
Bang Rian mulai mencium bibir ku dengan lembut dan mesra. Hingga membuat ku terlena dan mulai hanyut dalam permainan lidah nya.
Setelah beberapa saat saling mengabsen isi mulut, bang Rian pun mulai mengangkat tubuh ku ke atas ranjang, tanpa melepaskan ciuman nya.
Selanjutnya, dia membaringkan tubuh ku secara perlahan, lalu mulai mempereteli seluruh pakaian yang melekat di tubuh kami berdua.
"Sayang, kita akan nikmati malam ini dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Apakah kau sudah siap melayani abang sampai sepuasnya?" bisik bang Rian dengan suara serak, akibat terbakar gairah nya sendiri.
"Ya, aku sudah siap. Lakukan lah sesuka hati abang, karena malam ini aku adalah milik mu seorang." jawab ku sembari tersenyum manis pada nya.
"Baik lah kalau begitu, kita mulai ya!" lanjut bang Rian dengan senyum menyeringai di wajah nya.
"Iya, mulai lah!" balas ku.
Dengan mata sayu dan nafas yang mulai memburu, bang Rian pun kembali mencium bibir dan wajah ku. Dia juga meninggalkan beberapa jejak merah di sekitaran leher dan pundak ku.
Hingga membuat ku sedikit meringis dan menggigit bibir bawah ku, akibat menahan sakit dan nikmat yang bercampur aduk jadi satu.
Setelah itu, bang Rian pun menurunkan ciuman nya ke arah dua benda kenyal ku. Kemudian dia pun mulai menempelkan bibirnya dan menikmati nya dengan mata terpejam.
Begitu juga dengan ku, aku mulai memejamkan mata dan terus menikmati kegiatan nya sambil membelai rambut dan juga wajah nya. Setelah merasa puas, bang Rian pun kembali menurunkan bibir nya sampai ke depan gua milik ku.
Setelah mengelus-elus nya dengan lembut, bang Rian pun kembali menempelkan bibir tipis nya, dan menjulurkan lidah nya ke dalam gua ku tersebut. Dia mulai memanjakan ku dengan permainan lidah dan jari-jari nakal nya.
Dan itu berhasil membuat ku menggeliat-geliat tidak karuan, dan mengeluarkan suara-suara indah yang cukup kuat.
Mendengar suara ku yang sangat menggairahkan, bang Rian pun semakin ganas dengan aksi nya. Hingga akhirnya aku pun memuncak, dan mengeluarkan cairan bening yang langsung di santap habis oleh bang Rian.
Setelah itu, bang Rian pun mulai mengarah tongkat besar nya ke depan gua ku. Dan tanpa ba-bi-bu lagi, dia pun langsung menghentakkan nya dengan kuat, hingga membuat tongkat itu masuk dengan sempurna ke dalam gua milik ku.
"Owh, nikmat nya sayang." pekik bang Rian lalu mendongak ke atas dengan mata terpejam.
Mendengar suara bang Rian, aku yang sedari tadi memejamkan mata pun langsung menoleh dan tersenyum, melihat wajah nya yang tampak sangat bahagia.
Dengan semangat empat lima, bang Rian pun memacu gerakan-gerakan liar nya dengan kecepatan tinggi. Hingga membuat ku semakin terlena dan melayang-layang, menikmati hasil kerja keras nya tersebut.
"Enak gak, sayang?" tanya bang Rian di sela-sela kegiatan nya.
"Iya bang, enak banget. Teruskan lah, aku masih ingin merasakan nya!" rengek ku manja.
"Oke sayang, dengan senang hati abang akan melakukan nya untuk mu." balas bang Rian.
Sambil terus melakukan gerakan cepat nya, bang Rian pun mencium ku dan kembali menikmati dua benda kenyal ku dengan bibir dan lidah nya.
"Ah, nikmat banget, bang. Terus bang, teruskan lah seperti itu! Aku sangat menyukai nya." rengek ku dengan mata terpejam, dan tangan yang menggenggam erat seprai ranjang.
Mendengar rengekan manja ku, bang Rian pun tampak semakin bergairah dan semakin mempercepat gerakan nya.
Setelah bergumul ria selama hampir dua jam dengan berbagai gaya dan posisi, akhirnya bang Rian pun memuncak.
"Aaaggghhh, abang sampai sayang!" teriak bang Rian.
Dia menyemburkan lahar hangat nya ke dalam rahim ku, dengan tubuh yang menegang dan kedua tangan yang menggenggam erat kedua benda kenyal ku.
Setelah selesai, bang Rian pun tersenyum dan mengecup kening ku, sembari berkata...
"Makasih ya, sayang. Kau memang yang terdebest lah pokoknya."
Puji bang Rian dengan nafas yang masih ngos-ngosan, dan keringat yang membasahi seluruh tubuh nya.
"Ya, sama-sama. Abang juga tak kalah hebat kok." puji ku balik.
Setelah selesai melakukan olahraga malam yang sangat menguras energi, kami berdua pun segera beranjak dari ranjang dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Selesai membersihkan diri, aku dan bang Rian pun kembali naik ke atas ranjang, dan membaringkan tubuh masing-masing dengan posisi telentang.
