Suara Hati

Suara Hati
Bab. 90


__ADS_3

"Ceasy, jangan ungkit masalah setatus kamu lagi ya! Sekarang kamu cerita, kenapa kamu di bully. Siapa tau, kakak bisa bantu masalah kamu" Kata Kabir.


"Aku lahir di Korea, mereka bilang aku ini lahir dari plastik. Yang mereka tau, orang Korea semuanya operasi plastik" Kata Ceasy.


"Hadeh, masalah itu ya? Biarin aja lah, Ceasy tinggal jawab gini, yang penting aku gak operasi plastik, dan asal kalian tau, orang Korea itu banyak yang cantik dan gantengnya alami. Kalian kan belum pernah kesana. Gitu jawabnya" Kata Kabir.


"Bukan itu aja kak, aku juga di bully karena baru mengaji sampai Juz 1, teman-teman Ceasy yang lain udah sampai setengah Al-Qur'an" Kesal Ceasy.


"Masya Allah, kamu itu justru malah pintar loh. Mereka sejal lahir memang sudah menjadi seorang muslim, sedangkan kamu mualaf baru tiga tahun kan? Dan selama tiga tahun sudah bisa mengaji Al-Qur'an. Itu sudah bagus" Kata Kabir mengangkat dua jempolnya.


"Tapi kan di usiaku, dulu Kak Ais, Abang, Kak Kabir dan Kak Syakir kan udah Hafidz. Sedangkan aku?" Kata Ceasy.

__ADS_1


"Ceasy, kita mengaji memang sejak kecil, sejak masih dini. Sedangkan kamu baru mengaji tiga tahun ini. Jika kamu belajar dengan giat lagi, pasti kamu cepet jadi hafidzah nya. Besok Kakak yang antar kamu ke sekolah ya, biar kakak yang menjelaskan kepada teman-temanmu" Kata Kabir.


"Tau nggak? Kakak juga dulu pernah menjadi korban bully di sekolah tau" Sambung Kabir.


"Masa sih?" Tanya Ceasy.


Kabir pun menceritakan saat dulu di sekolah menjadi korban bully juga. Dari sekolah dasar hingga ke jenjang sekolah menengah atas. Bukan hanya di sekolah saja, di rumah dan di pesantren pun juga dirinya sering di ejek karena gemuk dan banyak makan. Mengaji juga paling susah mengerti, jangankan menghafal, Kabir ini paling terbelakang jika urusan agama.


Biarpun dia anak Ustad, keponakan Kyai, tinggal di kawasan pesantren, memiliki saudara yang pintar juga. Dia ya dia, tidak bisa menjadi seperti keluarganya. Di dunia ini, seseorang memiliki dua anak, ya dua warna. Kadang yang satu pendiam, yang satu aktiv. Yang satu baik hati, yang satunya lagi jahat, itu juga sering terjadi.


Sejak saat itu, Kabir dan Ceasy semakin dekat. Sudah seperti kembar, kemanapun juga sering berdua. Hingga suatu hari Ceasy mulai jatuh cinta dengan teman di kelasnya, Kabir lah orang pertama yang marah, karena Ceasy masih kecil.

__ADS_1


Jadwal penerbangan siang menjadi sore karena Akbar ketiduran. Sore itu, Akbar sangat terburu-buru akan terbang pulang ke Jepang, hingga tidak sempat berpamitan dengan Fatim.


"Makanya kalau tidur itu jangan ngebo" Kata Kabir.


"Apasih, namanya juga capek. Eh gimana tu si Ceasy?" Tanya Akbar.


"Korban bully dia, tapi tenang aja. Udah beres, tuh anak mentalnya kurang kuat seperti aku" Kata Kabir.


"Eh, dia juga korban bully di Korea dulu, aku rasa ada hal lain deh. Jangan-jangan adik singa kita itu udah mulai pacaran lagi" Kata Akbar menduga-duga.


"Wah bahaya kalau gitu, jaman sekarang beda sama jaman kita sekolah SMP dulu" Kata Kabir.

__ADS_1


"Tugasmu jagain dia. Kabari kalau memang ada cowok yang deketin dia, aku bedah nanti" Kata Akbar melipat tangannya.


Kakak laki-laki mana yang diam jika adik perempuannya mulai di dekati cowok lain. Haih, pasti mereka yang lebih heboh di bandingkan dengan adik perempuannya. Akbar pun juga menyuruh Jamil mengawasi Ceasy agar tidak pacaran. Dan menyuruh Kabir untuk memberi pengertian tentang pacaran.


__ADS_2