Terpaksa Jadi Wanita Penghibur

Terpaksa Jadi Wanita Penghibur
Pelayanan Yang Memuaskan


__ADS_3

Pagi menyapa, suasana riuh kendaraan bermotor pun mulai kedengaran sampai ke telinga ku. Karena merasa sedikit terganggu, aku mulai membuka mata dan menggeliat kan badan ke kiri dan ke kanan.


Setelah itu, aku memandangi wajah teduh yang masih tertidur pulas di sebelah ku. Tanpa sadar, aku tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian yang kami lakukan semalam.


"Walaupun usia mu masih muda, kau cukup pandai dan lihai memainkan kegiatan itu." gumam ku pelan.


Aku mendekat kan wajah ku ke pipi Alex, kemudian mengecup nya sampai berulang-ulang kali. Hingga membuat Alex langsung terbangun dengan senyum yang mengembang di bibir tipis nya.


"Hayo, ketangkep basah kan sekarang, hehehe."


Ledek Alex sembari terkekeh geli, melihat tingkah ku yang sedang mencuri-curi kesempatan pada nya.


"Maaf, aku khilaf." balas ku tersipu malu.


"Gak papa, aku suka dengan khilaf mu itu. Ayo, lakukan lagi!" pinta Alex.


Bukan nya marah karena tidur nya terganggu oleh perbuatan ku, Alex malah menyuruh ku untuk melakukan nya lagi. Dia sangat suka jika aku bermanja-manja dengan nya, seperti mencium nya atau pun memeluk nya.


"Aneh, baru kali ini ada orang minta khilaf nya di lanjutin lagi." gerutu ku heran.


"Kalau khilaf kayak tadi, ya aku pasti seneng lah, maka nya aku minta di lanjutin lagi." tutur Alex.


"Apa lagi kalau khilaf mu kayak yang kita lakukan tadi malam, pasti aku makin seneng dan bahagia, hahahaha." lanjut Alex.


Alex tertawa ngakak, dia merasa lucu dengan ucapan nya sendiri. Melihat aksi nyeleneh nya itu, aku pun jadi ikut cekikikan sambil terus memandangi wajah tampan nya tersebut.


"Ternyata ganteng juga bocah gendeng satu ini. Pantesan aja semalam Ririn bilang, kalau aku sangat beruntung bisa mendapatkan nya." batin ku kembali tersenyum-senyum sendiri.


Melihat gelagat aneh ku, Alex pun langsung mengerutkan kening nya. Dia tampak bingung dengan tingkah ku, yang sedari tadi terus saja tersenyum-senyum sendiri di sebelah nya.


"Heh, Ndah. Kenapa senyam-senyum gitu? Lagi kesurupan ya?" ledek Alex sembari menyenggol bahu ku.


"Ya, aku lagi kesurupan jin tampan yang ada di samping ku ini." jawab ku asal.


"Hahaha, ada-ada aja." gelak Alex lagi.


"Hhmmm, kalau aku minta ehem-ehem lagi, kamu masih mau gak?" tanya Alex ragu.


"Ya pasti mau dong, sayang. Tapi kita mandi dulu ya biar segar. Biar enak nanti nyium nya, mulut nya gak bau jigong lagi." canda ku.


"Oke, ayo kita mandi sekarang! Aku udah gak sabar ingin menerkam ku lagi." bisik Alex di telinga ku.


"Yok!" balas ku sembari turun dari ranjang dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Alex pun turut mengekori langkah ku dari belakang, dengan handuk yang melilit di pinggang nya.

__ADS_1


Selesai mandi, aku dan Alex mengering kan badan masing-masing, lalu berdiri di depan meja rias. Aku menyisir rambut dan memoles sedikit wajah, agar terlihat lebih segar dan fresh di mata Alex.


Setelah selesai berdandan, aku menyemprotkan parfum dan membaluri seluruh tubuh ku dengan handbody.


Alex yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik ku, dari pantulan cermin pun langsung tersenyum menyeringai, saat melihat keadaan ku yang sudah wangi dan segar.


Dia berdiri di belakang ku lalu melingkar kan kedua tangan nya di pinggang ku. Kemudian dia menyibakkan rambut ku, dan menempelkan wajah nya di pundak dan ceruk leher ku.


Dengan mata yang terpejam, Alex pun mulai menjalarkan jari-jari nakal nya di tubuh ku, lalu dia juga berbisik manja di telinga ku.


"Wangi banget, sayang." bisik Alex sembari mengendus aroma wangi tubuh ku.


"Ya wangi lah, nama nya juga baru selesai mandi." jawab ku.


Alex tidak menanggapi ucapan ku, dia masih sibuk dengan kegiatan nakal sendiri. Aku hanya mematung, sambil terus melihat tingkah Alex dari pantulan cermin.


Sentuhan dan kecupan yang tadi nya lembut dan mesra, lama-kelamaan berubah menjadi liar dan ganas.


