Suara Hati

Suara Hati
Bab.13


__ADS_3

Berangkat Ke Jepang.


"Aku jadi gak enak deh, kamu yang nganterin aku malahan. Padahal tadi udah pamitan sama Ayah kamu" Kata Akbar.


"Gak papa kok, kabari aku jika kamu dah sampai sana ya. Jangan lupakan aku" Kata Fatim.


"Enggak kok, kamu santai saja, kapan kamu main ke Jepang? Nanti akan aku ajak kamu keliling deh" Kata Akbar.


"Beres, nanti aku kabari kalau aku mau nyusul ya. Soalnya, pekerjaanku juga gak bisa aku tinggal. Kamu tunggu aku aja ya" Kata Fatim.


"Siap deh, aku permisi dulu ya, jangan lupa. Nanti kalau Syakir ambil mobil, bilang ya, kalau mau makai suruh pasang lagi pengharumnya, dia bau soalnya" Kata Akbar tertawa.


"Iya deh iya, udah sana!. Kabari saja kalau kamu nanti sampai disana" Kata Fatim.


"Assallamualaikum," Salam Akbar.

__ADS_1


"Waalaikum sallam" Salam Fatim melambaikan tangannya.


Akbar pun pergi meninggalkan Fati. Dalam hati Akbar, ia tak tega jika harus menolak perjodohan itu. Mengigat ternyata Fatim telah menunggunya sangat lama, orang tuannya juga sangat mengharapkan Akbar dan Fatim bisa bersatu.


Tapi bagaimana dengan perasaannya kepada Niki? Akbar akan membuktikannya lagi tentang perasaannya kepada Niki itu hanyalah sebatas mengagumi atau benar-benar menyukai karena cinta.


Awan hanyalah seperti gumpalan di angkasa, meninggalkan negarannya dan kembali ke negara sakura untuk pekerjaan. Rasa nya sama ketika ia akan meningglkan Jepang ke negarannya. Hampa, sakit, dan luka yang tak tau apa sebabnya.


Sesampainya di Jepang, ternyata Niki sudah menunggunya dengan papan kertas yang bertuliskan "Akbar Aku kangen kamu" Dalam bahasa Indonesia.


"Apakah ini tandanya? Bahwa memang rasa suka ku hanyalah sebagai rasa kekaguman saja? Bukan Cinta? Tapi kenapa seolah-olah aku tak bisa jauh darinya?" Kata Akbar dalam hati.


"Abang!" Kata Niki memeluk Akbar.


"Niki jangan seperti ini, lepaskan aku. Kita ini gak boleh bersentuhan apa lagi berpelukan seperti ini!" Kata Akbar berusaha melepaskan pelukan Niki.

__ADS_1


"Kenapa? Bahkan jantungmu saja tidak menolakku!" Kata Niki.


Jantung Akbar memang berdebar, bukan karena merasakan kehadiran Nik. Tapi karena takut dosa, sebab berpelukan dengan Niki. Akbar berusaha melepaskan pelukan Niki, namun Niki malah mempererat pelukannya tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar mereka. Seketika bayangan wajah Fatim terlintas dalam pandangan Akbar.


"Niki!! Aku mohon hargai agama aku dong!! Ayo kita pulang!!" Kata Akbar.


"Bang? Kenapa sih akhir-akhir ini kamu berkata kasar sama aku, bentak-bentak aku? Apa salah aku Bang?" Tanya Niki yang mulai menangis.


"Niki, bukan gitu maksut aku. Aku, aku ini, hah!! Sudahlah kita pulang dulu aku capek!" Kata Akbar.


Niki mengantar Akbar pulang, dan tidak seperti biasanya, Akbar tak mempersilahkan Niki mampir dulu. Akbar langsung masuk begitu saja dan hanya mengucapkan kata terima kasih dan selamat tinggal.


"Abang kenapa sih? Sepulangannya dari Indonesia kok jadi cuek gini sama aku. Pasti ada hal yang di sembunyikan oleh Abang. Aku harus selidiki ini" Gumam Niki.


Setelah mengantar Akbar, Niki berhenti dipinggir taman dan termenung disana. Air matanya mengalir, laki-laki yang dicintainya telah membuat luka di hatinya tanpa sebab. Dalam benaknya Akbar telah berubah, Niki sedih, dan ingin membuat Akbar kembali menyukainya lagi.

__ADS_1


__ADS_2