
"Aw, buset sakit banget!" Jerit Balqis.
"Balqis? Awas!" Kata Jamil.
Balqis menendang penculik itu, memukulinya berkali-kali. Namun penculik itu ternyata susah untuk Balqis tumbangkan!
"Kalian bawa pergi Mbak Ika ke hospital sekarang, cepat! Akan berbahaya, jika kelamaan akan kehilangan banyak darah" Pinta Balqis.
"Lalu kamu bagaimana?" Kata Syakir.
"Sudahlah jangan hiraukan aku, Kak Jamil antar mereka. Bawa mobil penjahat ini" Kata Balqis.
Tubuh Ika semakin dingin, Syakir pun mengajak Jamil untuk membawa Ika kerumah sakit, sedangkan Balqis melawan tiga penculik itu sendirian.
"Ini mana sih yang lain, masa iya aku lawan mereka bertiga sendiri" Kata Balqis dalam hati.
Balqis terkena pukulan di bibirnya hingga berdarah. Ia melawan dengan sangat tangkas, namun yang namanya satu wanita melawan tiga lelaki tetap membuatnya kwalahan. Tidak lama setelah itu, munculah Arifin dan Farhan serta dua polisi di sana.
"Jangan bergerak!" Kata Polisi itu.
__ADS_1
Tiga penjahat itu akhirnya tertangkap juga. Balqis terjatuh lemas dengan beberapa luka memar di wajah dan dan tangannya, dan mungkin di badannya juga.
"Haih, kenapa kalian berdua datangnya telat sih, hancur lebur ini punya badan" Kata Balqis terjatuh.
"Maafin Papa ya, Papa sudah berusaha ngejar kamu tadi, tapi ini Pak Lhek kamu kelamaan nyetir motornya" Kata Arifin.
"Yaiyalah lama, lha motor pitung tanpa rawat gini kok buat ngejar mobil kek begitu. Ayo Pa antar aku pulang untuk mengobati memar di wajah cantik nan mulusku ini" Kata Balqis.
"Lah sikilmu nginjak telek kebo ih. Mambu (bau), wueekk!" Kata Farhan.
Balqis langsung membuat Farhan terjatuh. Hingga membuat Farhan sakit pinggang.
"Anak ro bapak podo wae edane ( Anak sama bapak sama saja gilanya)" Kata Farhan berdiri.
Arifin panik saat itu, ia langsung membawa Balqis keklinik terdekat dari lokasi tersebut, dan meninggalkan Farhan sendiri di jalan.
"Woy, asyem. Ipin awas koe, aku doakan pas kamu buat mie instan, le nyerok kuahe dudu mie ne, mie ne tibo neng westeple. Amin, doa orang teraniaya itu di ijabah sama Allah" Kata Farhan kesal.
"Nak, kamu kenapa membahayakan diri sendiri gitu sih? Lain kali nggak boleh ya" Kata Arifin.
__ADS_1
Balqis hanya diam saja, ia masih kefikiran dengan bagaiamana nasib Ika jika tidak juga sadar dari pingsannya. Di jalan, Rifky dan Akbar berhasil mencegah Dara kebandara.
"Hey, maksut kamu apa mau nyulik istri adikku hah! Katakan!" Kata Akbar mencengkram tangan Dara dengan keras.
"Aku benar-benar nggak tahu apa yang kamu katakan Akbar, sakit tolong lepaskan aku" Pinta Dara.
"Jika terjadi sesuatu dengan Ika, aku orang pertama yang akan membuatmu menyesal di kemudian hari. Apa maumu!" Teriak Akbat dengan emosi yang sudah memuncak.
"Abang, jangan gini dong. Ini sama saja nyakitin tangannya, sekalian aja kamu cantelin dia di ban pesawat" Kata Rifky.
"Aku benar-benar nggak tahu kalau anak buahku menangkap Ika bukannya Fatim. Aku kira itu Fatim, aku sakit hati padamu Akbar. Kamu menolak cintaku dengan mentah-mentah. Sejak kacil keinginanku selalu terpenuhi, dan aku mau kamu Akbar. Tolong jadikan aku milikmu" Kata Dara.
"Astaghfirullah hal'adzim" Sebut Rifky.
"Gila kamu! Aku juga tau kalau kamu ini Dokter gadungan kan? Kamu mencelakai Dokter yang bernama Dara Ratna Putri kan? Dokter yang sebenarnya, Dokter yang harusnya bertugas di Jepang. Dan kamu ini hanyalah orang yang memiliki hutang banyak, dan menjadi buronan yang kabur" Kata Akbar.
"Ralat, yang namanya buronan meati orang yang kabur Bang" Kata Rifky menepuk bahu Akbar.
Dara kaget saat Akbar mengetahui rahasiannya itu. Dia bukanlah Dokter yang dikirim ke Jepang, nama depannya sama-sama Dara dengan Dokter yang aslinya. Dara Kusuma adalah irang jahat, ia buronan karena memiliki banyak kasus di kota asalnya.
__ADS_1