Dengan pandangan mata yang sama-sama menatap langit-langit kamar, bang Rian pun mulai membuka percakapan.
__ADS_1
"Ndah, abang boleh nanya sesuatu gak?" tanya bang Rian tanpa menoleh pada ku.
"Boleh, mau nanya soal apa?" tanya ku balik.
"Hmmmm, soal kasir di tempat kerja mu." jawab bang Rian ragu.
Degh...
Hati ku langsung berdegup seketika, saat mendengar kata kasir, dari mulut bang Rian.
"Apa jangan-jangan bang Rian tau ya, tentang perbuatan Billy di toilet tadi?" batin ku mulai gelisah.
Untuk menutupi kegelisahan hati ku, aku pun berusaha untuk tetap tenang dan santai, seperti tidak ada kejadian apa-apa antara aku dan Billy.
"Emang kenapa dengan kasir kami? Apakah ada yang aneh dengan nya?" tanya ku pura-pura bingung.
"Iya, memang ada yang aneh dengan kasir kalian itu." jawab bang Rian dingin.
Aku langsung menoleh sambil menautkan kedua alis ku. Aku menatap heran kepada bang Rian. Karena merasa di perhatikan, bang Rian pun mulai mengalihkan pandangan nya dan membalas tatapan ku.
"Maksud nya gimana sih, aku gak ngerti?" tanya ku lagi.
"Tadi abang perhatiin, kasir kalian itu nengokin kita terus. Seperti nya dia cemburu melihat kedekatan kita." jawab bang Rian sedikit curiga dengan gelagat Billy.
Aku langsung terperangah mendengar penuturan bang Rian. Aku sama sekali tidak menyangka, jika bang Rian juga memperhatikan gerak-gerik Billy sewaktu di ruangan karaoke tadi.
"Waduh, mati aku! Bisa berabe urusan nya, kalo sampe bang Rian tahu tentang ulah Billy tadi." batin ku semakin gelisah.
Agar bang Rian tidak semakin curiga dengan dugaan nya, aku pun mulai memutar otak untuk memikirkan cara mengalihkan pembicaraan ke arah lain.
"Ah, gak mungkin lah dia cemburu. Lagian kami berdua gak ada hubungan apa-apa kok, perasaan abang aja kali tuh." ujar ku dengan wajah serius.
"Udah ah lupain aja, si Billy itu memang gitu orang nya. Dia memang suka memperhatikan gerak-gerik para waiters, kalau lagi nemenin tamu minum." bohong ku.
Mendengar jawaban ku, bang Rian pun kembali menoleh dan menatap ku dengan penuh rasa curiga. Dia seolah-olah tidak percaya sepenuhnya atas penjelasan ku barusan.
"Serius, kalian gak ada hubungan apa-apa?" selidik bang Rian.
Aku terus berusaha untuk meyakinkan bang Rian, agar dia bisa percaya dengan semua kebohongan ku tersebut. Setelah beberapa saat hening, bang Rian pun kembali membuka suara nya.
"Ya udah deh, gak usah di bahas lagi. Lagian gak penting juga membahas orang lain, di saat-saat bahagia seperti ini." ujar bang Rian
"Naaah, tu tau. Ya udah, kita istirahat ya! Badan ku capek banget nih, besok kita sambung lagi enak-enak nya, oke!" usul ku.
"Oke, sayang ku." balas bang Rian dengan senyum sumringah di wajah nya.
Melihat reaksi bang Rian yang sudah kembali ke setelan pabrik, aku pun merasa sedikit lega dan membalas senyuman nya, sambil membatin...
"Huff, selamet... selamet... Untung aja gak ketahuan." batin ku sembari menghela nafas panjang.
Setelah melewati pergumulan panas dan drama yang cukup melelahkan, akhirnya kami berdua pun mulai memejamkan mata dan tertidur pulas di bawah selimut.
Dengan keadaan yang sama-sama polos dan saling berpelukan, aku dan bang Rian pun mulai masuk ke alam mimpi masing-masing.
Setelah beberapa jam terlelap, aku pun mulai membuka mata lalu menoleh ke samping. Aku memperhatikan wajah teduh yang masih tampak setia dengan mimpi indah nya.
"I love you, bang." gumam ku sembari tersenyum dan mengecup kilat bibir nya.
"I love you juga, sayang."
Balas bang Rian yang secara tiba-tiba membuka mata nya, dan langsung menarik ku ke dalam dekapan hangat nya. Dia mulai mendaratkan kecupan-kecupan nakal di wajah, bibir, dan juga leher ku.
"Iiiisss, jorok banget sih. Mulut masih bau jigong gitu kok, udah nyium-nyuim orang sembarangan." omel ku pura-pura kesal.
Bukan nya marah, bang Rian malah semakin menjadi-jadi dengan perbuatan nya. Dia langsung memutar posisi nya lalu menindih tubuh ku. Bang Rian merentangkan kedua tangan ku, dan kembali melanjutkan kegiatan nakal nya.
