Suara Hati

Suara Hati
Bab. 77


__ADS_3

Semua orang sudah mulai sarapan, melihat Syakir yang tidak memakai baju membuat Ruchan dan Akbar tersedak. Tidak seperti biasanya Syakir telanjang dada ke meja makan, dan membuat semuannya diam melihat Syakir.


"Kenapa?" Tanya Syakir heran.


"Kondisikan bulu dadamu!" Kata Akbar.


"Lupa minum obat Kir?" Tanya Kabir.


Karena Akbar mengatakan bulu dada, dan melihat kode dari Ika, ia lalu melihat kedadanya sendiri dan pura-pura tetap tenang.


"Em ini habis rebonding, jadi biar kering gitu. Maka nya aku belum pakai baju. Santuy hehehe, kalau kalian gak nyaman, biar aku kembali ambil kaos atau baju dulu. This Ok!" Kata Syakir berjalan mundur dengan sangat cantik.


"Habis rembonding? Gak smoothing sekalian?" Kata Akbar.


"Mungkin habis cukur, lalu di rapiin sekalian biar menarik. Tren baru ala Ustad pemalu yang mulai nakal" Kata Kabir sambil melahap nasinya.


"Abang sama Kakak ngomongnya gak nyambung, Ceasy bisa gila kalau di dekat kalian berdua. Ayo Bi berangkat, Ceasy udah selesai" Kata Ceasy mengambil tasnya.


Ceasy dan Ruchan sudah berangkat terlebih dahulu, sementara Syakir kembali dari kamarnya sudah mengenakan kaos polos dengan wajah sumringah.


"Kenapa kamu Kir? Menang lotre?" Tanya Akbar.

__ADS_1


"Ck ck ck Astaghfirullah hal'adzim" Ucap Syakir.


"Ika! Ayo sarapan bareng lah, duduk situ deket Syakir. Kebetulan aku sudah selesai, mau ke pesantren dulu. Assallamualaikum" Salam Kabir.


"Waalaikum sallam"


"Tunggu Bir, nikmati masa berduaan kalian. Dadah pasangan baru muach" Kata Akbar langsung lari.


"Wey, belum di cuci piringnya!" Teriak Syakir.


"Biar aku aja yang cuci Ustad" Kata Ika lembut.


Ika hanya tersenyum, ia mengambilkan nasi untuk Syakir dan sarapan berdua, karena saat itu Leah sedang kepasar bersama dengan Vina dan Sera.


Di luar.


Kabir dan Akbar memang masih anak nakal jika sudah berdua, yang katanya akan ingin ke pesantren malah belok menemui Keny dan keliling jalan-jalan menikmati wakti yang mungkin jarang akan terulang kembali.


"Assallamualaikum! Tumben kalian ajak jalan. Gak sibuk nih?" Tanya Keny.


"Harusnya kita yang tanya itu, kamu kan dokter!. Adakah masa luang?" Tanya Kabir.

__ADS_1


"Gue ijin cuti bray hahahhahaha" Tawa Keny membuat Akbar dan Kabir ikut tertawa.


"God boy, let's go! Kita nikmati indahnya hari ini" Kata Akbar merangkul Keny dan Kabir.


Akbar sampai lupa kalau ia akan berhadapan dengan Kakak singanya nanti. Dengan jalan-jalan bersama dengan Keny dan Kabir, ia akan meminta solusi agar dapat menghindar dari Kakaknya yang sangat galak itu.


" Assallamualaikum Ken, Akbar ada bersamamu?" Tanya Aisyah lewat pesan.


"Iya Kak, lagi jalan-jalan nih kita. Kenapa?" Balas Keny.


"Pulangnya jangan malam-malam ya, nanti sore Aku sama Kakakmu akan kerumah Abi" kata Aisyah.


"Emang kenapa sih?" Tanya Keny.


"Gak usah banyak tanya!!" Balas Aisyah.


"Waduh, kalau ada tanda serunya dua gini pasti sedang bad mood, aku harus menghindarinya dulu. Akbar pasti sedang melakukan kesalahan" Batin Keny sambil mengangguk-angguk.


Keny memperlihatkan isi pesan Aisyah kepada Kabir, dan berniat mengerjai Akbar. Kabir pun setuju-setuju saja. Walapun itu kesalahan Akbar, pasti semua orang nanti akan terkena imbasnya.


Tak terasa waktu sudah memasuki waktu dzuhur. Karena mereka bertiga tidak sempat sholat dirumah, akhirnya mereka pun mencari masjid dan sholat jama'ah di masjid terdekat. Karena tidak ada alasan menunda atau tidak melaksakan sholat lima waktu bagi kaum adam kecuali sedang sakit parah/tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2