
"Mau kemana Ces?" Tanya Akbar.
"Mau bikin tugas, Mama bilang aku harus pergi sama Kak Jamil" Kata Ceasy.
"Masa Mama ngomong gitu sih? Coba Abang telfon Mama dulu, kalian jangan pergi dulu" Kata Akbar.
Akbar pun menelfon Leah, ternyata benar dengan apa yang dikatakan Ceasy, kalau Leah lah yang minta Jamil untuk mengantarnya pergi. Dengan terpaksa Akbar pun mengizinkan Ceasy pergi dengan Jamil.
"Ya udah sana, jangan pulang lewat jam 5, kalau jam 5 belum pulang. Abang akan cari kamu dan menyeret paksa kamu dari tempat kamu berada" Kata Akbar tegas.
"Jahat banget sih Bang" Kata Ceasy.
"Abang nggak mau tahu, pokokknya jam 5 Jamil udah ngantar Ceasy pulang. Dan kamu Jamil, jangan macam-macam dengan Ceasy!" Kata Akbar.
"Iyo lah Bar. Aku ndak mungkin lah mau ngapa-ngapain Ceasy, cuma ngangterin aja kok. Santai wae lah" Kata Jamil meyakinkan Akbar.
__ADS_1
Karena Leah dan Ruchan masih lama pulangnya, Akbar pun mengajak Fatim untuk menyusul kerumah Aisyah. Namun sebelum itu Akbar meminta Fatim untuk pergi periksa dulu, agar tahu bagaimana harus menjaga kandungannya. Dan beberapa hal lainnya tentang kehamilan.
Disisi lain, Kabir saat ini di tempatkan di luar negri yang sedang mengalami bencana. Disana Kabir juga bertemu beberapa tim medis dari berbagai negara. Tidak disangka, Kabir bertemu dengan Bona. Sahabat Aisyah di Korea dulu, yang pernah belajar dan bekerja di rumah sakit kota.
Mereka saling membantu untuk menolong di negara itu. Malam itu, Kabir merasakan sangat lapar, ia masuk ke dapur dan berniat ingin membuat makanan yang sudah di sediakan di dapur itu.
"Permisi, aku bisa minta air panasnya?" Kata Kabir.
"Oh silahkan komandan,... Emm Kabir? Kamu dari mana, namamu terdengar agak...." Kata Bonna.
"Aku dari Indonesia, Dokter......?" Kata Kabir dengan menunjuk nama Bonna di kartu pengenal Bonna.
"Senang bertemu denganmu" Kata Kabir.
Bonna masih kepikiran dengan kata Indonesia, ia teringat akan Aisyah saat itu. Kenangannya bersama Aisyah muncul, dan membuatnya menangis.
__ADS_1
"Kamu menangis?" Tanya Kabir.
"Maaf, aku teringat sahabatku juga dari Indonesia. Kami belajar dan bekerja di tempat yang sama, banyak kenangan indah di antara kita. Dan sekitar hampir empat tahun lalu, kita berpisah, di saat itu juga kita kehilangan kontak kita masing-masing. Aku harap dia bahagia disana" Kata Bonna.
"Insyaallah" Ucap Kabir.
"Kamu muslim?" Tanya Bonna.
"Ya, aku muslim. Ada beberapa perwira muslim juga disini. Ramenku sudah jadi, apa kau mau? Aku masih menyimpan banyak untuk mengisi perut" Kabir menawarkan makanannya kepada Bonna.
"Memangnya kalian boleh bawa makanan sendiri begini?" Tanya Bonna.
Malam itu, awal pertemuan antara Kabir dan Bonna di sana. Mereka menceritakan banyak hal, tanpa Bonna ketahui kalau Kabir itu adalah adik dari sahabatnya di Korea dulu.
Malam semakin larut, setelah memeriksa korban di desa itu, Kabir mengantar Bonna sampai ke tendanya. Kabir juga mengucapkan kata selamat malam kepada Bonna.
__ADS_1
Dirumah Aisyah, Akbar mengungkapkan kabar bahagiannya kepada orang tuannya. Hasil tes itu benar-benar Fatim dinyatakan positif hamil.
Betapa bahagiannya Leah, ia selalu bersyukur jika ternyata Fatim bisa hamil, setelah di vonis akan susah hamil dalam kurung waktu yang sangat lama. Hasil tes itu juga hasilnya bagus, tidak ada kendala atau masalah apapun di rahimnya.