"Kalau abang ingin memakan mu lagi, kira-kira boleh gak sayang?" tanya bang Rian dengan wajah bantal nya.
__ADS_1
"Boleh," jawab ku sembari menyunggingkan senyum termanis ku pada nya.
Wajah bang Rian pun langsung berseri-seri, setelah mendapatkan persetujuan dari ku. Dia pun mulai mendekati wajah ku dengan senyum genit nya.
Dan pada akhirnya, pergumulan panas pun kembali terjadi di atas ranjang hotel tersebut. Bang Rian kembali melakukan permainan liar nya dengan semangat yang menggebu-gebu.
Hingga akhirnya, kami berdua pun mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan, dan terkulai lemas di atas ranjang dengan keadaan yang sama-sama bermandikan keringat, dan nafas yang naik turun tidak karuan.
Setelah beberapa menit beristirahat, aku pun beranjak dari ranjang dan mengambil handuk yang teronggok di atas nakas. Sambil melilitkan handuk, aku pun mengajak bang Rian untuk membersihkan diri ke kamar mandi.
"Mandi yok, bang! Siap tu kita pulang." seru ku.
Kemudian aku pun mendekati tubuh kekar nya, dan menarik-narik lengan nya dengan sekuat tenaga.
"Oke, sayang." balas bang Rian.
Dengan gerakan ogah-ogahan, bang Rian pun bangkit dari ranjang, dan mengekori langkah ku dari belakang menuju kamar mandi.
Selesai membersihkan diri, kami berdua pun bergegas memakai pakaian masing-masing dan bersiap-siap untuk keluar dari hotel.
"Udah, sayang?" tanya bang Rian sembari memakai sepatu fantofel nya.
"Udah, yok!" jawab ku.
"Oke," balas bang Rian lalu menggandeng tangan ku dan menutup pintu kamar.
Kami berdua menapaki anak tangga satu persatu untuk menuju ke lantai dasar. Sampai di meja resepsionis, bang Rian pun menyerahkan kunci kamar kepada resepsionis laki-laki yang sedang berjaga.
Setelah itu, kami pun kembali berjalan menuju parkiran. Sesampainya di dalam mobil, bang Rian langsung menyalakan mesin kendaraan nya dan melajukan nya dengan kecepatan sedang menuju kos tempat tinggal ku.
Setibanya di depan gerbang kos, bang Rian pun menepikan mobil nya lalu mengeluarkan uang dari dalam dompet nya.
"Nah, ini uang jajan mu. Simpan baik-baik ya, sayang!" ujar bang Rian sembari menyerahkan uang itu ke tangan ku.
"Iya, makasih banyak ya, bang. Aku masuk ke dalam dulu, bye. Hati-hati di jalan ya."
Balas ku sambil mencium punggung tangan nya, lalu mencium pipi kanan dan kiri nya. Begitu juga dengan bang Rian, dia memeluk ku dan mencium kilat kening, pipi, dan juga bibirku.
Iya, makasih kembali, sayang." balas bang Rian.
Selesai berpamitan, aku pun segera keluar dari mobil dan berdiri di depan gerbang sambil, melambaikan tangan ke arah nya. Bang Rian pun tersenyum dan membalas lambaian tangan ku.
Setelah itu, dia pun menjalankan kendaraan nya kembali dan berlalu pergi dari hadapan ku. Setelah bayangan bang Rian hilang dari pandangan ku, aku pun segera membuka pintu gerbang dan berjalan dengan santai menuju kamar kos ku.
Sesampainya di depan kamar, aku langsung membuka pintu dan melangkah masuk sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum, wa'laikum salam." aku menjawab salam ku sendiri.
Setelah mengunci pintu kembali, aku pun langsung berganti pakaian dan merebahkan tubuh lelah ku di atas kasur.
"Hufff, capek nyaaaa." gumam ku sembari menghela nafas berat.
Karena masih merasa ngantuk, akhirnya aku pun kembali tertidur pulas sambil memeluk guling.
Baru saja setengah jam terlelap, tiba-tiba aku tersentak kaget karena mendengar suara ponsel yang berdering nyaring di atas meja.
Dengan gerakan malas dan mata yang masih tertutup rapat, aku pun merentangkan tangan untuk mengambil ponsel yang sedang memekik tersebut.
Setelah mendapatkan nya, aku pun langsung menerima panggilan itu tanpa melihat nama yang tertera di layar ponsel.
"Ya halo, siapa nih?" tanya ku dengan suara serak.
"Aku Billy, kau lagi dimana sekarang?" tanya Billy.
"Lagi di kos. Emang kenapa?" tanya ku balik.
__ADS_1
"Oh, ya udah. Tunggu ya, aku kesana sekarang." jawab Billy lalu memutuskan panggilan sepihak.
"Lololoh, kok sekarang sih? Kan janji nya nanti siang. Kenapa jadi berubah gitu jadwal nya?" gumam ku bingung, sambil menatap layar ponsel yang sudah terputus tersebut.