Alex semakin menjadi-jadi dengan perbuatan nya, hingga membuat ku semakin tidak karuan menerima aksinya tersebut.


"Lex, kita lanjutkan di ranjang aja, yok! Aku bener-bener udah gak tahan nih." rengek ku manja dengan mata terpejam sambil terus menikmati perbuatan Alex.


Mendengar suara manja ku, Alex reflek menghentikan kegiatan nya, lalu mengangkat tubuh ku ala bridal style menuju ranjang.


Aku melingkarkan kedua tangan di leher Alex, lalu mencium bibir nya dengan gairah yang sudah naik sampai ke ubun-ubun. Alex membaring kan tubuh ku di atas ranjang secara perlahan, tanpa melepaskan ciuman ku.


Aku menggeliat-geliat tidak karuan, karena merasakan sensasi geli dan nikmat yang di berikan oleh Alex. Karena sudah tidak tahan, akhirnya aku pun memuncak sambil berteriak memanggil nama Alex.


"Alex, aku keluar." pekik ku kuat.


"Keluarin aja, sayang. Biar aku bersihkan semua nya." seru Alex sambil terus melakukan kegiatan nya di bawah perut ku.


Setelah semua nya di sapu bersih oleh lidah Alex, dia mulai naik ke atas tubuh ku dan mulai memasukkan milik nya ke dalam milik ku.


Dengan gairah yang semakin menggebu-gebu, Alex pun langsung melakukan gerakan cepat nya.


Dia melayani ku dengan waktu yang cukup lama, dan dia juga melakukan berbagai macam gaya dan posisi dalam permainan nya.


Setelah berpacu selama satu jam lebih, Alex pun semakin mempercepat gerakan nya. Hingga akhirnya dia pun memuncak sembari menyebut nama ku.


"Indah, aku menyayangimu." pekik Alex sembari menyemburkan lahar hangat nya di dalam milik ku.


Setelah itu, Alex menjatuhkan tubuh lelah nya di atas badan ku. Aku langsung tersenyum bahagia, saat mendengar pekikan Alex yang mampu membuat hati ku berbunga-bunga.


"Aku juga menyayangi mu, sayang." bisik ku pelan sambil melingkarkan kedua tangan ku di tubuh Alex.

__ADS_1


"Hah, beneran?" tanya Alex tidak percaya.


"Iya bener, sayang." jawab ku.


Alex tersenyum lebar setelah mendengar penuturan ku barusan. Tanpa berkata apa-apa lagi, Alex kembali mengecup kilat seluruh wajah ku, lalu membaringkan tubuh nya di sebelah ku.


"Cari makan yok, Ndah! Perut ku udah mulai keroncongan nih." ujar Alex sembari memegangi perut nya sendiri.


"Males ah, badan ku capek banget. Kau keluar sendiri aja ya, aku mau istirahat bentar." tutur ku.


"Oh, ya udah deh." balas Alex.


Alex segera turun dari ranjang lalu masuk ke dalam kamar mandi. Setelah itu, dia langsung bergegas memakai pakaian dan sepatu nya.


"Mau di belikan makanan apa, Ndah?" tanya Alex.


Alex mendekati ku yang masih terbaring lemas di atas ranjang. Dia mengecup kening ku, lalu menatap wajah ku sambil menyunggingkan senyum manis nya.


"Terserah mau beli apa, aku ngikut aja." jawab ku.


"Oh, oke." balas Alex sembari berjalan menuju pintu.


Saat hendak membuka pintu, tiba-tiba Alex kembali mendekati ku sembari berkata...


"Eh, hampir aja aku lupa. Kamu mau minum kopi susu panas gak?" tanya Alex lagi.


"Iya, aku mau." jawab ku.


"Oke lah, aku pergi dulu ya." pamit Alex.


"Ya," jawab ku.


Alex melangkah keluar dari kamar dan mengunci pintu dari luar. Setelah kepergian Alex, aku mulai bangkit dari ranjang secara perlahan dan mendudukkan diri di pinggir ranjang.


Dengan keadaan yang masih polos, aku kembali merenung memikirkan tentang Alex. Aku tersenyum mengingat pelayanan Alex yang sangat memuaskan bagi ku.


"Kau memang hebat, Lex. Kau mampu membuat ku merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa."


"Rasa nya aku tidak ada bosan-bosannya, untuk terus melakukan nya dengan mu." gumam ku dengan senyum yang terus mengembang di bibir ku.


Saat sedang asyik merenung, tiba-tiba ponsel ku berdering nyaring di dalam tas. Dengan langkah gontai, aku melangkah kan kaki menuju meja kecil yang berada di samping meja tv.


Setelah mengambil ponsel dari dalam tas, aku kembali duduk di pinggir ranjang. Aku langsung membelalakkan mata, saat melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponsel.


"Haris," gumam ku.

__ADS_1


"Kira-kira ada perlu apa dia menghubungi ku ya? Atau jangan-jangan dia lagi kos ku sekarang." lanjut ku.


__ADS_2