
🎶*Ya Nabi Salam Alaika
Ya Rasul Salam Alaika
Ya Habib Salam Alaika
Sholawatullah Alaika
Asyroqol Badru Alaina
Fakhtafat Minhul Buduruu
Mitsla Husnik Maa Roaina
Khottu Ya Wajha Sururii* 🎶
Iringan sholawat menyambut kedatangan mempelai laki-laki, Di apit oleh Ruchan dan Leah, Syakir nampak gagah dalam balutan baju pengantin pagi itu, senyum di wajahnya bertambah sumringah karena sang saudara kembar telah kembali.
__ADS_1
Semua orang yang belum pernah melihat Kabir pun berbisik-bisik, karena Kabir dan Syakir adalah kembar identik, yang membedakan dari Syakir dan Kabir saat ini adalah tinggi badan. Kabir lebih tinggi dari pada Syakir.
Pemandangan haru Syakir yang di apit kedua orang tuanya, di barisan ketiga ada Kabir, Akbar dan Keny yang sedari tadi ngusilin Farhan. Mereka mengejek karena Mala tidak mengikuti acara pagi itu, karena ia sedang hamil dan tidak enak badan. Mala juga bertugas menerima tamu di Pesantren bersama Vina dan keluarga lainnya.
"Kak Clara gak pulang kah?" Tanya Kabir.
"Enggak, dia masih di Swiss, jadwal pulang 2 bulan lagi" Jawab Keny.
"Maklum, maklum. Kalau yang pojok itu kita gak tau ya, jelas-jelas istri masih di sampingnya, datang ke kawinan ponakan masih aja kek lidi, bersiri sendiri hahaha" Kata Akbar.
"Jangan gitu ah, masa iya lidi. Tiang listrik kali" Sambung Kabir.
"Kuarepmu lah, balikin uang Pak Lhek mana ah" Kata Farhan kesal.
"Uang yang di kasih udah gak bisa kembali Pak Lhek, anggap saja sedekah" Kata Akbar.
"Kalian udah ada penghasilan sendiri, gara-gara ini Malaku jadi salah faham tau" Kesal Farhan.
__ADS_1
"Itu resiko Pak Lhek" Kata Keny santai mengangkat kedua tangannya.
"Kalian di kirimi uang sama Pak Lhek, aku juga dong Pak Lhek, nomor rekeningku tiba-tiba ndak bisa di transferi, siapa tau kalau kalau Pak Lhek yang transferi bisa" Goda Kabir.
"Kampret kabeh, aku mau jalan bersama Mas Sandy dan Arifin aja lah, paijo kabeh kalian hufft" Kata Farhan melangkah di barisan kedua, bergabung dengan Sandy dan Arifin.
Semua pihak perempuan masuk di aula santri perempuan, berbeda dengan Rifky dan Aisyah yang memilih duduk di luar, di lapangan pesantren karena mereka harus mengawasi anak-anak yang sedang berada dalam pengawasan Fatim.
"Kenapa kita gak ikut masuk sih Sayang?" Tanya Aisyah.
"Udah di sini aja, itung-itung pacaran gitu" Kata Rifky.
"Masa iya pacaran di pesantren, nanti kalau penyambutan, di foto kita gak ada loh" Kata Aisyah.
"Nanti pas foto keluarga kita kesana, sekarang nikmati aja masa-masa berdua kek gini. Mumpung anak-anak sedang sama Fatim hehehe" Kata Rifky.
Karena memang jarang menghabiskan waktu berduaan, Aisyah pun menuruti keinginan suami tercintanya itu, mereka gunakan kesempatan itu untuk jalan-jalan keliling pesantren sambil bergandengan tangan (emm kek dunia milik berdua saja).
__ADS_1
Begitu juga dengan Akbar, Kabir dan Keny yang memilih berkeliling pesantren, mereka akan kembali ke aula ketika istirahat dan ungkapan hati nanti, pasti juga mereka akan di perkenalkan saat tiba acara itu hingga foto bersama yang sudah ada dalam paket pernikahan.