seperti Ika dan Syakir Ma!")


"Mamamu pendekar nak, cuma takut sama Allah dan suami aja, santai saja" Kata Leah percaya diri.


Setelah Leah keluar, Ika membawa Syakir ke kamar dan mengambil mangkuk berisikan air untuk membilas darah di jari Syakir.


Sedangkan di luar, Leah malah bergabung dengan Akbar, Kabir dan Jamil di taman. Berencana menggoda Syakir lewat pesan dan mengganggu malam pertamanya.


"Assallamualaikum anak-anak Mama" Salam Leah.


"Waalaikum sallam Ma, Mama belum tidur?" Tanya Akbar.


"Mama gak ngantuk, gak bisa tidur" Kata Leah duduk di dekat Kabir.

__ADS_1


"Ya udah lah, Abi di bangunin dong. Biar nemenin Mama tidur, kan sejak dulu Mama gak bisa tidur kalau jauhan dari Abi" Kata Kabir.


"Tau aja nih anak Mama. Mau di sini aja dulu ah, Jamil masak apa itu?" Tanya Leah.


"Biasa Tante, Tante mau? Biar Jamil ambilkan" Kata Jamil.


"Boleh-boleh. Eh, si Syakir kenapa aneh gitu ya. Masa iya dia minum pakai mangkok sih?" Kata Leah.


"Efek malam pertama kali Ma" Kata Akbar.


"Sok tau kamu, kayak kamu pernah malam pertama aja. Tapi kalau di kerjain seru kali ya. Kerjain yuk" Ajak Leah.


"Wah sesat! Gak bener ini" Kata Kabir.


"Apa? Kamu bilang ajaran Mama sesat? Besok sarapan bikin sendiri!" Kata Leah menarik telingan Kabir.


"Setuju Tante, ayuk kita kerjain. Kita Goda aja lewat pesan hihihi. Syakir kan pemalu, kalau di kerjain pasti tambah seru!" Kata Jamil.


"Woo, pasangan serasi. Mama sama Jamil kan satu fikiran. Kalau jadi satu ya gini, ckckckk Astaghfirullah hal'adzim" Kata Akbar.


"Hayuk lah, pakai ponsel Abang aja hahaha" Sambung Akbar.


"Heleh, podo wae!" Kata Kabir.


Malam itu, kejahilan Ibu dan anak-anak jahil itu telah di mulai. Pertama ia mulai mengirim pesan kepada Syakir tentang bagaimana menggoda istrinya. Yang di dalangi oleh Leah dan Jamil.

__ADS_1


__ADS_2