
"Mahasiswa Abadi yan kek gini" Kata Kabir.
"Sok tau! Aku ke kampus karena ada penyuluhan" Kata Jamil.
"Kak Jamil, nanti siang jemput aku bisa nggak? Ada yang mau aku beli nih" Kata Ceasy.
"Siap tuan putri" Kata Jamil dengan wajah tanpa dosa.
"Kan ada Kakak, kenapa.harus sama Kak Jamil sih?" Tanya Kabir.
"Suka-suka aku lah" Jawab Ceasy.
"Ihhh, serahlah, kalau besok mau ke Jepang kamu nggak usah ikut, Jamil juga batal ikut!" Kata Kabir.
Kabir dan Ceasy saling memandang, mereka mengedipkan matanya agar bisa membujuk Kabir, agar Kabir tidak membatalkan penerbangan mereka berdua.
Sidang putusan berjalan dengan lancar, walau ada kerusuhan dalam sidang itu. Karena dari keluarga pihak terdakwa tidak terima jika Arfan harus menjalani kehidupan di balik jeruji besi selama 15tahun.
Hati Fatim sangat lega, akhirnya semua keadilan berada di tangannya, namun ada yang ia takutkan. Sampai saat ini belum juga menstruasinya. Fatim mencoba membujuk Aisyah untuk memeriksanya, namun apalah daya, semuannya belum jelas jika baru dua minggu setelah melakukan.
Sore ini semua akan berangkat ke Jepang. Yakini, Leah, Aisyah, Rifky, si Kembar, Jamil, Kabir, Syakir, Ika dan Fatim. Ruchan tidak ikut karena sedang ada tausiyah bersama dengan Farhan di luar kota.
__ADS_1
"Kak Ais ikut? Kak Ais kan lagi hamil?" Tanya Syakir.
"Terus kalau Kakak lagi hamil memangnya ada larangan naik pesawat gitu, yang di larangkan kan hamil udah besar, Kakak baru angkatan juga" Kata Aisyah.
"Ya tapi kan kakak baru bisa hamil lagi" Kata Ayakir khawatir.
"Kalau rezeki juga bakal nggak akan kenapa-kenapa kali Kir. Yang penting kan tetap harus di jaga, ya kan" Kata Aisyah.
"Hah senengnya, Mama mau dapat cucu lagi, setelah ini cucu dari Syakir dan Abang. Kabir kapan mau bikin Mama cucu?" Tanya Leah.
"Masih jauh, Kabir kan berangkat lagi Ma" Kata Kabir.
"Mau tau ajah" Jawab Kabir.
Mereka pun sampai juga di Jepang. Ini kali pertama kali bagi Ika keluar negri, jadi sepanjang jalan, ia tidak melepaskan gengaman tangan Syakir. Nampak Sandy sudah menunggu mereka, pertama Sandy mengajak mereka jalan-jalan terlebih dahulu, karena Akbar belum pulang dari rumah sakit.
Saat melintas di rumah sakit dimana Akbar bekerja, terlihat ada Akbar yang sedang bercengkrama dengan Dokter lain di pinggir jalan, depan rumah sakit.
"Itu Om Abang kan Mi?" Tanya Airy.
"Oh iya, Fatim mau turun? Udah jam nya pulang kan Om?" Tanya Aisyah.
__ADS_1
"Kayaknya udah deh, tas nya aja udah di jinjing. Sana kalau Fatim mau turun nggak papa" Kata Sandy.
Karena Fatim memang sudah menahan rindunya sangat lama. Ia pun turun dan menghampiri Akbar, dan reaksi Akbar sangat terkejut melihat Fatim ada di depan matanya.
"Assallamualaikum" Salam Fatim.
"Waala....... Fatim!!" Kata Akbar membalikkan badannya.
Akbar sangat bahagia, dan langsung memeluk Fatim dengan sangat erat. Fatim pun membalas pelukan Akbar dan membisikkan "Malu". Akbar pun melepaskan pelukannya, dan memeperkenalkan Fatim kepada temannya, bahwa Fatim adalah istrinya.
Dari jauh, Dara melihat semua itu, kepalan tangannya menandakan bahwa ia sangat kesal. Tidak sengaja Niki juga berada di belakang Dara dan mendengar semua ucapan Dara yang ingin menghancurkan rumah tangga Akbar.
"Jadi itu istrinya? Sehebat apa sih sampai-sampai Akbar memilihnya" Kata Dara.
"Aku harus mendapatkan Akbar, harus! Apa yang aku ingin harus aku dapatkan" Sambung Dara.
"Wanita ini Dokter baru yang Yasha bilang bukan? Aku sedikit tahu bahasa Indonesia. Dan dia ingin menghancurkan hubungan Abang dengan Fatim? Tidak bisa, ini tidak bisa terjadi. Aku harus mencegahnya, Abang harus bahagia" Kata Niki dalam hati.
Niki kembali lagi setelah lama pulang ke kampung halaman kakak iparnya. Niat ingin memberi kejutan kepada para sahabatnya, ia malah di beri kejutan akan kehadiran Dara, calon perebut suami orang.
Upaya Niki ingin menggagalkan usaha Dara juga akan di lakukan dengan Yasha, rasa sayang Niki memang masih ada. Namun, ia tidak bisa membiarkan rumah tangga orang yang di sayanginya hancur berantakan karena orang ketiga. Walau Niki tahu, Akbar tidak akan terpikat oleh Dara. Tetapi Fatim, dia juga wanita, ia bisa sakit jika melihat suaminya di dambakan oleh wanita lain.
__ADS_1